
Tok tok tok
"Masuk." Ucap Viola datar
"Maaf nona jika menunggu lama." Ucap orang itu. Keempat anak buah mereka pun ikut masuk ke dalam ruang meeting.
"Tidak bisakah anak buah anda menunggu di depan tuan?" Ucap vinda datar
"Maaf nona, mereka akan selalu ikut dengan saya. Karna apapun yang saya ambil juga atas persetujuan mereka." Ucap orang itu
"Lalu disini siapa pemilik perusahaan A company?" Ucap vinda datar
"Saya nona." Ucap orang itu
"Yang tidak memiliki kepentingan disini diharap keluar dari ruangan." Ucap Viola dengan nada tinggi.
"Saya mohon nona, biarkan mereka ada disini. Karena mereka juga seperti sekertaris saya sendiri." Ucap orang itu.
"Baiklah, jika mereka mengganggu meeting ini, maka peluru akan menembus kepala mereka." Ucap Viola datar dengan menaruh pistol miliknya diatas meja.
"Mereka akan tetap diam nona, sebelum saya memberikan mereka tugas untuk berbicara." Ucap orang itu.
Kalau kau bukan ketua mafia yang ditakuti diberbagai negara, sudah kuhancurkan kalian disini, lihat saja nona-nona cantik, setelah aku dapat membodohi kalian dengan kontrak palsu, kalian akan menyesal karena berurusan denganku. Batin orang itu
Meeting pun dimulai, mata viola tetap mengawasi orang di depannya. Sedangkan Vanya berada di ruangan Presdir karna ada beberapa tugas yang haru segera ia selesaikan.
__ADS_1
Diruangan Vanya benar-benar fokus dengan tugasnya, ia meminta OB untuk mengantarkan minuman ke ruangannya. Karna pekerjaan yang harus Vanya lakukan setelah ditinggal Vanessa sangat banyak.
"Sh**, nes lo cepat ketemu dong. Tugas banyak nih." Gumam Vanya
Ya, Vanya sedang berhadapan dengan tumpukan kertas yang harus ditanda tangani. itupun Vanya harus mengecek satu persatu karena ia tidak ingin ada salah satu berkas yang dapat membuat perusahaan BL Company hancur.
Tok tok tok
"Masuk." Ucap Vanya datar.
"Nona, ini minuman yang anda minta." Ucap OB yang mengantarkan minuman milik Vanya.
"Hmm, letakkan disitu." Ucap Vanya tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya.
"Hmm." Vanya hanya berdehem menjawab ucapan OB itu.
Karna Vanya sangat fokus dengan laptopnya, ia tidak menyadari jika minuman itu dicampur dengan racun yang bisa membahayakannya.ketika Vanya meminum itu tenggorokannya benar-benar sakit, sehingga ia pun terjatuh dari kursinya.
"Vanyaa..."
Sedangkan diruang meeting, meeting masih berjalan tetapi tiba-tiba Irene mendapat panggilan dari bagian resepsionis, mereka mengabarkan jika Vanya dibawa kerumah sakit. Irene pun membisikkan berita ini ke viola dan vinda.
"Meeting dihentikan." Ucap Viola datar
"Tapi kenapa nona." Ucap orang itu yang terkejut dengan ucapan viola.
__ADS_1
"Apa saya harus memberitahukan kabar perang kepada anda." Ucap vinda datar
"Tidak nona,tapi jika anda memerlukan bantuan dengan senang hati saya membantu anda." Ucap orang itu
"Kami tidak membutuhkan bantuan anda tuan, meeting dibatalkan. Untuk meeting berikutnya akan sekertaris re yang memberikan waktunya." Ucap Viola datar
"Silahkan anda meninggalkan ruangan ini dengan segera." Ucap vinda dingin.
"Baik nona, maaf jika saya lancang ingin membantu ketua mafia terhebat seperti anda." Ucap orang itu.
"Tuan Anji, anda sudah boleh meninggalkan gedung BL Company, untuk meeting berikutnya akan saya beritahukan kepada anda. Terimakasih dan mohon maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi disini." Ucap Irene dengan nada datar.
"Tidak masalah sekertaris re, saya permisi." Ucap orang yang bernama Anji.
Setelah orang itu meninggalkan ruangan meeting dan pergi dari gedung BL Company, vinda viola dan Irene pun segera menuju parkiran untuk segera ke rumah sakit yang sedang merawat Vanya.
"Berani sekali mereka mengusirku dari perusahaannya, jika saja aku tidak membutuhkan mereka, dengan segera kita ledakkan gedung ini." Ucap Anji.
"Bos apa tidak sebaiknya kita pasang sekeliling bom disini." Ucap salah satu anak buahnya.
"Seharusnya kau berpikir sebelum memberikan ide itu, kau sama saja menjatuhkan diri ke kandang singa yang lapar." Ucap Anji.
"Tapi bos, apa anda tidak melihat. anda benar-benar tidak dihargai disana." Ucap anak buahnya yang lain.
"Tidak masalah, setelah proyek berjalan. Perusahaan kita akan semakin maju, dan perusahaan mereka yang akan menurun." Ucap Anji dengan percaya diri.
__ADS_1