I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 104


__ADS_3

Pagi harinya di markas BLS semua sedang berlatih. Vanessa dkk masih di ruang pribadi milik 4V untuk melancarkan penyerangan malam ini. Didalam ruangan itu juga ada tangan kanan 4V.


"Daffa,Rizki kalian nanti nyamar jadi anggota mereka. dan berikan ini pada para wanita agar saat terjadi ledakan di bagian itu mereka tidak terbakar." Ucap Vanessa menyerahkan 3 botol cairan pelindung kulit agar tidak terbakar.


"Pastikan mereka oleskan pada bagian tubuh mereka." Ucap Vanessa. Daffa dan Rizki pun menerima botol itu.


"Siap bos." Ucap mereka


"Vanya dan Irene kalian akan menyelamatkan anak kecil yang ada disana." Ucap Vanessa. Diangguk i oleh Vanya dan Irene.


"Bastian. Segera hubungi Alvian dan Kevin untuk segera datang dengan pasukan terpilih mereka. karena mereka akan menyerang bagian timur." Ucap Vanya. diangguk i bastian lalu ia pun menghubungi Alvian dan Kevin.


"Daffa,Rizki kalian nanti bantu Vanya dan Irene. jangan lupakan yang harus kalian bawa." Ucap Vanessa


"Viko, gimana bom yang udah gue suruh." Ucap Viola


"Tenang bos, bom sudah diatur dan akan meledak dalam waktu 5 menit." Ucap Viko tegas


"Pertama bikin kekacauan disana. Pastikan banyak anggota yang sudah tewas." Ucap Vanessa dingin


"Rudin segera hubungi adhin dan Erry agar mereka menyiapkan anggota terpilih dan menyerang bagian udara." Ucap Vinda tegas


"Baik bos." Ucap rudin lalu bergegas menghubungi tangan kanan negara I.


"Vin lo nanti ikut pasukan Alvian dan Kevin bersama kak Tania menyerang bagian timur." Ucap Vanessa datar. diangguk i Vinda


"Vio lo ikut pasukan Rudin dan Viko bersama kak dinda menyerang bagian barat." Ucap Vanessa datar diangguk i viola

__ADS_1


"Alvian,Kevin dan 20 anggota terpilih mulai menuju kesini bos." Ucap Bastian


"Begitu pula dengan Adhin,Erry dan 15 anggota terpilih meluncur bos." Ucap Rudin


"Bagus sekarang kita latihan." Ucap Vanessa datar


Mereka pun segera berlatih,berkali-kali ponsel Vanessa berbunyi tetapi sekarang bukan saatnya Vanessa untuk memperdulikan ponsel. Vanessa dkk berlatih dengan para Mafioso nya.


Mereka berlatih hingga siang hari, tanpa istirahat karena sudah tidak ada waktu untuk bersantai saat menghadapi green snake. Tidak lama pun Alvaro dan Kevin sampai di markas dengan helikopter pribadinya. begitu pula dengan Adhin dan Erry bersama anggota mereka.


Sedangkan Vanessa dkk sudah istirahat dan menuju ke lantai dasar. tangan kanan mereka pun sampai, para anggota bersalaman. lalu berkumpul di lantai dasar.


"DENGAR SEMUA MALAM INI KITA HANCURKAN MARKAS UTAMA GREEN SNAKE." Teriak Vanessa


"INGAT SALING MELINDUNGI JANGAN SAMPAI LENGAH MENGERTI KALIAN." Teriak Viola


lalu mereka bubar dan kembali ke aktifitas masing-masing. Vanessa dkk menuju ke lantai 4 diikuti semua tangan kanannya, sampai di lantai 4 Vanessa melihat ponselnya. ada 40 chat dan 35 panggilan dari nomor tidak dikenal. tidak lama nomor itu menelfon Vanessa, ia pun segera menerima panggilan itu.


"Sweety, nanti malam temui aku di cafe elite." Ucap seseorang dari seberang


"Gue sibuk." Ucap Vanessa datar


"Temui sebentar saja sweety." Ucap seseorang itu tetapi Vanessa tetap diam saja.


"Baiklah sekarang temui aku di cafe elite jika kamu tidak keberatan." Ucap seseorang itu


"Gue gak ada waktu." Ucap Vanessa ketus

__ADS_1


"Temui aku jika kamu tidak mau aku teror terus sweety." Ucap orang itu lalu mematikan panggilan secara sepihak.


Orang sinting. Batin Vanessa


"Van, ikut gue." Ucap Vanessa datar


"Mau kemana nes, ikut dong." Ucap Vinda dan Adisya


"Sementara gue sama vanya dulu kalau ada apa-apa kalian nyusul aja." Ucap Vanessa. diangguk i semua temannya.


Vanessa dan Vanya pun segera membersihkan badan dan memakai pakaian casual. Mereka pun segera menuju ke cafe elite dengan mobil Buggati Chiron milik Vanessa karena semua mobilnya sudah kembali padanya.


Sampai di cafe elite Vanessa dan Vanya segera turun, di depan cafe sudah ada 2 orang berpakaian hitam yang menunggu mereka.


"Mari ikuti kami nona." Ucap mereka


"Nes ini ada apa?" Ucap Vanya berbisik. mereka berjalan agak jauh dari 2 orang itu.


"Ini orang yang selalu neror gue, dia udah mau nampakkin diri." Ucap Vanessa datar


"Lo pikir hantu. nampakkin kata lo." Ucap Vanya ketus, sedangkan Vanessa hanya melirik Vanya sekilas.


Sampai di meja paling pojok mereka melihat 1 Pria sudah duduk disana dengan masker dan kacamata hitam. Vanessa dan Vanya pun saling pandang.


"Akhirnya kamu datang sweety." Ucap laki-laki itu lembut


Kok suaranya gak asing. Batin Vanessa

__ADS_1


lalu 2 anak buahnya menarik kursi agar Vanessa dan Vanya duduk disana. Vanessa dan Vanya pun duduk di depan laki-laki itu, tidak lupa dengan wajah datar dan tatapan tajam mereka.


__ADS_2