I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
Episode 29


__ADS_3

Arsean memendam kemarahannya dengan meminum alkohol nya dia tidak tau apa yang dia rasa tapi yang jelas dia kecewa atas tindakan Vanilla yang tidak memberi tahunya terlebih dahulu.


Tapi, dia juga cukup merasakan menyesal karena telah membentak Vanilla, dia tau itu juga bukan yang diinginkan oleh wanita itu. Sayangnya waktu telah berlalu yang hanya ada penyesalan disini.


Operasi untuk menyelamatkan Leona masih berjalan, yah sejak hari itu Arsean menyuruh beberapa orang untuk membentuk sebuah tim yang akan akan mencari titik terang keberadaan leona. Bahkan Akhtar membantu dalam pelacakan itu disertakan dengan samuel.


Tapi, Arsean tidak bisa fokus dengan hal itu iya masih rasa bersalahnya pada Vanilla yang membuat wanita itu pergi entah kemana ini sudah memasuki bulan ke-2 entah dimana wanita itu. Seakan lenyap dari muka bumi ini sosoknya tak pernah di temukan.


Bukan Arsean yang tidak mencarinya dengan baik tapi, Arsean melakukan hal yang sama seperti dia mencoba mencari leona dia juga mencari Vanilla dengan keras. Bahkan Ibunya sempat ikut turun tangan akan hal ini ibunya yang berada di korea selatan terbang ke Amerika hanya untuk membantu mencari menantu nya yang entah dimana. Bahkan Ibu Arsean itu sudah memarahi Arsean karena keteredorannya.


Arsean sudah sangat frustasi dengan hal ini, dulu dia tidak pernah merasakan hal ini dan sekarang dia dilanda dengan hal yang benar-benar bisa memecahkan kepalanya.


******


Disebuah pinggiran kota dia menumpang hidup selama dua bulan, dengan rasa yang terus membara dan kekecewaan dia terus melancarkan aksinya sebagai pembunuh bayaran tentu untuk bertahan hidup dan melancarkan rencana picik nya.


"Terima kasih Sir kamal" wanita itu tersenyum dan berucapkan terima kasih ketika pria keturunan arab itu menyerahkan sebuah aplok coklat dan wanita itu check terlebih dahulu. "Yah, apakah kau masih tetap teguh dengan pendirian mu ma'am ?" Kamal masih memandangi wanita yang menjadi pakner nya itu. "oh come on sir, i've been talking if i'm married and can't be with you. but if you kill a hitman you can call me sir. this is just right, if so excuse me" wanita itu berbicara dengan nada dingin jelas saja sejujurnya dia tidak pernah ramah kecuali untuk pekerjaannya. "Jika kamu sudah menikah dimana suami mu ? Pria macam apa yang membuat mu mengandung dan menelantarkan mu bahkan sampai kamu berkerja dengan taruhan nyawamu ?" Wanita itu sudah menjauh beberapa meter dia memberhentikan langkahnya dan membalik setengah tubuhnya.


"Dia ada, hanya saja saya tidak menyukai bergantung diri pada siapapun" tak ingin memperpanjang lagi perdebatan dia segera berjalan dengan cepat.


Wanita yang tengah mengandung itu adalah Vanilla wanita yang sudah menghilang selama dua bulan ini bukan tanpa sebab ataupun tanpa alasan. Yah dia memilikinya, jika Vanilla melakukan itu juga untuk mengeluarkan leona dia cukup merasa bersalah pada rekan kerjanya itu. Vanilla juga sesekali dia akan mengontrol melihat perkembangan jonn yang masih dirumah sakit. Beberapa waktu lalu Vanilla mendengar jika keadaan jonn sempat turun dan terlelap di komanya yang cukup lama.


Terakhir kali dia melihat kerumah sakit itu satu minggu kemarin, sekalian dia check up dia juga mampir untuk melihat perkembangan rekannya itu dan akhirnya pria itu sudah tersadar dari komanya itu. Vanilla cukup senang akan hal itu jadi dia tak harus merasakan penyesalan lebih lama lagi. Saat ini tinggal satu lagi yaitu mencarj tentang leona.


"Melelahkan sekali" Vanilla menguap karena tidak bisa dipungkiri jika dirinya merasakan lelah dan kantuk ketika pukul sudah menunjukan 01:34 AM, dari kebanyakan ibu hamil mungkin mereka sudah terlelap tidak dengan vanilla yang masih berkeliaran di luar dengan senapan besar yang dia selempangkan.

