
pukul 06:16 AM, dia berjalan menuju meja makan yang kebetulan baru ada Samuel dan leona keduanya sedang menyantap makanan mereka. "Selamat pagi Vanilla" sapa Tomlinson saat arin sudah bergabung duduk diantara leona dan Tomlinson "selamat pagi juga" balas Vanilla dia kembali melipatkan kedua tangannya diatas meja.
"Ingin aku buat sandwit sepertin biasa ?" Tawar leona dan Vanilla mengangguk, ini sudah ke 10 harinya mereka disini, mereka belum melakukan apapun hanya mengawasi mereka secara jauh. Rencananya hari ini leona akan masuk kesana atas rekomendasi orang dalam. "Terima kasih" Vanilla menerima sandwit pemberian leona, sebenarnya selama disini dia tidak pernah merasakan sick morning lagi tapi lebih seperti menginginkan sesuatu yang terkadang menurut dia diluar nalar. "Leona bisakah kau membantu ku ?" Vanilla bertanya terlebih dahulu, "tentu" leona mengangguk baginya semua yang diucapkan oleh Vanilla itu perintah. "Tolong usap kelapaku selama aku makan, aku mohon" leona sempat merasa aneh namun dia tetap melakukan hal itu.
****
Waktu telah berganti sekarang sudah siang dan mereka sepakat untuk melakukan operasi yang mereka rencanakan mulai hari ini. "Ingat kita saat ini hanya membutuhkan data-data penting dan jangan sampai ketahuan. Hari ini aku akan bertemu dengan beberapa orang pengkhianat di kelompok itu" instruksi Vanilla pada semuanya, mereka mengangguk. Selain leona yang akan menyusup ada juga jonn akan mencari kelemahan tempat itu, agar dimana nanti mereka dengan mudah membobol tempat itu.
Semuanya telah meninggalkan tempat itu Vanilla yang mengenakan dress diatas lutut dan sedikit ketat membuat tubuhnya terbentuk disertakan dengan riasan tebal, dia meninggalkan kesan natural nya agar tidak ada mengenalinya. Mungkin saja mereka mengenali dia karena dia istri Arsean De Lucania maka dari itu setidaknya dia harus mengubah sedikit tidak,tidak bukan sedikit tapi banyak dari fasion sampai riasan dia udah itu bukan sedikit namun banyak.
Vanilla bertemu dengan seorang pak tua di caffe, "lama menunggu tuan Oh ?" Tanya Vanilla sambil duduk bersebrangan dengan pria tua yang bermarga Oh itu. "Tidak nona cantik" dia mengedipkan sebelah matanya genit pada Vanilla dan Vanilla hanya tersenyum saja, sebenarnya arin sendiri jijik setangah mati.
"Jadi bagaimana tuan Oh dengan tawaran saya" Vanilla tak ingin basa basi lagi jadi dia langsung keinti dari pertemuan ini. "Nona anda terlalu terburu-buru" Tuan oh mengeluarkan sebuah kartu pengenal yang bisa mengakses kedalam gerbang sana. "Waktu adalah uang tuan" ucap Vanilla dengan sengaja dia buat seksi.
__ADS_1
Di saat Vanilla tengah bernegosiasi dengan pria tua itu, Arsean baru saja keluar dari kamar mandi dia terlihat pucat dan sedikit lemas dari biasanya. "Kau yakin kau baik-baik saja ? Masih tak ingin diperiksa kedokter ?" Tanya Samuel yang sedang berada diruangan itu. Sebenarnya ini bukan pertama kali Arsean mengalami muntah-muntah tapi dia sering merasakan mual semenjak 1 minggu lalu. Arsean rasa dia tidak salah makan dan tidak memiliki riwayat alergi tapi kenapa dia sering muntah.
