I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 224


__ADS_3

"Buat lo, gue serahin semuanya ke kucing gue."


Vanessa memerintahkan Coco dan black untuk mencabik orang itu, hanya menggunakan cakarnya saja tapi tidak dibunuh.


Vanessa berjalan ke dalam mansion dan menuju ke lantai 2 untuk menghampiri keluarganya, sebelum itu dia akan mengganti bajunya, karena baju dan jubah yang ia kenakan terkena cipratan darah.


"Dani mau deh belajar semua ini ke kak Vanessa." Ucap Daniar


"Sepertinya bos Van tidak akan memberikan ijin jika kamu harus begini juga Dani." Ucap Rizki


"No. Dani tidak boleh seperti kakak vanes, kalau Dani mau begini mending kak Dean saja yang mengajarkan." Ucap Ayah


"Kak Dean?" Daniar pun bingung apakah kakaknya yang paling tua itu bisa seperti Vanessa.


"Kak Dean dulu seorang militer Dani, cuma dia berhenti karena harus melanjutkan perusahaan milik ayah." Ucap Vanessa yang berjalan dari belakang.


Vanessa sudah mengganti bajunya, ia menghampiri keluarganya.


"Baiklah ayah, bunda sudah lunas bukan?" Ucap Vanessa


"Lunas?" Ucap Dean


"Iya, katanya ayah sama bunda mau tau gimana aku membunuh para musuh, kurang lebih begitu." Ucap Vanessa


"Princess kamu melakukan itu dengan sangat santai, apa tidak ada rasa deg-degan di hati kamu?" Ucap Bunda


"Tidak ada, mungkin sudah terbiasa saja bunda." Ucap Vanessa


"Kakak bisakah ajarkan aku cara menjadi mafia?" Ucap Daniar


"I can't and I won't teach it to you." Vanessa pun menjawab ucapan Daniar dengan serius.


"Kakak tidak akan membiarkan kamu menjadi mafia, cukup kakak saja yang terjun ke dunia begini Dani." Ucap Vanessa


"Padahal menjadi mafia itu keren loh." Ucap Daniar


"Jika kamu ingin menjadi mafia hanya sebatas terlihat keren, maka kamu salah Dani." Ucap Vanessa


"Lalu menjadi mafia yang sebenarnya untuk apa kak?" Ucap Daniar


Aaakkkhhhhh


"Kamu akan tau suatu saat nanti sayang." Ucap Vanessa


Mereka melihat Coco dan black sangat seru mencakar badan orang itu, bahkan perut orang itu pun sudah robek dan organ tubuhnya mulai keluar.


"Stop!"


Coco dan black pun berhenti karena mendengar teriakan dari Vanessa.


"Masukkan mereka dalam kandang dan berikan daging untuk mereka." Ucap Vanessa


"Baik bos."


Coco dan black pun dimasukkan kembali ke kandang mereka, Vanessa tidak akan mengijinkan Coco dan black memakan daging manusia.


Orang itu masih hidup hanya saja tubuhnya sudah penuh dengan darah.


"Tolong......tolongg...." Orang itu merintih karena ditubuhnya sudah mulai lemah.


"Siramkan bensin ke tubuhnya."


"Baik bos."


Anak buah BLS pun menyiramkan bensin ke tubuh orang itu, ia berteriak karena perih ditubuhnya saat terkena bensin.


"Bakar dia." Ucap Vanessa


Anak buah BLS pun membakar orang itu, ia semakin berteriak karena panas dan perih ditubuhnya sudah menjadi satu.


"Princess, kamu benar-benar tidak akan memaafkan penghianat." Ucap Ayah

__ADS_1


"Sampai kapanpun penghianat harus dimusnahkan ayah." Ucap Vanessa


"Akan sampai kapan kamu menjadi ketua mafia?" Ucap Ayah


"Entahlah ayah, sebenarnya Vanessa sudah lelah tetapi Vanessa juga tidak bisa meninggalkan BLS begitu saja." Ucap Vanessa


Mereka masih menyaksikan laki-laki yang diikat di tiang kematian.


Flashback off-


"Kabarnya bunda sampai sekarang ga mau makan." Ucap Vinda


"Mau, cuma kadang kepikiran aja." Ucap Vanessa


"Ya lo nya sinting malah nunjukkin gitu ke mereka." Ucap Viola


"Mereka yang minta kok." Ucap Vanessa


"Ga usah dituruti juga dong." Ucap Vinda


"Daripada mereka penasaran mulu yaudah sekalian aja biar tau kelakuan bawahan ayah kalau dikantor gimana." Ucap Vanessa


"Terus pagi tadi Daniar masih ngotot ga buat jadi mafia?" Ucap Vanya


"Jelas." Ucap Vanessa


"Sama aja kek Feli deh." Ucap Vanya


"Emang Feli kenapa?" Ucap Vinda


"Dia pengen juga jadi mafia, katanya biar bisa ngelawan orang jahat." Ucap Vanya


"Ni bocil-bocil punya masalah hidup apa coba." Ucap Viola


"Sampai kapanpun Daniar ga akan jadi mafia, kalau dia ngotot gue bunuh." Ucap Vanessa


