
"Bagaimana keadaanmu nes." Ucap Adi
"Sudah lebih baik." Ucap Vanessa
"Ada apa nak." Ucap Adi
"Anda boleh pergi dari markas BLS, dan silahkan kembali ke negara C." Ucap Vanessa datar
"Apa alasannya nak." Ucap Adi
"Lebih baik anda jalani kehidupan bersama keluarga anda yang sekarang, masa depan Sinta juga masih panjang. Jadi lebih baik anda segera kembali ke negara C." Ucap Vanessa
"Apa kamu tidak ingin membalaskan perbuatan yang ayah lakukan pada mendiang mama." Ucap Adi
"Dengan membiarkan Anda hidup dengan keluarga anda itu sudah lebih dari cukup." Ucap Vanessa
"Jaga kesehatan anda, besok saya akan menyuruh salah satu anggota BLS untuk mengantarkan anda kembali ke negara C. Dan perusahaan anda akan saya kembalikan lagi. Kelola perusahaan itu dengan baik, saya yakin Sinta bisa mengalahkan saya di dunia bisnis." Sambung Vanessa
Setelah mengatakan itu Vanessa memanggil teman-temannya, ia meminta pada salah satu temannya untuk memerintahkan Rizki bersama beberapa anggota BLS untuk mengantarkan Adi Pratama bersama keluarganya besok pagi.
Vanessa juga memberikan 2 kamar tamu yang ada di lantai paling bawah. Tidak lupa dengan penjagaan yang sangat ketat.
"Kenapa lo lepasin mereka nes." Ucap Vanya
__ADS_1
"Biarkan saja mereka hidup dengan tenang." Ucap Vanessa santai
"Tapi tuan Adi telah menghancurkan kebahagiaan lo, dan membuat lo menjadi ketua mafia." Ucap vinda
"Kalau gue balas dengan perbuatan yang sama, lalu apa bedanya gue dengan dia." Ucap Vanessa
"Tapi kita tidak bisa melepaskan begitu saja nes." Ucap viola
"Kalian tenang aja, walaupun mereka hidup di negara C, Jangan pernah berharap bisa lepas dari pengawasan gue." Ucap Vanessa datar.
Vanya,viola dan vinda hanya mengikuti ucapan Vanessa. Sedangkan satria dan Rino hanya diam di sofa, mereka melakukan pekerjaan yang dikirimkan oleh sekretaris mereka.
Begitu pula dinda dan tania yang mengerjakan semua email dari Irene,Putri dan Rani di ruang kerja mereka. 5 orang itu memang ditunjuk langsung oleh 4V untuk membantu mengelola perusahaan mereka.
Vanessa mencoba untuk berdiri karena ia ingin melihat adisya karena ketiga temannya sudah tidak ada di ruang medis, mereka membantu Tania dan dinda.
"Adis." Ucap Vanessa singkat.
Satria berdiri dari tempat duduknya, karena Rino sedang meeting melalui laptopnya. Satria membantu Vanessa untuk menuju ke ranjang Adisya. Satria juga mengambilkan tempat duduk untuk Vanessa.
"Kalau mau kembali panggil aja ya, Rino sedang meeting." Ucap satria. Vanessa hanya mengangguk. Satria meninggalkan Vanessa bersama Adisya.
"Dis, lo gak mau bangun." Ucap Vanessa yang memegang tangan Adisya.
__ADS_1
"Segera bangun dis, kita temui orang yang mencoba melukai lo." Ucap Vanessa.
Vanessa menceritakan semua yang ia alami tanpa Adisya bahkan kecelakaan yang Vanessa alami hingga menjadi seperti Adisya selama 1 Minggu juga ia ceritakan.
"Dis bangun, apa lo gak mau tertawa dengan apa yang gue alami." Ucap Vanessa. Tetapi Adisya sama sekali tidak bereaksi apapun, Adisya hanya terbaring dan dibantu beberapa alat untuk membantunya bernafas.
"Gue ada di ranjang sebelah lo dis,gue harap lo segera sadar." Ucap Vanessa.
"Kak." Ucap Vanessa. Satria pun menghampiri Vanessa, karena Rino masih disibukkan dengan pekerjaannya.
"Aku mau istirahat lagi." Ucap Vanessa. Satria pun menggendong Vanessa ala bridal style dan membaringkan Vanessa di ranjang yang ia tempati.
Karena permintaan Vanessa, Desy melepaskan infus yang tertancap di tangan Vanessa walau sebenarnya Vanessa masih lemah. Sehingga Vanessa bebas menggerakkan tangannya.
"Kamu boleh istirahat, tapi jangan sampai 1 Minggu atau 1 bulan." Ucap satria
"Iya kak." Ucap Vanessa.
Satria tersenyum mendengar jawaban Vanessa, Vanessa yang pertama kali melihat satria tersenyum pun sedikit terkejut. Karena satria bukan hanya tampan saat bersikap datar tetapi ia semakin tampan jika tersenyum.
"Iya-iya aku tampan." Ucap satria
"Apaan sih kak, udah sana kerja. Aku mau istirahat." Ucap Vanessa lalu membalikkan badan memunggungi satria.
__ADS_1
Satria menggelengkan kepala dan segera melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Vanessa kembali istirahat karena keadaannya masih terlalu lemah untuk melakukan aktivitas.
Rino tidak menghubungi keluarganya terlebih dulu karena ia dan satria berencana untuk membawa Vanessa ke mansion keluarga samudra.