__ADS_1


"Apa kau lapar ? Padahal kau sudah makan bukan satu jam yang lalu. Kenapa kau gampang sekali laparnya, baiklah aku akan tetap belikan" Vanilla masuk minimarket yang buka 24 jam di sana. Dia sedang memilih-milih makanan dari banyaknya makanan cepat saji tak ada pun yang menarik untuk Vanilla keputusan akhirnya dia membeli roti rasa susu dan minuman yang bernutrisi tinggi.


Setelah membayarnya Vanilla langsung membukanya dan memakannya barulah dia keluar dari minimarket itu, sebelumnya kasir disana juga menatapnya aneh tapi Vanilla sudah biasa dengan tatapan menghakimi itu hanya diam dan tak perduli.


Tepat saat akan memasuki suapan terakhir dia menatap intens sebuah mobil sport melintasinya dan menemukan sebuah mobil yang membuatnya membulatkan matanya. Dengan segera dia mencari tumpangan kebetulan ada beberapa mobil yang juga kearah yang sama.


Dia melambai-lambaikan tangannya berharap pengemudi itu mau memberinya tumpangan. Beruntung ketika pengemudi itu benar-benar menepi setelahnya dia membukakan kacanya.


"Ada apa nona ?" Vanilla kaget ketika melihat Arga Lingga, vanilla menyisikan hal itu terlebih dahulu. Dia juga yakin jika arga tidak akan mengenalinya karena mengubah beberapa bentuk wajahnya seperti mata dan bibirnya tentu menggunakan make up belum lagi make up nya yang tebal. "Ekhm, sir can you give me a ride ?" Vanilla berharap suaranya berubah yah karena dia mencoba mengubahnya.


"Of course ma'am, come in" arga tersenyum membolehkan Vanilla menumpang, tanpa ba bi bu lagi dia masuk, dan memberi tunjukan pada arfa untuk mengikuti boleh tadi. Sedikit terkejut ketika nyata Arga pun sedang mengejar mobil itu.


"Kenapa kau mengejar mobil itu nona ?" Vanilla sempat gugup ditanya seperti itu tapi sebisa mungkin dia tenang "saya mengejarnya karena rekan saya berada didalam sana, bagaimana dengan tuan kenapa kau juga mengejarnya ?" Vanilla menatap sekilas arga yang sedang fokus dengan kemudinya "saya sedang mengejar pengkhianat yang berada disana" Vanilla mengangguk, "siapa ?" Vanilla tidak bisa menyembunyikan penasarannya akan hal yang arga lakukan.


"Leona, wanita sialan itu pengkhianat" kaget jelas Vanilla kaget bagaimana arga berucap seperti itu. Apa leona dan arga memiliki hubungan ?. "Mengkhianati bagaimana ?" Vanilla semakin penasaran dengan arga, bukan bukan arganya tapi cerita mereka. "Dia membocorkan rahasia kelompok saya membuat kekacauan. Dasar rubah tidak tau diri" Arga terus mengumpati leona, sedangkan Vanilla pura-pura tuli saja dan menatap luar jendela.


Tepat saat arga keluar dan disusul dari belakang sana yang merupakan anak buah arga, Vanilla tidak keluar dia menatap menunggu mereka sibuk terlebih dahulu. Tak lama saat mereka adu mulut Vanilla melihat jika leona masih didalam mobil itu menyelinap keluar dan masuk kemobil hitam yang ditempati leona.


Leona kaget dengan kehadiran orang asing yang menduduki kursi pengemudi itu. Wajahnya tertutup oleh kupluk hoodi yang dikenakan orang itu. Dan kebetulannya kunci mobil itu tergantung ditempatnya maka dengan segera orang itu langsung melajukan mobilnya.


Vanilla menyadari jika leona hendak teriak dia segera menarik kupluknya dan membenarkan rambutnya, terpang-panglah wajah pucat tanpa riasan milik Vanilla tak lupa dengan pipi tirus dan kantung mata yang tebal. Membuatnya beda dengan Vanilla yang biasanya. "Siapa kau ?" Tanya leona sedikit membuat Vanilla tersingnggung apa sebegitu jeleknya dia dengan perubahan ini sampai banyak orang yang tidak mengenalinya.


