I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 165


__ADS_3

Keesokannya Vanessa bersiap untuk menuju mansion keluarga samudra, dibantu oleh Tania karena sesuai ucapan Desy jika Vanessa tidak diperbolehkan untuk terlalu banyak bergerak jadi vanessa harus menggunakan kursi roda untuk sementara waktu karena luka diperutnya baru kering, jika Vanessa terlalu banyak bergerak maka jahitan itu akan terbuka kembali.


"Kita temui tuan Adi dulu ya nes." Ucap Tania


"Aku tidak perlu mengantarnya kak, biarkan mereka segera pergi dari sini." Ucap Vanessa datar


"Tapi..


"Maaf kak kali ini saja Vanessa menolak apa yang kakak ucapkan." Ucap Vanessa, Tania hanya bisa mengangguk saja.


Hari ini juga kepergian Adi,Diana dan Sinta kembai ke negara C. Tetapi Vanessa sangat enggan melihat kepergian mereka, karena Vanessa tau batasannya. Ia memberikan mereka kesempatan untuk mengubah kehidupan mereka tanpa mengusiknya, jika mereka mengusik Vanessa maka bersiap saja untuk menuju peti kematian mereka.


"Apa alasan kamu melepaskan mereka hemm." Ucap Tania lembut


"Karena dia mendonorkan darahnya untukku, jadi aku berikan kesempatan untuknya mengubah kehidupan mereka tanpa mengusik orang-orang terdekatku atau mengunjungi markas BLS negara C. Jika mereka melanggar kesepakatan yang telah dijanjikan maka mereka sudah siap jika harus dikubur hidup-hidup." Ucap Vanessa datar.


Semoga mereka menepati ucapannya nes. Batin Tania


Tidak lama pintu kamar Vanessa pun diketuk, setelah mendengar ucapan Vanessa yang menyuruh si pengetuk untuk masuk maka orang itu pun masuk. Dia adalah Rino.


"Kamu sudah siap princess?" Ucap Rino


"Sudah kak." Ucap Vanessa lembut.


"Kita berangkat sekarang ya, kak satria sudah menunggu di depan bersama kak Steve." Ucap Rino. Vanessa hanya mengangguk.


"Nessa pergi dulu ya kak." Ucap Vanessa. Tania pun tersenyum hangat.


"Jaga diri baik-baik ya nes." Ucap Tania lembut. Vanessa pun mengangguk.


Rino mendorong kursi roda Vanessa, teman-teman Vanessa sudah menuju ke kantor. Sedangkan Tania harus menetap di markas untuk menjaga Adisya bersama Desy dan Mona.

__ADS_1


Rino dan Vanessa menuju mobil yang disiapkan satria dan Steve, satria membukakan pintu untuk Vanessa dan ikut membantu Rino untuk meletakkan Vanessa di kursi belakang. Setelah meletakkan Vanessa, Rino dan satria berebut untuk duduk di samping Vanessa.


"Kak satria itu harusnya temani kak Steve di depan." Ucap Rino


"Pemilik mobil ini adalah saya. Jadi kamu harus duduk di depan." Ucap satria datar


"Tapi princess adikku, jadi hanya aku yang berhak duduk di sampingnya." Ucap Rino


Vanessa yang mendengar keributan antara satria dan Rino pun memijit kepalanya.


"Brisik, kalau begitu kak Steve yang harus menemani ku disini." Ucap Vanessa datar


"JANGAN HARAP." Ucap Rino dan satria ketus


Setelah mereka mengucapkan itu, mereka kembali berdebat. Vanessa semakin pusing, sedangkan Steve hanya diam saja. Dia enggan membuka suara untuk bosnya ataupun Rino.


"Jika kalian masih berebut, maka kalian harus naik taksi online dan biarkan aku bersama kak Steve menuju mansion keluarga samudra." Ucap Vanessa datar


"Ini mobil saya, dan Steve adalah sekretaris pribadi saya. Jadi kamu saja yang naik taksi online." Ucap satria datar.


Vanessa yang tidak tahan pun keluar dari mobil dan memerintahkan Steve untuk keluar dari mobil. Vanessa menyuruh Steve untuk duduk di kursi penumpang sedangkan Vanessa duduk di kursi kemudi.


"Berhenti berebut dan duduklah di kursi belakang. Kursi depan tidak menerima orang lagi." Ucap Vanessa datar. Ia sengaja meletakkan tasnya di kursi samping kemudi.


"Princess kamu belum sembuh jangan mengemudi." Ucap Rino


"Steve, beraninya kau menyuruh Vanessa." Ucap satria datar


"Jangan salahkan kak Steve, kepalaku semakin pusing mendengar kalian banyak berbicara. Lebih baik kalian segera masuk atau kalian berdua naik taksi online." Ucap Vanessa datar.


"Tapi princess..

__ADS_1


"Baiklah silahkan naik taksi online." Ucap Vanessa ketus.


Dengan cepat Rino dan satria duduk di kursi belakang bersama Steve. Steve harus duduk diantara mereka berdua agar tidak bertengkar kembali. Setelah melihat satria dan Rino masuk kedalam mobil, Vanessa segera mengunci pintunya. Vanessa menyeringai.


Vanessa awalnya melajukan mobil dengan kecepatan sedang, Steve pun sedikit khawatir setelah ia tau jika Vanessa adalah ketua mafia.


Jika Vanessa ketua mafia BLS maka ia juga yang dijuluki orang-orang the queen off racing SQUAD yang terdiri oleh 6 wanita cantik. Batin Steve


"Nona Vanessa bolehkah saya bertanya?" Ucap Steve


"Tentu kak tanyakan saja, dan berhentilah berbicara formal padaku." Ucap Vanessa datar


"Maaf sebelumnya jika saya menanyakan ini. Jika anda ketua mafia BLS maka anda adalah salah satu THE QUEEN OFF RACING SQUAD." Ucap steve. Satria dan Rino pun menoleh ke arah steve karena mereka masih belum mengetahui tentang kebenaran tentang ucapan Steve.


"Iya, aku salah satunya." Ucap Vanessa singkat dan santai


"Jadi kamu salah satu queen off racing." Ucap Rino


"Iyah kak. Nessa salah satunya, dan yang lainnya adalah teman-teman Nessa sendiri." Ucap Vanessa santai


"Jadi anda yang telah mengalahkan tuan Arjuna beberapa tahun yang lalu." Ucap Steve


"Emmm.. Iyah Nessa juga yang mengalahkan king racing, dengan taruhan mobil balap kesayangannya dan apartemen miliknya." Ucap Vanessa yang sangat santai mengatakan itu.


"Jadi kamu yang mengalahkan Arjuna." Ucap Rino dan satria. Vanessa hanya mengangguk.


"Wah.. akhirnya aku bertemu dengan orang yang mengalahkan Arjuna." Ucap Rino yang tiba-tiba antusias.


"Kakak kenapa sih?" Ucap Vanessa ketus yang melirik sekilas dari spion.


"Kakak bangga karena kamu bisa mengalahkan Arjuna princess, karena ia dari dulu menyombongkan diri sebagai king racing dan ternyata ia harus kalah dengan kamu." Ucap Rino yang tiba-tiba memancarkan kebahagiaan. Sedangkan Vanessa menggelengkan kepala melihat sikap Rino.

__ADS_1


__ADS_2