I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
Episode 12


__ADS_3

Mereka sudah sampai di sebuah butik yang begitu besar, bahkan ini seperti sebuah mall hanya saja di penuhi oleh baju dan gaun-gaun rancangan si pemilik butik. Baru saja memasuki ruangan itu mereka sudah disambut oleh pelayan-pelayan disana.


“hallo Mr. DeLucania, lama tidak berjumpa” sapa seorang pria yang yang mengenakan pakaian santai namun sangat menawan. “hai Mr. Kim tentu karena saya begitu sibuk” sapa kembali Arsean pada pria yang merupakan keturunan Korea Selatan itu sepertinya keduanya sangat dekat.


“Biar pelayanku yang mengurusi calon istrimu” ucapnya sambil menunjuk kearah Vanilla, seketika suasana menjadi begitu canggung ketik tidak ada sautan dari keduanya bahkan dari bodygroud dibelakan sana. “ekhh… calon istri saya disana” dengan tampa intonasi Arsean mengeluarkan suaranya dan menujuk soya yang tengah meemilih-milih gaun-gaun santai.


“maafkan saya, saya salah mengira” kim taehyung menggaruk tengkuknya canggung. “lupakan saja, apa yang kau ingin bicarakan “ Arsean mengalihkan perhatiannya setelahnya mereka pergi keruangan kerja Kim Taehyung meninggalkan Vanilla disana sendirian.


Perasaan tak nyaman mulai menjalar di hatinya “lupakan saja,ck” guman Vanilla sambil berdecak dan meremas baju nya, entahlah rasanya ia ingin menonjok wajah Arsean. “Arin kemari” teriak soya dengan lusuh Vanilla berjalan mendekati soya dan ia mendengarkan semua pendapat soya dan keluh nya tentang gaun-gaun itu.


Tak sengaja saat menunggu soya sedang mencoba gaun yang ia pilih Vanilla melihat gaun yang membuat matanya jatuh cinta dengan gaun itu. Ia melihat-lihat menyentuh bahan itu renda dan warnanya sangat bagus, warna pink soft namun terlihat berwarna putih juga. Sedangkan di sisi lain Arsean memperhatikan juga gerak-gerik Vanilla, tersenyum ketika sedang terpesona oleh gaun didepannya.


Vanilla segera menjauh darii gaun itu, ketika soya datang sambil memanyunkan bibirnya karena gaunnya kebesaran untuknya padahal mereka mencari gaun yang pas untuk soya sudah menghabiskan waktu 1 jam lebih. Vanilla menenggus pelan, ia harus merelakan waktu latihannya hanya untuk membantu tunangan dari orang yang pernah membelinya menyebalkan sekali. Jujur saja Vanilla ingin segara mengakhiri ini dan kembli untuk latihan fisiknya.

__ADS_1


“kau cobalah yang lainnya” ucap Vanilla pasrah ketika ia melihat wajah putus asa soya dan menyedihkan. “tapi semuanya tidak adak yang cocok saat aku memilihnya” balasnya sambil terduduk dan menyenderkan tubuhnya di sopa tampak menyedihkannya. “jika begitu ayo, aku pilihkan” Vanilla berdiri dari duduknya dan menarik lengan soya agar ikut berdiri dan mengajaknya ke beberapa rak gaun pengantin yang belum mereka datangi, gaun-gaun itu tampak berkilau dan juga mewah tentu saja Vanilla sempert tergiur namun ia lebih tergiur untuk segera pulang berlatih dan segera membalaskan dendam yang tertanam didalam hatinya dibanding dengan gaun-gau itu. "ada yang kau sukai ?” tanya Vanilla, Vanilla sempat bergidig ngeri kenapa dirinya menjadi seperti seorang pria yang tenah menemani memilih wanitanya gaun, beruntung ia ingat jika ia seorang wanita.


***


Diruangan itu Arsean terus tertawa kecil ketika melihat para gadis itu tengah kepusingan, entah Arsean tertawa atas tingkah soya atauh karena tingkah Vanilla yang terlihat sudah sangat malas berputar-putar. “tampaknya kau menyukai pelayan wanitamu” taehyung berkomentar melihat gerak gerik Arsean yang sedari tadi menatap Vanilla tampa henti.