"Kau tidak usah tau" sebelum dia meninggalkan tempat itu dia sempat melihat orang-orang kaget ketika Vanilla membawa mobil itu, agar tak ada yang bisa mengejarnya sengaja Vanilla membawanya ke sebuah jalan kecil yang melewati pemukiman kumuh yang biasanya di tempati oleh pengemis dan dijadikan panti jompo untuk orang-orang yang sudah baya tidak memiliki biaya lagi untuk hidup. Mereka hidup disana ditampung oleh relawan dan pemerintah.


Leona sempat merasakan takut ketika dia dibawa ketempat seperti itu, tapi ketika ketika Vanilla berhasil keluar dari tempat itu kejalan raya dia merasa lega. Dia melirik Vanilla yang berkeringat dia mentelak-telak wajah itu, leona merasa tidak asing tapi dia tidak dapat menemukan siapa dia itu.

__ADS_1


"Ada apa ?" Tanya Vanilla dengan nada judes. Vanilla melajukan mobilnya sesekali menyalip beberapa mobil dia sudah tidak sabar untuk kembali kehadapan arsean. Bukan, bukan untuk kembali padanya dia hanya akan mengembalikan barang milik pria itu yang pernah dia pinjam tapi tak beruntung malah dia hilangkan, karena kini sudah menemukannya jadi dia berinisiatif untuk mengembalikan barang itu.


"Tidak, tapi kau terlihat tak asing" ucap leona sambil membenarkan posisinya, dan Vanilla mulai waspada, bukan takut dia ketahuan tapi takut ketika leona memberontak. Untung Vanilla menyadari hal itu langsung melumpuhkan perlawanan itu. "Leona sialan ! Diam tidak" Vanilla membanting setirnya agar tidak menabrak mobil lain, mobilnya sempat oleng untung saja dia bisa mengontrolnya.


"Diam sialan, aku masih belum ingin mati" perlahan Vanilla menyisihkan mobil yang dia kendarai, dia mengambil tangan leona yang sedang memberontak itu, Vanilla menusukan jarum kecil dalam hitungan detik itu leona pingsan. Itu adalah duri dari tanaman yang hanya terdapat di Sulawesi Indonesia. Vanilla pernah belajar tentang gatah dari tumbuhan itu dari alan dan dia juga minggu kemarin mendapatkan pohon itu dari klaen nya yang merupakan orang Indonesia, katanya sebagai hadiah.


Tidak perlu khawatir itu hanya akan membuat dia pingsan dan mati rasa untuk beberapa saat, setelahnya Vanilla kembali menggas meninggalkan tempat itu sebelum dia kembali dikejar oleh arga.


******


Vanilla masuk kemarkas Arsean dengan menompang tubuh leona yang masih terpengaruh oleh racun getah itu. Vanilla sempat diisir oleh anak buah Arsean namun ketika melihat siapa yang dia bawa, Vanilla dipersilahkan masuk dia menjadi pusat perhatian ketika dikolingdor.


Pintu ruang Arsean tertutup, Vanilla menendangnya beberapa kali agar terbuka perduli setan tentang kesopan santunan. Tak lama pintu dibuka oleh Samuel yang menatapnya kaget dan Arsean yang berdiri tak jauh dari pintu menatanya kaget namun kembali menatapnya datar.


Vanilla membawa leona kedalam sampai berdiri dihadapan Arsean, tanpa banyak bicara lagi Vanilla mempar wanita itu ke tubuh Arsean. "Tuan, saya kembalikan barang yang pernah saya pinjam. Maafkan saya jika barang anda ada yang rusak" ucap Vanilla dengan dingin begitupun dengan tatapannya yang menatap Arsean dingin.


Tak ada reaksi dari Arsean Vanilla meninggalkan tempat itu, baru beberapa langkah dia membalik setengah badannya kembali menatap Arsean yang tak berkutik dari tempatnya. "Ohyah tuan, hati-hati dengan dia karena dia bisa saja bocor membuat anda menyesal, tapi tidak karena menurut anda dia lebih berharga bahkan dari pada istrimu sendiri" setelahnya Vanilla benar-benar melangkah pergi dari sana bahkan ketika Arsean dan Samuel memanggil namanya.


Dia menganggap bahwa ini akhirnya, dia akan melangkah untuk balas dendam seorang diri tanpa bantuan siapapun lagi.


____________________________________________


[Rabu, 31 Maret 2021]


Author : Safira Aulia Hamidah

__ADS_1


Follow Ig : Safira19989


Follow Wtpd : Safira Auliya Hamidah


__ADS_2