
"Akan aku katakan tapi...
Dor
Orang itu mencoba menembak Vanya, tetapi Vanya berhasil menghindar dan peluru itu menembus tembok. Kedua orang itu berlari ke arah felisha dan Daniar, semua orang pun terkejut.
"Kakakkkkkk.... Tolonggg...." Ucap Felisha diiringi tangisan
"Diamm" Bentak orang yang saat ini memegang Felisha.
Tembak yang mereka pegang mengarah ke kepala Daniar dan Felisha.
"Lepaskan mereka." Ucap Vanessa dengan penuh tekanan
"Tidak akan."
Vanessa dan Vanya mencoba mendekati mereka, begitu pula dengan Aldo,Dean, Arjuna dan Satria.
"Semakin mendekat, maka bocah ini akan semakin dekat dengan kematian." Ucap orang itu
Vanya dan yang lainnya pun berhenti, tetapi ancaman itu tidak berlaku untuk Vanessa ia terus mendekati mereka.
"Stop nona." Orang itu mulai menarik pelatuknya.
"Tembak saja." Ucap Vanessa
"Kalian pikir ancaman bodoh kalian membuatku takut, tentu saja tidak." Ucap Vanessa
"Kami tidak main-main nona." Ucap orang itu
"Apa pengucapan ku ada kalimat main-main." Ucap Vanessa
Orang itu menarik pelatuk nya dan akan menembak Daniar, tetapi belum sempat ia melepaskan pelatuknya tiba-tiba Vanessa sudah ada dihadapannya.
Bug
Vanessa menendang muka orang itu, dan peluru yang ada di pistol orang itu mengenai lengan temannya sendiri. Vanessa menghajar orang itu tanpa ampun. Teman orang itu mencoba untuk menembak Vanessa, belum sempat menarik pelatuk pistolnya, Vanessa sudah lebih dulu melepaskan pisau lipatnya tepat di pundak orang itu.
Aakkkhhh
Felisha pun terlepas dan Vanya segera menghajar orang itu tanpa ampun karena berani mencoba melukai adiknya. Felisha dan Daniar pun menuju ke Viola dan Vinda.
Bug..bug..
Kedua orang itu mulai tidak sanggup menghadapi iblis yang menyerang mereka. Orang yang melawan Vanessa pun jatuh dan Vanessa mulai menggerakkan katana miliknya.
"Say goodbye to the world." Ucap Vanessa lalu dengan mudah
Sring
Membelah tubuh orang itu dan memenggal kepalanya. Orang-orang yang melihat itu pun terkejut karena pembunuhan terjadi tepat di depan mata mereka, sedangkan Vinda dan Viola menutup mata Daniar dan Felisha.
Satria,Dean,duo R dan yang lain belum pernah melihat Vanessa melakukan aksinya pun ikut terkejut, karena dengan mudah Vanessa mengarahkan katana miliknya pada musuh, begitu pula dengan kedua orang tua mereka.
Vanya berhasil membuat orang yang ia lawan terjatuh. Vanya mengarahkan katana nya ke leher orang itu.
"Sebelum gue habisin lo, sebutkan siapa yang mengirimmu untuk mengacau di acara ini." Ucap Vanya
"Baiklah orang itu ada di apartemen keluarga Vebranza."
__ADS_1
Ketika orang itu menyebut keluarga Vebranza, Satria dan Arjuna pun tercengang bahkan papanya juga sama.
"Goodbye."
Sring
Vanya menusuk kedua bola mata orang itu, lalu menebas kepalanya. Setelah melakukan itu Vanya meninggalkan hotel dan menuju ke apartemen keluarga Vebranza.
"Oh no." Ucap Irene
"Dia pasti mencari orang itu." Ucap Vinda
Vanessa pun segera berlari untuk menghampiri Vanya.
"Vanya."
Tetapi Vanya masih terus berlari ke mobilnya.
"Vanya stop."
