I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
Episode 10


__ADS_3

Ini sudah empat bulan sejak kejadian itu, Vanilla tetap berkerja di perusahan Arsean bukan sekertaris pribadinya namun sekertaris perusahaan bersama dengan seorang pria yang bernama Samuel sebagi pemandu Vanilla bekerja di kantor.


Vanilla sudah tidak bertemu dengan Arsean sejak hari itu, Vanilla bersyukur jika pria itu cukup menyadari hal itu namun tetap saja ada perasaan aneh yang sering mengganggunya seperti perasaan yang tak nyaman.


“Vanilla, tolong antarkan mengantarkan ini kediaman Mr. De Lucania ini akan di kenakan nanti  oleh Mr. De Lucania untuk acara pernihakannya” belum sempat Vanilla membalas ucapan Samuel pria itu sudah melesat pergi begitu saja meninggalkan Vanilla yang masih melongo.


Biasa katakan jika Samuel adalah teman bedebah yang sangat menyebalkan.


Vanilla cukup akui jika berkerja dengan Samuel lebih menyenangkan di banding dengan Arsean, Samuel tipe pria yang bertenggangu jawab dan tidak semena-mena pada orang lain, setidaknya memiliki sedikit humor yang bagus walau terkadang ucapannya blak-blakan dan sama dengan Arsean memiliki raut dingin yang menyebalkan. Vanilla menghembuskan nafasnya sebentar, ia melihat note kecil yang berada di taturbag itu ternyata sebuah alamat.


****


Vanilla tengah di periksai oleh penjaga sebelum masuk kedalam kediaman Mr. De Lucania itu, Vanilla pikir harus kembali kemansion Arsean yang pernah ia tinggali ternyata mansion yang lainnya. Vanilla jadi berpikir seberapa banyak pria itu memiliki mansion. Setelah selesai pemeriksaan Vanilla izinkan masuk, di sambut oleh mobil yang terbilang mahal sopir meminta Vanilla untuk segera masuk.


Vanilla tak habis pikir apa yang akan terjadi jika ia berjalan dari gerbang sampai mension itu, Vanilla menghabiskan waktu 20 menit untuk sampai di mansion megah lebih megah dari sebelumnya. Vanilla menebak jika ia berjalan dari gerbang tadi akan menghabiskan waktu sekitar satu jam-an Saat Vanilla turun kembali di buat kagum dengan bagunan dan para pelayan wanita yang menyambutnya Vanilla menebak jika penjaga tadi sudah mengabari kedatangannya. Setelahnya pelayan itu pergi.

__ADS_1


Di ruang tamu ia menemukan pemandangan yang sedikit mengejutkan ia melihat seorang wanita lansia yang namun tetap elegan dan anggun membuat Vanilla sangat kagum dan seorang pria yang tengah membaringkan kepalanya di pangkuan wanita itu, itu Arsean pria itu yang memeluk dan menengelamkan wajahnya pada perut wanita lansia itu.


“selamat siang, maaf mengganggu” sapa Vanilla sudah membali tersadar. Wanita lansia itu hanya tersenyum dan mengangguk menyuruh Vanilla untuk duduk.


Vanilla tersenyum dan duduk. “saya kemari hanya untuk mengantarkan baju Mr. De Lucania ” ucap Vanilla yang tidak enak oleh tatapan wanita lansia itu. Vanilla sebelumnya sudah mendengar bahwa Arsean akan menikah dengan soya. Keluarga De Lucania sudah mengumumkannya sejak dua bulan lalu, entah. Vanilla merasa lega atau harus merasa miris bahwa pada dasarnya ia hanya mainan Arsean saja.


“oh yah, jangan terlalu formal siapa nama mu ?” ucap wanita itu dengan senyuman yang manis “Kim Vanilla” ucap Vanilla ia masih merahasiakan marga aslinya dari siapapun kecuali dari Arsean.


“Nama yang bagus jika, begitu singggahlah untuk makan siang bersama kami” Vanilla melongo dengan tawaran Nyonya besar De Lucania yang baik. Vanilla dan tersenyum dan mengangkat kepalanya. “Sebelumnya saya berterima kasih namun, saya di haruskan segera kembali kekantor lagi” Vanilla masih tersenyum dan tempat saat Nyonya besar keluarga De Lucania tersenyum dam mengangguk Arsean bengkit dari tidurannya.


“seharusnya kau tidak bisa menolak”  Vanilla menatap kearah Arsean tak mengerti apa yang  ia ucapkan, sedangkan Vanilla pergi begitu saja. “maafkan sikapnya, anak itu terlalu kaku untuk di ajak berbincang” lagi-lagi Vanilla hanya tesenyum dan mengangguk.


Sebelum melangkah pergi dari pintu utama Nyonya besar De Lucania memberika satu toterbag yang berisikan rantang "Ambilah, aku tidak menerima penolakan lagi. Aku tidak ingin tamuku pergi dengan tangan kosong" Arin mengambil tatorbag itu perlahan dan mengangguk "Terima kasih Nyonya, kau baik sekali".


“jika begitu, hati-hati dijalan” ucap Nyonya besar De Lucania berdiri dengan angun  menyaba tangan dan di belakang Vanilla sudah ada seorang maid yang sudah menunggu untk mengantarkan Vanilla ke pintu utama.

__ADS_1


****


Vanilla sedang duduk disudut arpatemennya sendirian. Setelah seharian ia berkerja kini hanya bisa terdiam disudut kamarnya itu hidup Vanilla terlalu kosong, sampai ia juga tidak tahu harus melakukan apa di hidupnya. Setelah hatinya dipermainkan oleh kekasihnya, lalu di perjual belikan layaknya barang, dan terakhir di permainkan sesuka hati di bawa dalam bahaya  oleh Arsean kini hidupnya benar-benar tak memiliki tujun, Vanilla menarik nafasnya kasar dan menghembuskannya dengan asal pula mencoba menetraisirkan semua emosi yang berkecambuk didalam hati Vanilla. Tak sengaja sudut mata Vanilla meririk back bodrd yang dipenuhi oleh foto dan beberaa koran yang memberitakan kehancuran keluarga La Bella, Vanilla masih ingat ketika ia sampai di kediamannya ia melihat jasad kelurganya yag mati dengan mengenaska.


Bahkan ia melihat darah milik ayahnya di kenakan untuk mengecat tembok ruanh keluarga, ia juga masih dapat merasakan bau amis yang begitu menyengat karena darah yang sama yang mengair di dalam tubuhnya. Sekarang didalam hati Vanilla mulai memngejola menyalah-nyalah, meluap ingin membalaskan dendam yan berada didaam hatinya. Mungkin dulu Vanilla memang sampah yang hanya bisa terayu omongan manis para pria. Dengan kasar Vanilla menghapus air matanya dengan kasar entah sejak kapan air matanya itu keluar membasahi pipi mulusnya.


“daddy, mommy aku akan membalsakan dendam kalian kali ini aku berjanji” Vanilla mengusap foto yang didalam foto itu ada dia, ayah dan ibunya. Setelah memantapka hatinya Vanilla berdiri berjalan menuju latopnya.


Dia akan memulai dengan mencari tau siapa dan dari geng mafia mana yang membantai keluarganya, dia tidak bodoh jika pembunuhan itu atas sebuah geng mafia.


__________________________________________


[Jumat, 07 Januari 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah

__ADS_1


Wtpd : Safira Auliya Hamidah


Instagram : Safira19989


__ADS_2