
Malam hari di apartemen, Vanessa memikirkan ucapan Zio. Sehingga kedatangan Satria pun Vanessa tidak tau.
"Makan dulu sayang." Ucap Satria
"Apa itu?" Ucap Vanessa
"Aku buatin nasi goreng." Ucap Satria
"Buat?" Ucap Vanessa. Satria pun mengangguk.
"Bisa masak lo?" Ucap Vanessa. Satria pun mencubit pipi Vanessa.
"Bilang lo lagi, saya nikahin kamu malam ini." Ucap Satria
"Enteng banget bilang nikah." Ucap Vanessa
"Tentu saja, saya punya banyak uang untuk melakukan segalanya dalam sekejap." Ucap Satria
"Cih sombong." Ucap Vanessa
"Kita perlu menyombongkan sesuatu yang sudah kita capai kan." Ucap Satria
Terserahmu saja kak. Batin Vanessa
"Sejak kapan bisa masak?" Ucap Vanessa
"Sejak dulu." Ucap Satria
"Asin nih pasti." Ucap Vanessa
"Ngerendahin mulu, coba dulu lah." Ucap Satria
Satria membuka kotak makan itu, dan memberikan pada Vanessa. Vanessa mencoba sedikit nasi goreng buatan Satria.
"Hemm." Vanessa menggelengkan kepalanya.
"Enak kan?" Ucap Satria
"Biasa aja." Ucap Vanessa
Satria meninggalkan Vanessa di meja makan, ia menuju sofa menonton Televisi.
"Ngambek tuh pasti." Ucap Vanessa sambil tersenyum
"Kamu mah gitu, ga ngehargain usaha saya." Ucap Satria
Vanessa yang mendengarkan itupun tersenyum bahkan ia ingin tertawa.
"Marah?" Ucap Vanessa
"Biasa saja." Ucap Satria
"Yakin?" Ucap Vanessa. Satria pun mengangguk.
"Bercanda, enak banget kok besok-besok bikinin lagi ya." Ucap Vanessa sambil memeluk Satria.
"Ngapain meluk-meluk." Ucap Satria yang menahan senyumnya
"Gaboleh yaudah."
Saat Vanessa akan menarik pelukannya, satria menahan badan Vanessa agar pelukan itu tidak terlepas.
"Gapapa sayang." Ucap Satria
Vanessa tersenyum dalam pelukan Satria.
"Kak, jika suatu saat fisikku sudah tidak utuh apakah kamu masih menerima ku?" Ucap Vanessa
"Kenapa kamu bicara seperti itu?" Ucap Satria
"Tidak apa-apa kak." Ucap Vanessa
"Bagaimanapun keadaan kamu, kondisi kamu. Saya tetap mencintaimu Vanessa, dan rasa itu tidak akan pernah hilang." Ucap Satria
__ADS_1
"Bohong." Ucap Vanessa
"Apakah saya terlihat berbohong?" Ucap Satria. Vanessa pun menggelengkan kepalanya.
"Kak, makasih ya." Ucap Vanessa
"Untuk?" Ucap Satria
"Semuanya." Ucap Vanessa
"Tidak perlu berterimakasih, saya mencintai kamu, saya sayang sama kamu. Apapun saya lakukan karena saya benar-benar mencintai kamu. Dan saya harap kamu tidak meninggalkan saya lagi." Ucap Satria
"Kakak tau kan aku ketua mafia?" Ucap Vanessa
"Tau." Ucap Satria
"Saya tidak peduli siapapun kamu dimata orang lain, yang penting kamu tetap Vanessa yang saya temui." Sambung Satria
"Aku tidak mau kakak kenapa-kenapa karena posisi ku sebagai ketua mafia yang banyak musuh." Ucap Vanessa
"Saya tidak peduli Vanessa, intinya saya mencintai kamu. Apapun resikonya akan saya tanggung." Ucap Satria
"Mama kakak juga tidak suka padaku?" Ucap Vanessa
"Saya tidak peduli Vanessa, belum tentu pilihan mama saya bisa membuat saya bahagia." Ucap Satria
"Jika aku boleh jujur, aku mulai nyaman sama kakak." Ucap Vanessa
"Jangan dipaksakan Vanessa, saya akan menunggu sampai kamu benar-benar mencintai saya." Ucap Satria
"Tidak perlu menunggu kak, because I already love you." Ucap Vanessa
"Is it true?" Ucap Satria
"Yes."
"You're not lying to me are you?" Ucap Satria
Hahahahaha
"Love you more Vanessa." Satria memeluk Vanessa lebih erat, Vanessa ikut tertawa karena ia pertama kali mendengar Satria tertawa lepas.
Arjuna menemui Vanya di Mansion keluarganya. Ia melihat Vanya berada di gazebo taman sebelah mansionnya. Arjuna pun menghampirinya. Arjuna membawakan es krim kesukaan Vanya.
"Sayang ngapain disini?" Ucap Arjuna
"Aaa g-gapapa kok." Vanya menyeka air matanya.
