
"Saya selalu.." Ucapan Karina terpotong oleh Vinda
"Jangan terlalu formal kak." Ucap Vinda santai. diangguk i Karina
"Aku selalu disiksa oleh paman dan bibi. Kedua orang tua ku sudah meninggal karena tabrak lari."
"Awalnya aku adalah anak dari keluarga terpandang, bahkan aku sudah lulus S2 Manajemen di negara C. walaupun aku terlahir dari keluarga terpandang, aku masih menggunakan otakku dan mendapatkan beasiswa waktu kuliah. 2 tahun setelah aku selesai wisuda orang tua ku meninggal karena tabrak lari yang memang disengaja oleh bibi dan paman ku."
"Dan saat itu harta warisan keluarga ku yang harusnya menjadi milikku berubah menjadi milik paman dan bibi. Aku dipaksa bekerja terus menerus, dan wajib bangun lebih awal untuk menyiapkan segala keperluan rumah. Papa ku pemilik perkebunan di kota X, tetapi itu semua sudah dijual oleh pamanku yang hobi berjudi bahkan paman selalu pulang membawa wanita lain untuk tidur bersamanya." Ucap Karina dengan menunduk
"Tunggu apa bibi kakak tidak marah melihat suaminya membawa wanita lain." Ucap Adisya
"Bagi bibi itu tidak masalah, asalkan paman tidak meninggalkannya." Ucap Karina
"Woaahh bodoh juga." Ucap Irene.
"Lanjut kak." Ucap Vinda
"Aku selalu dipukul bila melakukan kesalahan, baik itu bibi atau paman. mereka tidak memiliki anak karena saat bibi hamil paman selalu menggugurkannya. kata paman 'ANAK HANYA MEREPOTKAN DAN MENGHABISKAN UANG SAJA.'"
"Aku disuruh tidur di gudang, sedangkan paman dan bibi sudah tinggal di rumah peninggalan orang tua ku. hingga suatu hari mereka di datangi g***** dari GM CLUB karena paman memiliki hutang banyak, setelah itu mereka membawa ku ke Club malam itu. dan sampai akhirnya tangan kanan kalian mengeluarkan aku dari sana." Ucap Karina sambil mengusap pipinya yang air matanya sudah menetes.
"Sebenarnya hutang paman kakak itu sudah lunas, di lunasi oleh paman kakak sendiri. tetapi g***** itu tidak memberikan kakak kepada paman dan bibi." Ucap Viola
"Benarkah? tapi kenapa aku tidak diserahkan kepada mereka." Ucap Karina di sela-sela tangisnya.
__ADS_1
"Karena g***** itu tau bila kakak kembali hanya akan disiksa dan dijadikan mesin uang." Ucap Vanya singkat
"Kami juga tau bila kakak bekerja di rumah makan cepat saji dengan gaji yang tidak banyak, lalu sore harinya kakak menjadi ojek online hingga jam 11 malam." Ucap Vanessa santai. seketika Karina pun melotot karena Vanessa tau semua tentang dirinya.
"Kakak tenang saja. kami tidak bicara pada paman dan bibi, bila kakak sudah bebas dari CLUB itu." Ucap Vinda
"Kenapa kalian menolongku." Ucap Karina
"Karena kakak orang baik, kami tidak ingin orang sebaik kakak harus kehilangan masa depan di Club sialan itu." Ucap Adisya
"Vin, bagian pemasaran masih ada 1 tempat atau tidak." Ucap Vanessa datar
"Masih tersisa 2 dan yang dibutuhkan juga perempuan." Ucap Vinda
"Kak Rina besok bisa datang ke BL COMPANY. dan kakak tidak boleh pulang kerumah, biar tangan kanan kami mencarikan kakak apartemen." Ucap Vanya
"TIDAK ADA PENOLAKAN." Ucap Vanessa dkk serempak. seketika Karina pun diam.
"Bolehkah aku mengetahui nama kalian." Ucap Karina
"Boleh saja, tapi jangan disebarkan kepada siapapun kak. atau kakak akan menerima akibatnya." Ucap Irene yang membuat Karina mengangguk.
"Vanessa."
"Vanya."
__ADS_1
"Vinda."
"Viola."
"Adisya."
"Irene."
Ucap mereka mengenalkan nama mereka masing-masing tetapi hanya nama panggilan saja bukan nama lengkapnya.
"Wah jadi benar ya ketua BLS namanya berawal dari huruf V semua. Vanessa dan vanya kalian ini kembar ya." Ucap Karina yang mulai sadar bila wajah Vanessa dan Vanya hampir mirip.
"Tidak kak, walaupun muka kita mirip." Ucap Vanessa
"Tapi kita beda orang tua kok." Ucap Vanya
Karina sangat bahagia karena Vanessa dkk begitu baik padanya, Vanessa dkk juga menyerahkan topeng kepada Karina agar paman dan bibinya tidak mengenali dirinya.
Vanessa dkk juga berniat mengajarkan Karina ilmu bela diri, karena malam berikutnya BLS akan menyerang markas utama milik Green Snake. Selam ini juga Vanessa selalu mendapat pesan misterius tetapi Vanessa selalu mengabaikan pesan itu, baginya tidak penting.
Saat ini Vanessa mulai membaca pesan itu, karena selama ini ia tidak pernah dekat pad pria manapun.
'Sweety tunggu aku datang ke hadapan kamu ya. aku sangat merindukan kamu sweety, kamu tumbuh menjadi gadis yang cantik dan pemberani. I LOVE YOU SWEETY.'
'Sweety sayang jangan lupa untuk jaga kesehatan ya. tunggu saja aku datang dan menjemput kamu sweety.'
__ADS_1
Isi pesan itu dan itu membuat Vanessa benar-benar geram. karena baginya tidak mungkin satria akan melakukan hal konyol seperti ini. karena satria sudah sering muncul di hadapan Vanessa.
Shit, dia ini siapa. gue mulai muak. Batin Vanessa