I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 86


__ADS_3

Tidak lama dean dan yang lainnya pun keluar mansion. Saat dean menaiki mobil barunya tiba-tiba rasanya aneh pas ia cek pun semua ban mobil miliknya kempes.


"PPPRRIINNNCCCEEEESSSSSSS...."Teriak dean.


------------------


Vanessa menuju ke mall sendirian, sampai di parkiran vanessa langsung turun tetapi ia mendengarkan teriakan seorang wanita.


TOLONGG....BAYIKUU...TOLONGG...


"Kayak ada yang minta tolong." Ucap vanessa menoleh ke belakang lalu ia melihat 2 orang berpakaian hitam dan bertubuh kekar menggendong bayi.


Vanessa pun menghalangi 2 orang itu. Mereka terkejut karena dihalangi vanessa.


"Heh gadis minggir gak." Ucap salah satu orang itu


"Hoho tidak." Ucap vanessa santai


"Habisin dia lalu kita lari." Ucap orang yang menggendong bayi. Bayi itu menangis.


HIAA


Bugg..bugg..plakk..krekk..bugg..

__ADS_1


Orang itu langsung tumbang karena titik kelemahannya di pukul vanessa.


"Serahin bayi itu atau lo gue kirim ke neraka." Ucap vanessa datar.


"Oke gue serahin." Ucap orang itu lalu melemparkan bayi ke atas sehingga vanessa terkejut.


Dengan cepat vanessa menendang dada laki-laki itu hingga ia tidak dapat bernafas lalu vanessa mengangkap bayi itu.


"PERGI LO BERDUA SEBELUM GUE BERUBAH PIKIRAN." Bentak vanessa, dengan susah payah 2 laki-laki itu pun lari meninggalkan vanessa.


"Sssttt adek jangan nangis ya kamu sudah aman kok." Ucap vanessa menggendong bayi itu. Tidak lama ibunya pun datang dengan beberapa security.


"Haduh makasih ya dek sudah selamatkan anak saya." Ucap ibu itu sambil mengambil bayi nya.


"Sama-sama bu, lain kali jaga baik-baik ya bayinya." Ucap vanessa. Diangguk i ibu bayi itu.


"Udah bapak gak usah dipikirin lagi deh. Saya permisi dulu." Ucap vanessa lalu meninggalkan orang-orang itu.


Semoga kita bertemu lagi. Batin ibu itu


Vanessa berjalan memasuki mall, ia melihat-lihat toko baju karena ia ingin menambah baju casual nya. Setelah itu vanessa keluar dan ke restoran untuk minum dan membuka email nya.


Ia memesan vanilla latte dan cookies lava. Ada sepasang mata yang mengamati vanessa, ia tersenyum menyeringai, vanessa mengotak-atik ponselnya.

__ADS_1


"Sweety ingin rasanya aku nyamperin kamu. Tapi belum saatnya sweety." Ucap laki-laki itu.


Lalu laki-laki itu mengeluarkan ponselnya dan memotret vanessa dari jauh. Ia tetap memperhatikan vanessa dari jauh.


"Banyak banget sih berkas nya. Pusing gue." Gumam vanessa lirih.


Vanessa pun segera menyelesaikan pekerjaannya, karena hari ini ia sangat malas untuk ke perusahaan.


"Lah gue tadi kan awalnya mau ke cafe BLS kok pikiran gue sampai ke sini." Ucap vanessa lalu menepuk jidatnya.


Vanessa menyelesaikan pekerjaannya dan segera meninggalkan mall itu. Dengan cekatan tangan vanessa bergerak dengan cepat, setelah itu ia membayar tagihan minum dan makanannya. Lalu ia meninggalkan restoran itu, vanessa tetap ada yang mengikutinya dari belakang, ia sudah bisa merasakan itu.


Vanessa pun berlari agar segera sampai ke parkiran dan menuju mobilnya dan meninggalkan mall itu. Vanessa melaju dengan kecepatan penuh, ia ingin menuju ke apartemen karena masih malas untuk pulang. Vanessa lewat ke jalan tikus agar tidak diikuti seseorang yang suka ngikutin vanessa.


"Huh siapa sih ngikutin gue, udah dong gue capek dikejar-kejar mulu." Gumam vanessa lirih


"Tambah gede bukan berkurang yang gangguin malah makin tambah." Sambung vanessa.


Sampai di apartemen ia segera masuk, disana ia melihat irene dan vinda sedang bermain PS. Vanessa segera menuju ke kamar dan tidur karena dia merasa kepalanya pusing.


-----^^^^-----


Halo readers besok author bakal rilis novel kedua tungguin aja ya:)

__ADS_1


Oh iya jangan lupa untuk Like,Comment dan VOTE ya biar author lebih semangat buat up 💚


Terimakasih


__ADS_2