"Dengerin gue anjrit." Ucap Vanessa
"Apa sih nes." Ucap Vanya
"Gue tau orang itu, biarkan dia bahagia terlebih dahulu." Ucap Vanessa
"Nes, orang itu mencoba merusak acaraku." Ucap Vanya
"Gue tau, belum saatnya kita balas semua ini." Ucap Vanessa
"Kapan nes? Gue benci acara gue berantakan." Ucap Vanya
"Acara lo sudah berjalan baik, perusuh itu menyerang saat acara akan selesai." Ucap Vanessa
"Kita kirim saja kedua orang yang kita eksekusi tadi ke pengirim mereka." Ucap Vanessa
"Kita kembali ke hotel sekarang." Ucap Vanessa
Akhirnya Vanya pun mengikuti ucapan Vanessa, mereka pun kembali masuk ke dalam hotel.
"Maaf untuk acara ini membahayakan kalian, tetapi saya berterimakasih pada para tamu undangan yang sudah datang." Ucap tuan Vebranza
"Kami mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kekacauan di acara ini, dan acara kami tutup sekarang. Jika ada yang terluka diantara kalian segera hubungi saya untuk biaya pengobatannya." Sambung tuan Vebranza
Para tamu undangan pun segera pulang, tak lupa tuan Vebranza dan Bagaskara meminta maaf pada para tamu mereka. Setelah dipastikan para tamu pulang, Vanessa dan teman-temannya melepas masker mereka.
"Kak Dean." Ucap Vanessa lalu menghampiri Dean, lengan Dean terluka karena goresan pedang dan diobati oleh Viko.
"Kakak, luka ini sedikit dalam." Ucap Vanessa
"Ssst, tidak apa-apa princess kakak senang bisa bantu kamu." Ucap Dean
Vanessa menghampiri kedua orang tuanya.
"Ayah, bunda, kalian baik-baik saja kan?" Ucap Vanessa
"Kami baik-baik saja sayang." Ucap Ayah
"Anak-anakku melindungi semua orang." Ucap Bunda
__ADS_1
"Dani kamu baik-baik saja kan." Ucap Vanessa
"Dani baik-baik saja kak, kakak sendiri terluka kan." Ucap Daniar
"Kakak baik-baik saja sayang." Ucap Vanessa
Vanessa mengedarkan pandangannya dan melihat Satria yang diobati anggota BLS, satria terluka sama seperti Dean hanya saja ia dibagian perut. Sedangkan Viola memastikan Barrack dan Qia, Vinda membantu Billy untuk mengobati lukanya, sedangkan Irene mengobati luka yang ada pada Steve.
"Berikan obat itu padaku." Ucap Vanessa.
Akksshh
"Maaf kak, sakit ya, maaf kak aku lebih hati-hati." Ucap Vanessa
"Tidak apa-apa." Ucap Satria
"Apanya yang tidak apa-apa, ini luka sedikit dalam kak." Ucap Vanessa
"Aku baik-baik saja jika kamu juga baik-baik saja Nessa." Ucap Satria
Vanessa mengobati satria dengan teliti, Daffa menghampiri Vanessa.
"Bos apa perlu kami mencari orang itu." Ucap Daffa sedangkan Vanessa hanya menggelengkan kepalanya.
"Kau kirim saja mayat itu ke pengirim mereka." Ucap Vanessa
"Baik bos."
--------
Tok tok tok
"Ada apa pak?" Ucap Siska
"Paket untuk anda nona." Ucap penjaga apartemen
Lah, gue ga pesan apapun kan. Mana kardusnya gede gini, isinya apaan? Batin Siska
"Bawa ke dalam pak." Ucap Siska.
Penjaga apartemen pun meletakkan kotak besar ke dalam apartemen Siska.
"Saya permisi nona." Ucap penjaga itu lalu meninggalkan apartemen Siska.
"Isinya apaan dah." Ucap Siska
Siska membuka kotak itu, ia sangat terkejut dengan isinya.
Aaaaaaaaaaaaaaaaa
Siska melihat berita di media, benar saja acara Arjuna dan Vanya berantakan tetapi pengacau di acara mereka berhasil di atasi dengan mudah.
"Sial, mayat dikirim padaku."
Halo bestieeee🥰
Maaf ya gamaksut ngilang, tetapi revisi buat upload dan hanya bisa up 4 chapter aja.
Tunggu kelanjutannya bestie🌻
__ADS_1
Terimakasih
Jagan lupa like comment and vote bestie❤️