I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 122


__ADS_3

Vanessa makan dengan sangat gelisah karena memikirkan jawaban dari pertanyaan Reno. Vanessa menggoyangkan kakinya ke kanan dan ke kiri, sesekali ia memakan dagingnya dengan langsung menusuk dengan garpu.


Kalau genting otak gue kok eror sih. Batin Vanessa


"Oke Vanessa rileks aja, jawab dengan santai saja." Gumam Vanessa lirih lalu segera menyelesaikan makannya.


Setelah selesai Vanessa kembali duduk di samping reno. Reno pun mengangkat alisnya sebelah karena Vanessa sangat santai.


"Kakak tadi tanya apaan." Ucap Vanessa santai.


"Kamu bagaimana bisa berpikir bila akan ada pembunuh bayaran yang mengincar kita, dan darimana kamu bisa punya pistol itu. Kamu juga bawa pisau lipat kecil kemana-mana." Ucap Reno panjang lebar. Sedangkan Vanessa hanya ber oh ria.


"Princess jawab, malah oh doang." Ucap Reno kesal.


"Santai napa sih kak. Ngegas mulu deh dari tadi." Ucap Vanessa ketus. Ia pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan ya secara perlahan-lahan.


"Oke.. jadi Vanessa bila keluar kemanapun dengan pakaian apapun pasti akan membawa pistol dan pisau lipat kecil itu kak. Kenapa? Karena untuk berjaga-jaga, apalagi Vanessa sering baku hantam dengan para preman. Jadi gak jarang dong bila banyak yang menginginkan kematian Vanessa." Ucap Vanessa santai.


"Masalahnya princess pistol yang kamu bawa ada lambang mafia BLS apa kamu salah satu dari mereka." Ucap Reno. Seketika Dean membelalakkan matanya saat mendengar kata BLS.

__ADS_1


Lah berarti kemarin gue ngasih pistol yang ada lambang BLS dong, padahal lambangnya kecil. Kak Reno teliti juga kalau perhatiin barang. Batin Vanessa


"Dih salah lihat kali kakak." Ucap Vanessa santai.


"Yang lebih aneh saat kakak terkulai lemas, sayup-sayup kakak dengar kamu berbicara pada seseorang. Dan kamu dipanggil bos, sebelumnya kamu bilang 'bawa dia ke markas.' itu maksutnya apaan princess." Ucap Reno semakin memberondong pertanyaan kepada Vanessa.


Udah lemes badannya, tapi telinga masih tajam bener sih kak. Batin Vanessa


"Hahaha markas apaan kak, boro-boro markas. Sama apalagi dipanggil bos, emang Nessa siapa sampai dipanggil bos segala." Ucap Vanessa diiringi tawa kecil.


"Kamu melakukan itu layaknya psycopath dan ketua mafia yang keji princess. Atau jangan-jangan kamu salah satu bagian dari mafia ya." Ucap Reno semakin menanyakan ha yang berhubungan dengan mafia.


"Princess kau serius ada hubungannya dengan mafia." Bentak Dean karena melihat Vanessa yang menjawab pertanyaan dengan sangat santai.


"Udahlah kak, lagian ya kalaupun Nessa ada hubungannya di dunia hitam, Nessa pun gak akan nyakitin kalian. Yang ada akan melindungi kalian sekalipun itu nyawa Nessa taruhannya, walaupun Nessa bukan adik kandung kakak. Tetapi Nessa sangat sayang kepada keluarga ini kak. Dan satu lagi maupun Vanessa di cap sebagai psyco pun tidak masalah, karena Nessa membunuh orang yang salah." Ucap Vanessa lalu beranjak dari sisi Reno dan menuju ke taman belakang.


"Jadi benar kamu ada hubungannya dengan mafia." Ucap Dean tegas. Vanessa berhenti saat mendengar ucapan Dean.


"MUNGKIN." Ucap Vanessa tanpa menoleh ke arah Dean. Lalu berjalan kembali ke taman belakang.

__ADS_1


"Udahlah Dean, jangan terlalu kasar padanya, mungkin dia butuh waktu untuk mengatakan yang sebenarnya." Ucap satria santai. Dean dan Reno pun menatap ke arah satria.


"Apa maksudmu." Ucap Dean. Sedangkan satria hanya menghedikkan bahunya.


Apa yang kamu sembunyikan dari kami princess. Batin Dean


Sedangkan Vanessa di taman belakang sedang bermain dengan ular sanca yang ditemukan di pohon dekat mansionnya,bahkan para pelayan sudah banyak yang histeris karena melihat ular sanca yang besar. Vanessa pun berniat untuk memelihara ular tersebut.


"Kak Dean, kak Reno nessa boleh pelihara ini nggak." Teriak Vanessa. Tetapi Dean dan Reno tidak mendengar teriakan Vanessa.


"Aishh mereka ini pasti gak denger." Gumam Vanessa lirih.


"C'mon snake kita samperin kak Dean dan kak Reno." Ucap Vanessa pada ular baru miliknya.


Vanessa pun mengalungkan ular besar itu pada pundaknya, entah apa yang membuat ular itu jinak pada Vanessa, padahal awalnya banyak pelayan dan bodyguard yang hampir dipatuk.


Sampai di ruang tamu, satria dan Mike sangat terkejut melihat ular ada dipundak Vanessa. Sedangkan Vanessa berjalan dengan sangat santai.


"Vanessa kamu tenang, biar kami singkirkan ular itu." Ucap satria yang berdiri lalu mencoba mendekat ke Vanessa. Dean dan Reno yang mendengar kata ular sangat terkejut.

__ADS_1


"PRINCESSS..."


__ADS_2