I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 74


__ADS_3

"Vanessa.." Ucap laki-laki itu lirih, ya di adalah satria. Arjun yang ada di sebelahnya pun menatap vanya dan vanessa,dia bingung mana yang vanessa.


"Kak muka dua gadis itu mirip,satunya buat aku ya." Bisik arjuna.


"Terserah tapi jangan ganggu vanessa ku." Bisik satria.


-------


"Kalian berdua lama-lama tambah mirip aja." Ucap rino menatap vanessa dan vanya.


"Yang lain mana princess?" Ucap dean


"Masuk geng." Ucap vanessa dan vanya serempak.


"Haloo kakak-kakak ganteng vinda balik nih." Ucap vinda. Dean dan duo R hanya menggelengkan kepala karena teman vanessa yang sedikit absurd. Saat viola masuk ada laki-laki yang sangat mengenali vio dan rindu kepada viola.


"Vio." Ucap laki-laki itu seketika viola menoleh dan tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


"Kak barrack." Ucap viola langsung berlari ke arah kakaknya dan memeluknya.


"Vio rindu banget sama kakak." Ucap viola di pelukan kakaknya.


"Kakak juga rindu sama kamu vi, kamu baik-baik aja kan disana." Ucap barrack dengan mengelus kepala viola.


"Kak, kakak ipar buat vio mana?" Ucap viola sambil melepaskan pelukannya.


"Eh panjul lo pulang-pulang nanya bini kakak. Kamu itu kawin sono." Ucap barrack ketus


"Dikiro vio kucing main kawin sana sini." Ucap viola ketus


"Kamu dita kan?" Ucap mike


"Oh anda tuan mike." Ucap viola datar


"Kalian saling kenal." Ucap barrack


"2 hari yang lalu ketemu di mall negara F." Ucap mike sambil terus menatap viola.


EHHMMM


Deheman vanessa dan vanya menyadarkan semua laki-laki yang menatap ke arah mereka.


"Oh iya princess tadi kamu teriak-teriak gak malu apa banyak temen kakak." Ucap reno

__ADS_1


"BODO AMAT." Ucap vanessa dan vanya serempak.


"Eh duo es dibilangin malah nyolot sini lo berdua." Ucap rino lalu menjewer telinga vanessa dan vanya.


"Aaddduuhh sakit kak." Ucap vanessa dan vanya


"Kalian ini bukan muka doang yang mirip tapi tingkah laku juga sama. Dasar kulkas kembar dua pintu." Ucap rino lalu melepaskan jewerannya.


"Kak dean huhu kak rino jahat." Ucap vanessa berpura-pura nangis.


"Hiks..hiks..huuuu kak rino jahat sama vanya." Ucap vanya pura-pura sesenggukan.


Hal itu membuat rino terbelalak dan kalang kabut karena itu ulahnya.


"Loh loh loh vanya dan princess udah dong jangan nangis." Ucap rino yang ingin memeluk mereka.


"Ngarep banget kita peluk." Ucap vanya menghindar


"Heh gue juga ogah kok van hiii.." Ucap vanessa ketus.


"Udah-udah princess ini ada teman-teman kakak." Ucap reno.


"Kenalin diri kalian." Ucap dean ketus


Ini orang ngapain sih natap gue terus.Batin viola


"Billy." Ucap billy sambil menatap ke arah vinda.


Ingatannya tajam bener orang ini. Batin vinda yang mulai risih dengan tatapan billy.


"Brian." Ucap brian singkat tapi tatapan matanya menuju ke arah irene


"Deni." Ucap deni menatap adisya.


"Nah itu bagian keluarga vebranza. Yang itu satria presdir sekarang, itu steve teman kakak sekaligus sekretaris pribadi satria. Dan itu adiknya arjun." Ucap dean. Vanessa dan vanya sedikit risih karena tatapan mata satria dan arjun kepada mereka sangat dalam


"Nes gue risih di tatap adiknya." Ucap vanya sambil berbisik


"Sama van, itu kakaknya kenapa sih natap gue mulu." Ucap vanessa lirih


"Nes gue udah jujur kan kalau presdir vebranza sangat tampan." Ucap adis sambil menatap ke arah satria, tetapi steve sedang menatap adis dengan tatapan kagum.


"Dis lo ditatap sama sekretaris pribadinya tuh." Ucap irene

__ADS_1


"Bodo amat gue gak peduli." Ucap adisya ketus


"Ehmm oh iya kenalin nama kalian gadis-gadis cantik." Ucap dean


"Vanessa." Ucap vanessa datar


"Vanya." Ucap vanya datar


"Adisya." Ucap adisya datar


"Irene." Ucap irene datar


"Vinda." Ucap vinda datar


"Viola." Ucap viola datar


Adem banget ini semua gadis. Batin para laki-laki.


Akhirnya kita bertemu. Kamu milikku dan hanya akan jadi milikku. Batin satria


"Bunda sama ayah kemana kak."Ucap vanessa


"Jalan-jalan sama daniar karena besok mereka akan pergi ke kota RX untuk reuni ayah dan bunda." Ucap rino


"O aja ya kan." Ucap vanessa ketus lalu beranjak menuju ke kamarnya.


"Balik dari negara F makin ngeselin itu bocah." Ucap rino yang kesal karena ulah vanessa.


"Kak kita nyusul vanessa ya." Ucap vinda diangguk i dean.


"Kak barrack nanti kalau pulang panggil vio ya." Ucap viola diangguk i oleh barrack.


Teman-teman vanessa menuju ke kamar milik vanessa. Sedangkan arjuna dan satria masih tetap menatap ke arah tangga. Hingga steve mencoba menyadarkan mereka,tidak lama vanessa turun karena barangnya ada yang tertinggal di luar.


Saat vanessa berbalik akan masuk tiba-tiba satria sudah berdiri di depan vanessa. Dan itu sedikit membuat vanessa terkejut. Seketika satria langsung memegang kedua bahu vanessa dan mendorongnya hingga vanessa tidak dapat bergerak karena ia sudah mepet ke tembok.


Eh mau ngapain ini orang ya. shit jiwa pembangkang gue kok hilang sih. Batin vanessa


Mata vanessa masih terbelalak karena sikap satria. Tidak lama vanessa kembali ke mode ketus.


"Let me go." Ucap vanessa datar


"Akhirnya kita bertemu vanessa. Kamu milikku dan hanya akan menjadi milikku." Ucap satria. Vanessa terkejut karena selama ini ia tidak pernah bertemu dengan satria.

__ADS_1


Satria mendekatkan wajahnya ke wajah vanessa. Entah kenapa keberanian vanessa mendadak hilang saat bertatapan dengan satria. Mata satria tertuju pada bibir vanessa yang berwarna pink. Saat bibir mereka sedikit lagi menyentuh tiba-tiba vanessa mendorong badan satria dengan kuat.


__ADS_2