I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 206


__ADS_3

Hari pertunangan Vanya dan Arjuna pun tiba walau mama Arjuna tidak datang ke acara, paling penting papanya setuju apapun pilihan anaknya.


"Deg-degan ga bestie?" Ucap Viola


"Ga nyangka kawan gue udah tunangan aja." Ucap Vinda


"Sebenernya gue gamau anjrit." Ucap Vanya


"Gamau atau lo gengsi buat ngakuinnya?" Ucap Irene


"Ish dahlah, lagian ini cuma tunangan bukan nikah." Ucap Vanya


"Tapi secepatnya juga lo nikah." Ucap Vanessa


"Padahal gue maunya Nessa duluan yang nikah." Ucap Vanya


"Gausah nungguin gue, kalian berhak bahagia juga." Ucap Vanessa


"Kan kalau lo nikah duluan kita jadi rich aunty buat anak lo." Ucap Viola


"Kita semua bakal jadi sugar mommy sama rich aunty juga woi." Ucap Irene


Kolega bisnis berdatangan, banyak media juga yang meliput atas acara tunangan keluarga Vebranza dan keluarga Bagaskara.


"Vanya." Ucap Aldo yang baru datang bersama Sinta.


"Kak Aldo wah udah gandengan aja." Ucap Vanya


"Gue dipaksa kak Aldo anjrit." Ucap Sinta


"Tapi lo ganolak." Ucap Viola


"Kapan lagi ya kan." Ucap Sinta lalu tertawa


"Ayah sama nyokap lo gaikut?" Ucap Vanessa


"Mereka gabisa datang nes, ayah sakit." Ucap Sinta


"Sakit apaan?" Ucap Vanessa


"Biasa penyakit orang tua, lelah dong apalagi coba." Ucap Sinta


"Kali aja mau lo bunuh." Ucap Vanessa


"Gagitu juga pea." Ucap Sinta


"Selamat ya, akhirnya sebentar lagi sold out lo." Ucap Aldo


"Masih lama kak, aku nunggu Nessa duluan aja." Ucap Vanya


"Gue?" Ucap Vanessa


"Iyalah, gue calon Adek ipar lo juga." Ucap Vanya


"Dih anjrit." Ucap Vanessa


"Lah iya juga, kalian bakal tinggal satu mansion dong." Ucap Irene


"Secara mansion yang Arjuna sama kak Satria tinggali atas nama mereka berdua." Ucap Vinda

__ADS_1


"Ucapan kalian terlalu jauh." Ucap Vanessa


Tiba-tiba dari belakang ada lengan kekar yang melingkar di perut Vanessa. Semua teman Vanessa pun terkejut, sedangkan orang yang memeluk Vanessa menyandarkan kepalanya di pundak Vanessa.


"Sayangku sangat cantik." Ucap Satria


"Lepasin kak." Ucap Vanessa


"Memangnya kenapa?" Ucap Satria


"Galiat semua mata tertuju kesini." Ucap Vanessa


"Biarkan saja." Ucap Satria


"Duh mendadak panas." Ucap Irene


"Iya, padahal malam hari loh di outdoor juga kenapa masih panas." Ucap Viola


"Main peluk aja dah, gadianggep nih yang lain." Ucap Sinta


"Mau dipeluk juga." Ucap Aldo


"Dih, kagak." Ucap Sinta. Aldo memeluk pinggang Sinta, Sinta pun terkejut.


Jangan salting, jangan salting. Batin Sinta


Aldo tidak melepaskan pelukannya, ia masih memeluk pinggang Sinta.


Aaaa pengen teriak woi. Batin sinta


"Hai semua." Ucap Billy


Cup


Billy mencium pipi Vinda, semua temannya semakin terkejut.


"Woiii main cium aja." Ucap Irene


"Astaga, lihat kondisi bisa kan." Ucap Sinta


"SEMAKIN PANASSSS." Ucap Viola sambil mengibaskan tangannya


"Billyyyyyy." Ucap vinda sedikit berteriak


"Apa sayang." Ucap Billy dengan wajah tanpa dosa


"Malu." Ucap Vinda lalu menutup muka dengan kedua telapak tangannya. Billy pun gemas dan memeluknya.


Dari kejauhan Viola melihat Mike berjalan dengan wanita lain, Viola memang sempat dekat dengan Mike tetapi kedekatan mereka ditolak oleh Barrack.


"Vi, kak Mike bawa cewe lain?" Ucap Vanya


Semua mata pun menuju pada Mike dan wanita di sampingnya.


"Ya biarin lah." Ucap Viola


"Bukannya kak Mike deket sama lo?" Ucap Vinda


"Sempat." Ucapan Viola menggantung

__ADS_1


"Tapi..


"Aku melarang Viola dekat dengan Mike." Ucap Barrack yang baru datang bersama Qia.


"Alasannya apa kak?" Ucap Billy


"Michael bukan orang yang tepat untuk adikku, dia brengsek sering gonta-ganti wanita." Ucap Barrack


"Kau dulu juga begitu bar." Ucap Satria yang masih memeluk Vanessa.


"Shut up sat." Ucap Barrack


"Jangan hanya membicarakan masalalu orang lain bar, jika masalalu mu sama dengan Michael." Ucap Dean yang datang bersama Duo R,ayah,bunda dan Daniar. Tetapi ayah,bunda dan Daniar menuju ke kolega bisnis mereka.


"Aku sadar, masalalu ku juga sama seperti Michael, tapi aku juga tidak ingin adikku mendapatkan laki-laki seperti Michael." Ucap Dean


"Sepertinya Qia juga tidak ingin disampingmu." Ucap Dean


Barrack pun melihat ke arah Qia, benar saja Qia memalingkan wajahnya.


"Qia adalah sekretaris ku, bagaimanapun juga kami hanya sebatas atasan dan bawahan." Ucap Barrack


"Jangan berkata seperti itu jika hatimu berkata lain bar." Ucap Satria


Barrack pun tidak menjawab ucapan satria, tangan kiri Barrack menggenggam tangan Qia dengan erat, bahkan sedikit erangan sakit dari Qia terdengar.


"Kak, kau menyakiti kak Qia." Ucap Viola


Barrack melepaskan genggamannya, Qia pun sedikit memijat tangannya, Viola yang melihat itu pun meraih tangan Qia dan menggandengnya.


"Sejak kapan kakak menjadi laki-laki kasar." Ucap Viola


"Maaf." Ucap Barrack


"Masih sakit kak?" Ucap Viola


"Tidak apa-apa kok Vi." Ucap Qia sedikit menunduk


"Kak Satria bisa lepasin ini ga?" Ucap Vanessa. Satria pun menggelengkan kepalanya.


"Lepasin Adek gue sat." Ucap Dean


"Bodoamat." Ucap Satria


"Bucin." Ucap Dean


"Jomblo diam." Ucap Satria ketus


"Selamat malam tuan-tuan dan nyonya-nyonya." Ucap tuan Bagaskara


"Terimakasih atas kedatangan kalian di acara tunangan Putri pertama di keluarga saya dan putra kedua dari keluarga Vebranza."


Satria pun melepaskan pelukannya tetapi ia memeluk pinggang Vanessa.


"Malu kak." Ucap Vanessa sedikit berbisik


"Aku juga sayang kamu." Ucap Satria


"Ga nyambung." Ucap Vanessa ketus

__ADS_1


Satria hanya tersenyum menanggapi ucapan Vanessa.


__ADS_2