"Tidak saya baik-baik saja, siapkan dokumen untuk meeting dengan klien saja" Arsean mendudukan dirinya dikursi dia memijit pangkal hidungnya. Tak lama sekertaris yang bernama Klau Park datang membawa teh hangat, "terima kasih" Arsean mengambil teh hangat itu mempersilahkan bawahannya untuk kembali bekerja.
Arsean berpikir kenapa akhir-akhir ini dia dan Vanilla sering muntah-muntah apa dimakanan nya terdapat sebuah racun ? Arsean mendekatkan teh yang di bawa klau mendekat hidungnya dia menghirup aromanya tak lama dia merasakan mual kembali "sialan" Vanilla langsung bangun dan memuntahkan cairan saja. "Benar-benar tidak beres" pikir Arsean racun jenis apa yang membuat dia tidak mengetahuinya.
Apa mungkin jika Vanilla hamil ? hal itu pernah terlintas dipikiran Arsean namun segera ia hempas jauh-jauh pemikiran itu karena dia tahu jika Vanilla tidak ingin mengandung anak nya itu terbukti jika setelah mereka melakukan hubungan Vanilla akan langsung meminum pil pencegah kehamilan.
******
"Bagaimana sekertaris Kamal apa sulit ?" Mereka menerapkan sistem profesional jika sudah waktu jam kerja tim itu sudah mulai mereka harus melukaan sebentar masalah pribadi mereka agar tidak berlebihan. "Sedikit ketua, tolong tunggu sebentar lagi" Tomlinson menaikan keatas kacamata nya yang menangkring di pangkal hidungnya. Vanilla mengangguk "jika begitu saya akan keluar sebentar" Vanilla keluar dengan membawa pistolnya untuk menjaga-jaga.
Kali ini Vanilla keluar hanya untuk ke minimarket yang berada didaerah itu, hanya untuk mengawasi beberapa pergerakan musuh karena tempat itu strategi untuk mengitip lawan disana. "Aku ingin ini" Vanilla semakin menutupi wajahnya dengan topinya, Vanilla kira dia salah mendengar suara itu tepat setelah dia melihat dari pantulan kaca siapa yang berada dibelakang nya itu.
__ADS_1
Itu soya sialan yang membuatnya terjebak dalam pernikahan tak tentu arah ini, Vanilla sedikit penasaran pada seseorang pria jangkung yang berada disisi soya dia mengintip. Alangkah terkejutnya ia melihat tubuh seorang beomgyu biar Vanilla ungkit kembali, dimana dia bertengkar dikapal pesiar bersama kekasihnya dan itu adalah beomgyu yang sewaktu itu Tomlinson ungkit pria yang sama sialanya yang menjualnya menjadikan dirinya begitu rendah.
"Ambilah, tapi ingat jangan terlalu banyak mengambil barang aku bukan Mr. De Lucania yang sangat kaya tunggu aku menghancurkan mereka barulah kamu bisa berbelanja sepuasnya" Vanilla tersenyum miris mendengar ucapan boemgyu, rasanya ini sangat memuakan ketika dia mendengar ucapan soya yang begitu manja pada beomgyu dia sirik dan iri seharusnya jika ini semua tidak terjadi maka dia yang akan bersama dan melakukan hal yang manja pada beomgyu bukan orang itu.
Tapi tak apa, bukan kah mereka cocok pengkhianat bertemu dengan pengkhianat. Vanilla masih melamun disana sampai akhirnya ponselnya berdering dan itu dari jonn.
"Iya" Vanilla langsung menjauh dari kedua orang itu mengambil satu makan dengan asal dan membawanya menuju kasir. Soya dan beomgyu sempat menengok kearah arin ketika dia mengeluarkan suaranya keduanya merasa familiar dengan suara arin namun sepertinya mereka menolak untuk mempercayai diri sendiri jika itu benar-benar Vanilla.
_____________________________
[kamis, 17 Maret 2021]
Author : Safira Aulia Hamidah
__ADS_1
Follow Ig : Safira19989
Follow Wtpd : Safira Auliya Hamidah