"Ga akan tega lo sama Dani." Ucap Vinda


"Ini beda Vin, dia berpikir jadi mafia itu keren. Gatau aja taruhan terbesar nyawa sendiri sama keluarga." Ucap Vanessa


"Ada apa emang?" Ucap Vanya


"Gatau, kak Tania tadi ngabarin sih nanti malam harus ke markas." Ucap Viola


"Harus banget nih?" Ucap Vinda


"WAJIB." Ucap Viola


"Gagal kencan gue." Ucap Vinda


"Eh, lo tinggal 4 Minggu lagi nikah ya gausah kencan mulu napa sih." Ucap Viola


"Gabisa, gue gabisa jauh dari Billy." Ucap Vinda


"NAJIS." Vanessa, Vanya dan Viola bersamaan menjawab ucapan Vinda.


"Yang satu ga direstuin kakaknya, yang satu lagi ga dapat restu dari nyokapnya, dan satu lagi udah tunangan tapi belom ada kepastian buat nikahnya." Ucap Vinda


"Kampr*t lo Vin." Ucap Vanya


"Vi, kak Mike sama kak Barrack jadi tanding?" Ucap Vanessa


"Jadi nes, gue bingung buat hentikan mereka, soalnya emang udah sepakat juga." Ucap Viola


"Gue khawatir mereka bakal makin saling benci aja." Ucap Vanessa


"Lagian kakak lo ada-ada aja, tinggal restuin susah amat." Ucap Vanya


"Tau tuh, bunuh aja Vi." Ucap Vinda


"Mata lo gue congkel sekarang ya Vin, dia keluarga gue satu-satunya." Ucap Viola

__ADS_1


"Lo yang gue bunuh lama-lama." Sambung Viola


"Tega lo bunuh calon pengantin?" Ucap Vinda


"Tega aja kalau kelakuan pengantinnya kayak lo gini." Ucap Viola


"Iiihhhh vio jahatt, Nessa huwuuww." Ucap Vinda


"Gue bakar lo Vin, jijik anjir." Ucap Vanya


"Hahahah huwuww."


"Vindaaaaaa..."


 


Mansion Samudra


"Sekarang bunda semakin khawatir sama princess." Ucap Bunda


"Ayah juga, tapi princess memang bisa menjaga diri Bun." Ucap Ayah


"Bagaimanapun dia perempuan ayah, ada lengahnya juga bisa kehilangan nyawa." Ucap Bunda


"Semoga saja princess dan keempat temannya selalu selamat dari peperangan bun." Ucap Ayah


"Sekarang ayah mikir bagaimana caranya biar Dani tidak ingin menjadi mafia." Sambung ayah


"Ayah benar, tadi pagi dia masih meronta pada princess." Ucap Bunda


"Apalagi princess paling ga tega sama Dani, jika sewaktu-waktu princess mengajarkan Dani buat jadi mafia, ayah nyerah Bun." Ucap Ayah


"Kok nyerah?" Ucap Bunda


"Ayah tidak mau kehilangan anak-anak ayah lagi, keluarga kita yang awalnya gitu-gitu aja jadi berubah semenjak ada Vanessa sama Daniar, bahkan para maid juga bilang kalau Daniar suka membantu mereka dibelakang." Ucap Ayah


"Semoga saja Vanessa menolak kemauan Dani kali ini ayah, nanti coba bunda bilang ke Vanessa saja." Ucap Bunda


"Yasudah Bun, nanti coba ngomong ke Vanessa." Ucap Ayah


"Ayaahhhh.... Bundaaa....." Daniar berteriak dan berlari masuk ke dalam mansion.


"Jangan teriak-teriak Dani, pasti diajarin kak Rino." Ucap Bunda


"Hehe iya bun, siapa lagi kalau bukan kak Rino." Ucap Daniar


"Bagaimana ujian disekolahnya Dani?" Ucap Ayah


"Gampang banget ayah, udah pasti Dani dapat 100." Ucap Daniar


"Kalau dapat 100, ayah bakal turutin permintaan Dani." Ucap Ayah


"Beneran ayah?" Ucap Daniar


"Iya dong, memangnya Dani mau apa?" Ucap Ayah


"Dani mau diajarin jadi mafia sama kak Vanessa." Ucap Daniar


 


Ditempat lain.


Seorang gadis sedang duduk didepan laptop, ia melihat dari layar laptopnya untuk memantau seseorang.


"Vanessa, lama tidak berjumpa denganmu." Ucap gadis itu


"Aku masih bertanya-tanya apakah kau akan terkejut jika bertemu denganku atau biasa saja." Ucap gadis itu


"Saat waktu itu tiba, aku akan datang ke hadapanmu nes." Ucap gadis itu


"long time no see, my sister."

__ADS_1


HAI KAK JANGAN LUPA BUAT LIKE,COMMENTNYA **DONG HEHE


OH IYA JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA YA, BIAR CEPET KELAR INI CERITA VANESSA DKK HEHE**


__ADS_2