
Keesokannya vanessa baru bangun pukul 8 pagi,ia bergegas mandi tetapi tidak ingin makan dulu karena ia harus latihan di belakang mansion. Di belakang mansion terdapat tempat latihan,menembak,memanah milik dean kakak pertamanya. Vanessa segera kesana mengenakan celana jeans pendek dan kaos putih polos. Karena ia sedang malas untuk bepergian jadi ia berniat untuk bersantai saja.
Sampai di tempat latihan memanah vanessa mengambil busur dan anak panah, dengan segera vanessa lesatkan dan menancap pas ditengah papan itu. Vanessa melesatkan 3 anak panah hingga yang pertama dan kedua jadi terbelah. Vanessa tidak menyadari bahwa di gazebo ada kakak pertamanya dan teman-temannya yang sedang merencanakan pembangunan tempat gym, mereka melihat vanessa yang begitu lihai dalam memanah. Dean yang melihat anak panahnya terbelah sangat terkejut.
"PRINCESSSSS...." Teriak dean. Vanessa pun terkejut.
"Oh halo kakak." Ucap vanessa sambil melambaikan tangan kepada dean. Dean pun menghampiri vanessa.
"Aduh firasat gue gak enak nih." Gumam vanessa lirih, dean menjewer telinga vanessa.
"Aadduuhh kakak sakitttt..." Teriak vanessa
"Kamu itu kalau mau latihan ya latihan aja tapi jangan dibelahin gini dong anak panahnya." Ucap dean melepaskan jewerannya.
"Yaampun kak cuma anak panah doang kan bisa beli lagi." Ucap vanessa santai sambil mengusap-usap telinga nya. Dean pun gemas dan mencubit pipi vanessa.
"Masalahnya itu anak panah kakak buat sendiri." Ucap dean
"Yaudah sih kak nanti nessa bantuin deh buatnya." Ucap vanessa mengusap kedua pipinya yang di cubit dean.
"Lihat semua teman kakak bengong melihat kamu begitu lihai dalam memanah belajar dari mana." Ucap dean.
Duh ogeb banget gue gak lihat keadaan. Batin vanessa
__ADS_1
"Kak dean nessa bukan hanya bisa beladiri tetapi juga bisa memanah dari dulu." Ucap vanessa karena memang ia bisa itu semua pernah mengikutinya waktu masih sekolah di negara C. Tetapi dean kurang sedikit percaya.
"Kamu pikir kakak percaya." Ucap dean memicingkan matanya.
"Kakak lupa ya, nessa disini karena apa dulu pertama datang." Ucap vanessa,lalu dean pun berpikir.
"Oh iya kamu kan jago beladiri." Ucap dean, vanessa pun bernafas lega.
"Tapi kamu tidak pernah cerita kalau bisa memanah." Ucap dean.
Haduh ribet bangt ngomong sama kamu kak. Batin vanessa
"Kakak kalau vanessa cerita apa kakak akan percaya." Ucap vanessa dibalas gelengan oleh dean.
Ayolah kak percayalah. Batin vanessa
"Huh baiklah kakak percaya, tapi anak panah kakak princess." Ucap dean.
"Kita buat sama-sama ya kak. Vanessa belum makan dadah kakak." Ucap vanessa lalu berlari meninggalkan kakaknya.
"Princess.. hei kakak belum selesai..." teriak dean tetapi vanessa tetap berlari ke dalam mansion.
"Huh hampir saja, lain kali gue harus jaga-jaga nih." Gumam vanessa lirih lalu menuju kr meja makan dan langsung makan.
__ADS_1
Vanessa bersiap menggunakan pakaian casual nya, memang rumah vanessa sudah sepi karena keluarga nya pergi dengan kesibukan mereka. Vanessa berniat untuk jalan-jalan sendiri ke mall karena teman-temannya sedang malas. Vanessa turun dari kamar dan di ruang tamu ada kakak dan teman-temannya salah satunya adalah satria.
Duh dia lagi dia lagi. Batin vanessa
"Kak dean nessa mau keluar." Ucap vanessa.
"Kamu mau keluar sama siapa." Ucap dean sambil memegang berkas di tangannya.
"Sendiri aja." Ucap vanessa lalu menyodorkan tangannya.
"Lah ini artinya apa? Oh mau uang jajan ya." Ucap dean sambil mengeluarkan dompetnya.
"Iihh di pikir vanessa kehabisan uang kali ya, nessa mau pakai mobil kakak yang baru beli." Ucap vanessa karena kakaknya baru beli mobil BMW i8.
"Kan princess punya mobil sendiri." Ucap dean
"Pelit banget sih kak, nessa pinjem doang mungkin nanti sore baru balik." Ucap vanessa.
"Princess kakak habis ini harus ke perusahaan." Ucap dean
"Huh pelit malas nessa, buay." Ucap vanessa lalu meninggalkan dean dan menggunakan mobil ferrari milik nya. Ia usil dengan mengempeskan semua ban mobil milik dean.
"Hahaha rasain kak, salah sendiri pelit sama incess." Ucap vanessa. Lalu segera masuk ke mobilnya dan melesat menuju ke cafe milik BLS.
__ADS_1