
-Sedangkan di BL COMPANY
Vinda disibukkan dengan pekerjaannya, karena Irene dan Dinda mulai kuwalahan dengan banyaknya berkas. Tidak lama pintu ruangan 4V terbuka dan Rani memasuki ruangan Presdir yang hanya terdapat vinda.
"Ada yang bisa kakak bantu Vin." Ucap Rani. Vinda sedikit terkejut dengan keberadaan Rani.
"Loh, kak Rani ngapain kesini? Terus Vanya bagaimana?" Ucap vinda
"Aku diusir Arjuna untuk membantu pekerjaan BL COMPANY. Kamu tenang saja Vanya dibantu langsung oleh Arjuna." Ucap Rani. Vinda hanya mengangguk saja karena ia malas terlalu banyak bicara jika mengenai teman-temannya yang mulai memiliki perasaan pada seorang laki-laki.
"Apa ada yang bisa kakak bantu disini Vin, sepertinya kalian sedikit kuwalahan." Ucap Rani yang melihat tumpukan berkas dimeja vinda.
"Emm coba kak Rani tanyakan ke kak Dinda deh, karena berkas disini semua harus vinda selesaikan." Ucap vinda, Rani pun menuju ruangan Dinda dan Irene.
Vinda kembali mengerjakan tugasnya, tidak lama setelah kepergian Rani ruangan vinda terbuka lagi. Vinda tidak melihat siapa yang datang karena ia mengira itu adalah Rani.
"Kak Rani sepertinya vinda perlu bantuan kak." Ucap vinda tanpa menatap siapa yang datang.
Tidak ada jawaban dari orang itu, vinda terus membolak-balikkan berkasnya. dan berbicara, tiba-tiba ada tangan yang memegang tangan vinda. Vinda menatap tangan yang memegang nya, lalu vinda menatap wajahnya. Mata vinda membulat sempurna karena itu bukan Rani, melainkan Billy.
"Oh kupikir kak Rani. Ada apa?" Ucap vinda lalu kembali menatap laptopnya.
"Kamu sepertinya sangat sibuk Vin." Ucap Billy yang melihat tumpukan berkas dimeja vinda.
"Iya bil, ada apa?" Ucap vinda tanpa menatap Billy.
"Tidak ada, bulan depan aku ingin mengajakmu jalan-jalan berdua." Ucap Billy lalu menyeret tempat duduk viola dan menempatkan di samping vinda.
"Kan bisa lewat chat jika hanya untuk membicarakan ini." Ucap vinda
"Memang bisa, tapi aku ingin melihat kamu." Ucap Billy yang terus memandang wajah vinda.
__ADS_1
"Kau sudah tau bil jika aku ketua mafia, jika kau memilih dekat denganku itu akan membahayakan nyawamu." Ucap vinda yang mulai menatap Billy.
"Aku tidak peduli vinda, karena sampai kapanpun hatiku akan tetap memilih kamu." Ucap Billy yang memegang tangan vinda.
"Dari sekian banyaknya wanita, yang kupilih hanya kamu. Walau kamu terus memintaku untuk pergi dari kehidupanmu, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Kecuali jika kamu memilh laki-laki lain di kehidupanmu maka aku akan melepaskan kamu bersamanya walau itu berat untuk kuterima." Ucap Billy tulus
Aku tidak pernah merasakan cinta selama ini bil, sekalinya jatuh cinta pada seseorang adalah kamu. jadi kuharap kamu bisa menjaga perasaanku. Batin vinda
"Aku akan selalu menjaga perasaan kamu vin." Ucap Billy lalu mencium tangan vinda.
"Ehm.. udah gombalnya. Sekarang karena kamu berada disini, bantu aku menyelesaikan semua pekerjaan ini." Ucap vinda lalu menyerahkan beberapa berkas ke pangkuan Billy.
"Dengan senang hati tuan putri saya akan menyelesaikan semua ini." Ucap Billy lalu menuju ke meja kerja viola.
Ruangan 4V terdapat komputer canggih untuk menyelesaikan semua pekerjaan, Billy menyalakan komputer yang ada di meja viola, Billy pun mulai fokus untuk membantu vinda. Sedangkan vinda menggelengkan kepala melihat Billy yang dengan senang hati membantu vinda
-Back mansion samudra
"Apakah anda takut nona?" Ucap Steve yang melihat Vanessa terus memainkan tangannya.
"Aku gak takut kak, hanya saja Nessa masih belum siap untuk bertemu dengan kak Reno dan kak Dean." Ucap Vanessa yang menunduk
"Tenanglah nona, masih ada tuan satria dan tuan Rino yang akan melindungi anda." Ucap Steve
"Jangan terlalu formal kak." Ucap Vanessa santai
"Saya tidak bisa nona." Ucap Steve yang tetap dengan nada formal
"Baiklah jika kakak terus berbicara formal padaku, bisa kupastikan selama 1 Minggu kakak akan menjadi penjaga Coco dan Black." Ucap Vanessa santai
"Coco dan Black itu apa nona?" Ucap Steve yang tidak tau peliharaan Vanessa di BLS.
__ADS_1
"Oh mereka adalah hewan yang imut kak." Ucap Vanessa diiringi senyuman miring
"Jika tidak berbahaya maka saya bersedia nona." Ucap Steve
"Tenang kak mereka jinak kok." Ucap Vanessa santai
"Jinak? tunggu nona mereka hewan apa?" Ucap Steve yang masih penasaran
"Kucing kak, intinya mereka sangat lucu dan menggemaskan." Ucap Vanessa santai
Baiklah sekarang perasaanku mulai tidak enak. Batin Steve
Tidak lama Rino keluar dan mendorong kursi roda Vanessa untuk membawa Vanessa masuk, Steve berada di belakang Rino.
"Lihat ayah bunda, Rino membawa siapa." Ucap Rino saat sudah sampai di ruang tamu.
"UNTUK APA KAU MEMBAWA MAFIA INI UNTUK KEMBALI KESINI HAH." Ucap Reno dengan nada tinggi. sedangkan Dean menatap Vanessa dengan tatapan rindu, Dean sangat ingin memeluk Vanessa.
"Princess masih memiliki hak dimansion ini." Ucap Rino santai.
"Kemari sayang, bunda merindukanmu." Ucap bunda lembut sambil merentangkan tangannya. Rino mendorong kursi roda Vanessa untuk mendekatkan Vanessa dengan bunda.
"CIH KENAPA KAU TIDAK MATI SAJA, SUDAH BAGUS KAU KOMA." Ucap Reno ketus
Plakkk....
Dean menampar Reno, bahkan ayah dan bunda tidak menyangka jika Dean akan bermain tangan pada Reno.
"Jaga ucapanmu Reno, princess masih ada hak untuk disini." Ucap Dean.
"Apa yang terjadi padamu kak, kau menamparku hanya untuk membela mafia itu." Ucap Reno sambil memegang pipinya yang merah karena tamparan Dean.
__ADS_1
"IYA KARENA DIA JUGA ADIKKU. DIA MASIH BAGIAN KELUARGA SAMUDRA. JANGAN BUTAKAN HATIMU DENGAN KEBENCIAN RENO." Ucap Dean tegas