
Setengah jam kemudian Vanessa sampai di tempat yang rudin kabarkan. Vanessa melihat beberapa kendaraan milik BLS, bahkan suara tembakan terdengar dari segala penjuru.
"Let's start the game." Ucap Vanessa lalu mengeluarkan katana.
Vanessa berlari menghampiri teman-temannya, Vanya menggunakan senapan di kedua tangannya. Viola menggunakan pedang, sedangkan vinda memakai panah yang sangat beracun untuk mengalahkan musuh.
Dor..dor..sring...crashh....
"Hati-hati nes." Ucap Vanya,viola dan vinda serempak.
Vanessa tidak melihat Irene,karena ia tau jika Irene pasti menjaga Adisya di markas. Vanessa hanya mengangguk menanggapi ucapan temannya. Vanessa berlari ke arah musuh dan mulai mengayunkan katana miliknya.
Sring..sring..crashh..sring..crashh...
Banyak anggota musuh yang kehilangan kepalanya karena Vanessa langsung menebas tanpa ampun. Tapi Vanessa juga harus terluka di beberapa lengannya, bahkan luka yang ada diperutnya pasti terbuka lagi.
Lo kuat nes, demi kak Reno. Lo bisa nes. Batin Vanessa yang menyemangati dirinya sendiri.
Sring..sring..crashh..bug..bug...
"Menyingkir dari hadapanku bedebah." Ucap Vanessa dingin. Ia terus mengayunkan katana dan menggores beberapa tubuh anggota musuh.
Kedatangan Vanessa membuat BLS memiliki peluang untuk menyerang lebih maju, mereka juga melindungi Vanessa. Karena para musuh mengincar Vanessa.
Bahkan yang tadinya menyerang Vanya,viola dan vinda pun berlari dan mengejar Vanessa. Tetapi itu tidak lepas dari pengawasan teman-teman Vanessa.
"Lindungi bos Van." Teriak Vanya.
__ADS_1
Beberapa anggota BLS pun bergegas untuk melindungi Vanessa, tetapi kecepatan Vanessa menyerang lebih besar. Sehingga banyak musuh yang tewas ditangan Vanessa.
Dor...dor..sring..crashhh..bug..bug..
Bommm...dor..dor..
"Kalian akan menyesal karena berani berurusan denganku." Ucap Vanessa dingin.
Vanessa menusukkan katana ke perut mereka, bahkan jubah Vanessa sudah banyak darah. Karena lengannya yang terluka dan luka diperutnya yang terbuka kembali. Tubuh Vanessa mulai lemah, hingga Lia harus mengambil alih tubuh Vanessa.
"Ku kirim kalian ke neraka." Ucap Lia.
Lia mengayunkan katana lebih cepat karena Lia tau jika Reno disekap antara dekat tebing. Sehingga Lia menyerang dengan berlari, entah berapa musuh yang tewas karena Lia.
Lia menaruh salah satu katana dan mengganti dengan senapan, beberapa anggota musuh banyak yang kagum dengan kecepatan Lia saat menyerang. Hanya saja tujuan mereka harus membawa vanessa ke hadapan ketua mereka. Tidak peduli dalam keadaan terluka atau tidak, tetapi mereka sedikit ceroboh jika harus membawa Vanessa dengan mudah.
Setelah pertempuran yang begitu besar, BLS berhasil menaklukkan musuh. Walau beberapa pohon dihutan itu harus terbakar dan roboh karena pertempuran.
Vanessa melihat Reno yang diikat di kursi,bahkan mulutnya pun dibungkam dengan kain. Disamping Reno ada beberapa anggota musuh dan satu orang yang tidak melihat ke arah Vanessa.
Plok..plok..plok..
"Akhirnya kau tiba sweety." Ucap laki-laki yang tidak menghadap ke arah Vanessa.
"Siapa kau dan apa mau mu." Ucap Vanessa tegas
"Jatuhkan senjatamu sayang." Ucap laki-laki itu.
__ADS_1
Vanessa pun menaruh kembali katana dibalik jubahnya.
"Sepertinya dia Revan deh nes. Lo inget gak kata kak Aldo waktu itu." Ucap Vanya dengan nada berbisik.
"Sepertinya bukan." Ucap Vanessa
"Lalu siapa nes? Ini orang dari dulu manggil lo dengan kata sweety." Ucap viola dengan nada berbisik.
"Kita saja tidak tau siapa dia nes." Ucap vinda
"Kita lihat saja dulu." Ucap Vanessa datar
"Lepas topengmu sweety." Ucap laki-laki itu
"Berani sekali kau memberikan perintah padaku." Ucap Vanessa dingin
"Lepas topengmu atau kakakmu akan kehilangan nyawanya sweety." Ucap laki-laki itu.
****. Batin Vanessa
"I'm gonna kill you bit*h." Ucap Vanessa ketus
"Aku menyukai dirimu yang seperti ini sweety." Ucap laki-laki itu
Vanessa pun melepaskan topengnya, setelah Vanessa melepas topengnya laki-laki itu pun berbalik dan menghadap Vanessa. Vanessa sangat terkejut dengan laki-laki yang ada dihadapannya.
"Kak Aldo." Ucap 4V serempak.
__ADS_1