I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 157


__ADS_3

Tania menggenggam tangan Vanessa yang mulai dingin, dan wajahnya sudah sangat pucat. Tania terus menggenggam tangan Vanessa.


Kamu kuat nes, kamu anak yang kuat. Masih ada kakak disini nes, masih ada yang lain juga. Kami menyayangi kamu nes, kakak mohon bertahanlah. Batin Tania yang terus menggenggam tangan Vanessa untuk memberi kehangatan pada Vanessa.


Saat dokter yang bernama Desy membuka kaos Vanessa, ia terkejut karena luka sayatan itu cukup dalam dan lumayan lebar. Tania juga sama terkejutnya dengan Desy.


"Lakukan yang terbaik Des." Ucap Tania


"Aku akan berusaha sebaik mungkin Tan." Ucap Desy


Desy mengobati luka Vanessa dengan teliti, untungnya ia sudah memasang infus pada Vanessa. Ia menjahit sayatan diperut Vanessa dengan hati-hati, sedangkan Tania sedikit menahan kengerian Desy saat menjahit perut Vanessa. Tania terus menggenggam tangan Vanessa,tidak lama Desy pun selesai menjahit luka pada perut Vanessa.


"Luka ini sangat dalam, 5cm saja Vanessa akan bernasib sama dengan Adisya." Ucap desy


"Dia baik-baik saja kan Des?" Ucap Tania


"Semoga saja sih Tan." Ucap Desy karena ia melihat luka yang terdapat pada tubuh Vanessa.


"Lakukan yang terbaik untuk Vanessa Des, sekali saja kau buat dia semakin parah. Timah panas akan langsung menembus kepalamu." Ucap Tania tegas


"Aku bukan tuhan Tan, aku juga akan selalu melakukan yang terbaik untuk penyembuhan Vanessa. Begitu pula dengan Adisya." Ucap Desy ketus


"Vanessa kekurangan darah, kita butuh pendonor darah untuknya." Ucap Desy. Tania langsung menyodorkan lengannya.


"Ambil darahku Des, sebanyak mungkin untuk keselamatan Vanessa." Ucap Tania


"Golongan darah lo sama Vanessa berbeda Tan. Golongan darah Vanessa termasuk langka." Ucap Desy


"Ucapanmu mempersulit. Apa golonga darahnya?" Ucap Tania


"A+." Ucap Desy


"Oke, gue tau siapa yang cocok dengan darah Vanessa." Ucap Tania. Saat Desy akan bertanya 'siapa', Tania langsung berlari dan keluar dari ruang medis.

__ADS_1


Tania langsung berlari menuju ruang bawah tanah, bahkan Daffa memanggil dirinya pun tidak ditanggapi. Ia terus berlari hingga penjara bawah tanah dan menuju orang yang cocok dengan Vanessa.


"Apa anda bisa membantu saya tuan?" Ucap Tania pada orang itu.


"Apa yang harus aku bantu nona." Ucap orang itu adalah Adi Pratama


"Bantu saya menyelamatkan Vanessa." Ucap Tania


"Ada apa dengan putriku? Katakan padaku nona, akan ku lakukan apapun untuk keselamatan putriku." Ucap Adi Pratama


"Biarkan saja anak itu mas, kita disini sudah tersiksa tapi kamu masih saja menolongnya." Ucap diana ketus


"Diamlah nyonya, jika kedepannya anda ingin keluar dari tempat ini dengan selamat." Ucap Tania ketus


"Apa yang dibutuhkan Vanessa. Katakan." Ucap Adi Pratama


"Darahmu." Ucap Tania


"Diamlah, dia juga putriku, darah dagingku. Aku akan lakukan apapun untuknya." Ucap Adi Pratama tegas


"Bisa kita menuju ke Vanessa nona." Ucap Adi Pratama. Tania pun mengangguk dan mengunci kembali penjara bawah tanah.


Tania membawa Adi Pratama menuju ruang medis, sampai di ruang medis Tania langsung membawa ke tirai tempat Vanessa. Adi Pratama terkejut karena perut Vanessa terbalut perban yang lumayan besar. Seketika ia langsung berlari dan menggenggam tangan vanessa.


"Putriku, apa yang terjadi padamu nak." Ucap Adi Pratama


"Bisa kita lakukan transfusi darahnya." Ucap Desy


"Tentu, saya mohon lakukan yang terbaik untuknya, ambil sebanyak mungkin yang putriku butuhkan, karena golongan darahku dengan dia sama." Ucap Adi Pratama


"Tentu tuan, saya akan melakukan yang terbaik untuk Vanessa." Ucap Desy


Bertahanlah nak, ayah akan lakukan apapun untuk keselamatan kamu. Batin Adi Pratama

__ADS_1


"Baiklah, lakukan sekarang." Ucap Adi pratama.


Desy mengisyaratkan Tania untuk keluar, Tania pun mengangguk dan menuju ke tempat vinda.


"Bagaimana keadaan vinda ren." Ucap Tania


"Lukanya tidak terlalu parah kak, sekarang dia istirahat." Ucap Irene


"Mona kemana." Ucap Tania, Mona adalah dokter pribadi BLS yang menangani vinda.


"Dia ijin keluar ke tempat Mafioso yang terluka bersama suster pribadinya kak." Ucap Irene.


"Bagaimana dengan keadaan Vanessa kak." Sambung Irene


"Luka diperutnya cukup dalam, 5cm saja Vanessa akan bernasib sama dengan Adisya. Dan karena luka diperutnya, Vanessa kekurangan darah." Ucap Tania


"Apa sudah menemukan pendonor nya kak." Ucap Irene


"Sudah." Ucap Tania. Irene mengerutkan dahinya karena ia tau jika darah Vanessa termasuk langka.


"Tuan Adi Pratama." Ucap Tania. Irene hanya mengangguk saja.


Mereka pun menuju sofa dan membiarkan vinda untuk istirahat, tidak lama tirai Vanessa terbuka dan Desy pun keluar.


"Transfusi darahnya lancar, tuan Adi istirahat kondisinya masih lemah karena banyak darah yang dibutuhkan Vanessa. Kita tunggu saja Vanessa sadar hingga besok." Ucap Desy. Tania dan Irene pun mengangguk. Mereka berharap Vanessa tidak akan seperti Adisya.


-------------------


Segini dulu ya kak. tunggu author crazy up ya.


jangan lupa like Comment dan vote ya kak☺️


Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2