
"Hahahaha lo pikir gue takut." Ucap vanya dengan tawa mengejek. Ibu sharon semakin marah karena vanya semakin memancing emosi.
"Vanya sekali lagi kamu memancing emosi ku, pisau ini akan kulempar dan mengenai tubuhmu." Ucap ibu sharon dengan nada mengancam. Vanessa dan vanya pun tertawa.
"Hahaha pisau kek gitu dilempar ke kita." Ucap vanya tertawa
"Haha padahal kita sendiri sering memegang yang lebih dari itu hahaha." Ucap vanessa dengan nada mengejek
"Permisi nyonya ancaman anda tidak akan mempan, kita sudah sering memegang yang lebih dari itu." Ucap vanessa tersenyum miring.
"Apa maksudmu." Ucap sharon
"Hei bocah ternyata kau tidak diajarkan sopan santun ya." Ucap vanessa dingin. Sharon pun terdiam karena ucapan vanessa.
Tidak lama rudin dan daffa datang karena vanessa memanggil nya, vanya hanya mengerutkan dahinya untuk apa rudin dan daffa datang.
"Halo bos kembar." Ucap rudin. Vanessa dan vanya pun memutar bola matanya malas.
"Ada tugas apa bos?" Ucap daffa. Sharon yang melihat kedatangan rudin dan daffa sangat kagum karena memang tangan kanan 4V di berbagai negara sangat tampan.
__ADS_1
Tampan sekali mereka berdua, apakah salah satunya kekasih vanya?,gak boleh aku harus dapatkan mereka. Mereka pasti kaya raya dan aku bisa menjadi nyonya besar di kehidupan masa depan. Batin sharon
"Kak vanya itu kekasihnya ya." Ucap sharon, vanessa dan vanya pun terkejut karena sharon tiba-tiba memanggil vanya dengan sebutan kakak.
"Sejak kapan gue punya adik kayak lo coba, nyokap gue gak pernah ngelahirin cewek kayak lo." Ucap vanya sinis
"Kakak kok gitu sih." Ucap sharon sambil berjalan mendekati vanya.
Ini bocah apa-apaan sih. Batin vanya
"Van dia bersikap aneh karena adanya daffa dan rudin." Ucap vanessa sambil berbisik.
"Bawa mereka berdua ke markas." Ucap vanessa lalu melenggang pergi meninggalkan ruangan itu.
Tidak lama vanya pun meninggalkan ruangan itu dan masuk ke dalam mobil lalu melesat pergi agar mamanya tidak bertanya apapun karena papa vanya sudah berada di dalam mobil. Vanessa,irene dan vinda juga melesat pergi tetapi arah mereka berbeda. Karena vanessa dan irene harus ke tempat adisya untuk pertemuan dan pengenalan pemimpin serta sekretaris pribadi yang baru.
Vanessa dan irene menuju ke rumah adisya untuk berangkat ke perusahaan V'LI CORPORATION. Mereka melesat bahkan banyak yang memandang vanessa dan irene karena bagi orang-orang tidak biasanya perempuan akan naik motor, kebanyakan perempuan lebih suka dengan mobil. Tetapi tidak untuk vanessa dkk mereka lebih suka dengan sederhana.
Tidak lama vanessa dan irene pun sampai di rumah milik keluarga adisya. Disana hanya ada adisya saja karena kedua orang tuanya sudah berangkat bekerja. Sampai disana vanessa dan irene langsung masuk karena kata pelayan keluarga adisya, adisya masih dikamar.
__ADS_1
Sampai di kamar adisya, vanessa dan irene sengaja tidak mengetuk pintu kamar adis, mereka masih melihat adisya sedang tidur. Padahal adis sudah memakai baju yang rapi tetapi ia malah tertidur. Irene pun berniat mengerjai nya.
"ADISS... BANGUUUNNNN." Teriak irene di telinga adisya hingga adis bangun.
"Haaaaaa.. sialan lo ren huaammm." Ucap adisya sambil menguap.
"Hihihi lah lo sih udah pakai baju rapi gitu malah tidur." Ucap irene. Vanessa hanya menggulingkan kepala.
"Gue ngantuk kalian berdua sih lama banget." Ucap adis lalu melihat jam tangannya.
"Hah pukul 8. Lo berdua darimana aja. Mama pasti ngomel nih nanti. Udah yuk berangkat." Ucap adisya. Lalu beranjak dari tempat tidur dan Saat akan keluar adis berbalik ke arah vanessa dan irene.
"Oh iya lo berdua kesini naik apa." Ucap adisya
"Motor." Ucap vanessa dan irene serempak.
"Nih topeng dari mama, kalau kita kesana pakai ini aja." Ucap adisya menyerahkan 2 topeng berwarna gold.
"Udah yuk cepet nanti mama marah lagi." Ucap adisya lalu menarik tangan vanessa dan irene.
__ADS_1
Mereka memakai motor sport masing-masing, melesat menuju ke V'LI CORPORATION dengan kecepatan penuh. Karena jalanan sedang sangat sepi.