“tidak saya tidak menyuainya” ucapnya membuang muka dari pemandangan yang sedari tadi ia lihat. Arsean keluar dari ruangan itu dan menghampiri mereka berduan. “apa kau sudah memilihnya ?” suara Arsean itu mengagetkan mereka berdua, dengan cepat soya berlari dan memeluk tangan Arsean manja da menggeleng menampikan wajah bodohnya menurut Vanilla itu sangat bodoh.


“aku belum medapatkannya” adunya, tangan Arsean mengambil sembaragan gaun dan melihatnya sebentar lalu menyeragkan pada soya. “coba lah” Arsean menyerahkan gaun itu pada soya dengan gembira soya membawa gaun itu keruang ganti di ikuti oleh pelayan perempuan untuk membantu soya menganti mengenakan gaun itu. “bolehkan saya meminta bantuan mu sekertaris Vanilla" kali ini Arsean berjalan mendekat kearah Vanilla, ia menatap lekat gadis didepannya. Vanilla terdiam tidak berbicara dan tidak mundur ia hanya berdiri tegak di tempat itu.


“apa yang kau lakukan disini" tentu saja Vanilla sangat terkejut atas kehadiran Arsean keruang gantinya, sebelum Vanilla membalikan tubuhnya Arsean lebih dahulu menahan Vanilla membuat tubuh bagiaan depannya terbentur kecermin dengan mudah Arsean memeluk tubuh Vanilla. “brengsek, apa yang kau lakukan ? lepaskan aku” Vanilla coba memberontak namun, ditahan oleh Arsean tentu saja tenaganya akan kalah oleh tenaga Arsean. “diam”  ucap Arsean dengan dingin, Arsean memajukan kepalanya dan meletakan wajahnya di punggu menutup matanya.


“apa yang kau lakukan ?” Vanilla was-was ia takut jika Arsean melakukan hal yang tidak-tidak nantinya. Hening tak ada jawaban dari Arsean, Vanilla dapatkan merasakan hembusan nafas dari belakang punggungnya. Vanilla menatap dirinya si cermin dia terdiam melihat posisi yang begitu canggung. Arsean mengakatkan kepalanya Arsean mendekatkan wajahya ke tengkuknya jenjang milik Vanilla sebuah kecupan mendarat disana.

__ADS_1


Vanilla membulatkan matanya, yang ia takutkan benaran terjadi, “apa yang kau lakukan ?”  Vanilla mencoba menjauhkan dirinya lagi, kecupan itu berubah menjadi isapan. “yah sialan, jangan lakukn itu” ucap Vanilla mencoba menahan ******* karena geli.


Sedangkan Arsean hanya tersenyum ditengah kegitan yang ia lakukan. Setelah puas meninggalkan beberapa bekas kebiruan dan puas mendengarkan rintihan dari Vanilla Arsean menghentikan kegiatannya. Arsean melepas pelukannya pada Vanilla.


Vanilla segera membalik tubuhnya ia siap untuk menapar Arsean namun tangannya ditahan Arsean, Arsean mendorong tubuh Vanilla agar merapat kembali pada cermin. “jangan berlebihan, beruntung saya hanya meninggalkan bekas di belakang sana bukan benih di rahimmu” bulu kunduk Vanilla berdiri merinding mendengar ucapan horor Arsean, terasa aliran darah berlaju dengan cepat entah bagaimana itu mampu membuat Vanilla merinding.


“sial” umpat Vanilla ketika Arsean sudah keluar, Vanilla menatap pantulan tubuhnya dicermi mendapati 5 bekas dari Arsean. “apa katanya tadi, gaun itu sangat cantik di tubuhku akhhh sangat menjijikan” dengan segera Vanilla melelas gaun itu dan meninggalkannya dia jijik untuk menyentuhnya lagi.


__________________________________________


[Jumat, 07 Januari 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah

__ADS_1


Wtpd : Safira Auliya Hamidah


Instagram : Safira19989


__ADS_2