"Kamu bawa apa jun?" Ucap Vanya
"Es krim kesukaan kamu." Ucap Arjuna
"Wah makasih." Ucap Vanya
"Jadi gamau cerita?" Ucap Arjuna
"Apa?" Ucap Vanya
"Beneran gamau cerita?" Ucap Arjuna
"Apa sih jun?" Ucap Vanya
"Bukankah waktu itu kita sudah berjanji jika ada masalah cerita satu sama lain." Ucap Arjuna
Vanya masih lanjut memakan es krimnya, sedangkan Arjuna masih menunggu Vanya menghabiskan es krim itu.
"Apa aku salah jika sekali saja menjadi egois?" Ucap Vanya
"Egois untuk?" Ucap Arjuna
"Melarang Vinda keluar dari BLS." Ucap Vanya
__ADS_1
"Vinda akan menikah dengan Billy sayang, Billy hanya punya seorang ibu di negara I. Billy bisa saja membawa ibunya untuk tinggal di negara ini, tetapi ibunya Billy menolak itu sayang. Ibunya ingin Vinda yang berada dirumahnya." Ucap Arjuna. Vanya pun diam mendengarkan Arjuna bicara.
"Sekarang gini kalaupun ibunya Billy mau dibawa kesini, apakah Vinda tega jika suatu saat musuh dari BLS mengetahui siapa ketua BLS dan yang pasti mengancam nyawa ibunya Billy." Ucap Arjuna
"Pastinya tidak." Ucap Vanya
"Nah kan, semua itu Vinda lakukan juga demi calon ibu mertuanya sayang. Kamu tau kan Vinda sudah kehilangan kedua orang tuanya, dia pasti ingin merasakan kasih sayang tulus dari mertuanya." Ucap Arjuna. Vanya menyandarkan kepalanya dipundak Arjuna.
"Apa yang membuat kamu ingin jadi egois?" Ucap Arjuna
"Jika Vinda meninggalkan BLS, maka sumpah yang sudah kita buat harus dilakukan Jun." Ucap Vanya
"Sumpah apa yang telah kalian ucapkan waktu membentuk BLS." Ucap Arjuna
"Jika ada yang meninggalkan BLS sebelum BLS benar-benar bubar, maka salah satu dari kita harus bunuh diri." Ucap Vanya
"Siapa yang membuat sumpah seperti itu?" Ucap Arjuna
"Kami ber empat." Ucap Vanya
"Vanessa membiarkan Vinda pergi, dan Vanessa juga yang akan menjalankan sumpah itu." Sambung Vanya
"Kalau gitu bubarkan saja BLS." Ucap Arjuna
"Tidak bisa kak, harus ada alasan yang tepat untuk membubarkan BLS." Ucap Vanya
"Kalian bicarakan berempat saja, intinya kamu jangan egois sayang. Vinda juga punya masa depan dan dia berhak menentukan masa depannya." Ucap Arjuna
"Tapi aku tidak bisa melihat Vinda jauh dari yang lain Jun." Ucap Vanya
"Yang namanya pertemuan pasti ada perpisahan, Vinda juga tidak ingin mertuanya dalam bahaya. Jika kamu berada di posisi Vinda kamu akan memilih tetap disini atau ikut dengan Billy?" Ucap Arjuna
"Ikut Billy." Ucap Vanya
"Itu kamu tau sayang, jadi apapun keputusan Vinda kamu hargai ya." Ucap Arjuna. Vanya pun mengangguk. Arjuna memeluk Vanya, Vanya membalas pelukan Arjuna.
"Sekarang kita masuk ke mansion, angin malam gabaik buat kesehatan." Ucap Arjuna
Vanya dan Arjuna pun masuk ke dalam mansion, di ruang keluarga ada mama dan papa Vanya.
"Loh Arjuna kapan datang?" Ucap mama Vanya.
"Dari tadi ma tapi nemenin Vanya di gazebo sebentar." Ucap Arjuna
"Kak Arjun mana permen ku?" Ucap Felisha
"Astaga, kakak lupa." Ucap Arjuna
"Ishh kak Arjuna bohongin Felisha." Ucap Felisha
"Yasudah besok kakak belikan sekalian pabriknya ya." Ucap Arjuna
"Beneran kak?" Ucap Felisha
"Bener dong." Ucap Arjuna
"Yeaayy awas bohong lagi." Ucap Felisha
"Engga tenang aja." Ucap Arjuna
"Kamu tidak beneran beli pabriknya kan?" Ucap Vanya
"Entahlah sayang." Ucap Arjuna
Maaf banget ya baru bisa lanjut, buat yang bingung baca ulang aja ya hehehehe suka aku buat kalian baca dari awal lagi biar rajin 😂
Lupa kalau novel ini masih gantung karena aku bingung sama endingnya, tapi bakal aku lanjut kok ga gantung lagi hehe maaf ya💕
LIKE NYA DONG BESTI👍
EH IYA VOTE JUGA LAH
YOK BISA YOK BIAR CEPET KELAR NI NOVEL HEHEHE
__ADS_1