I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
Episode 26


__ADS_3

Hari itupun tiba, hari dimana akhirnya Vanilla resmi melakukan kegiatannya dengan beberapa orang yang akan menemaninya sebagai tim, Vanilla mengemasi beberapa barangnya untuk dibawa yah dia tidak pulang untuk beberapa bulan untuk mengawasi komplotan itu didaerah selatan.


"Kau sudah siap leona ?" Tanya Vanilla pada leona sky seorang wanita keturuna amerika yang baru berusia 22 tahun yang merupakan agen rahasia Arsean yang berada di amerika yang rela ke negara ini untuk membantu mereka. Bukan tanpa sebab saat itu leona masih berusia 16 tahun dia kabur dari rumah karena dia tidak kuat dengan keluarganya yang beracun dan sering melakukan kekerasan baik secara verbal maupun fisik. Malam itu tubuh leona dipenuhi memar karena ibunya yang menganiyaya nya, saat itu dia pingsan jika saja tidak ditemukan oleh Arsean mungkin nasib wanita yang malang ini tak tau bakalan seperti apa, makanya sejak saat itu dia mengabdikan dirinya pada Arsean.


"Yah semuanya sudah siap" balas leona, tim ini terdiri dari 6 orang 3 perempuan 3 nya lagi pria. Termasuk Vanilla, leona, dinangkara, hueningkai, alan dan jonn. Mereka semua merupakan para pengabdi Arsean dan itu membuat dia percaya jika bisa melatih Vanilla.


"Jika begitu kita pamit" semuanya membungkuk memberi hormat pada Arsean, Arsean menatap mereka datar dan menggangguk. Semuanya pergi satu-persatu dari ruangan khusus Arsean yang berada di daerah barat kota itu. Vanilla masih disana menatap sebentar Arsean dan berbalik "Vanilla" Vanilla baru saja melangkah beberapa langkah membalikan setengah tubuhnya menatap Arsean yang memanggilnya "apa ?" Lama tak mendapat respon dia kembali berbalik hendak melanjutkan jalannya namun lagi-lagi Arsean menanggilnya.


"Vanilla" Vanilla membalik seluruh tubuhnya menjadi menatap Arsean sepenuhnya, menunggu Arsean untuk berbicara. "Cepatlah apa yang ingin kamu katakan aku harus pergi sekarang" Arsean mendekat pada Vanilla. Tepat saat Arsean sudah berdiri dihadapan Vanilla dia menatap Vanilla dengan intens dari mata,hidung dan bibirnya dia menatapnya dan menaikan kedua tangannya untuk mengusap rambut wanitanya, pandangan mereka bertumbuk. Vanilla yang pertama kali diperlakukan begitu merasa aneh dan berdebar ada apa dengan Arsean apa otaknya rusak ? Pikir Vanilla.


"Saya berbicara dengan kamu sebagai suami kamu, saya berharap kamu disana akan baik-baik saja dan yah jangan lupakan saya sebagai suami kamu. Kamu istri saya" Arsean mendekatkan wajahnya Vanilla menutup matanya dia menunggu ciuman itu. Lama menunggu dia membuka matanya dia melihat Arsean yang 2 inci lebih dekat dengannya hanya menatapnya sambil tersenyum mengejek, Vanilla malu sebenarnya atas apa yang dilakukan oleh Arsean dia hendak menjauh tapi kalah cepat saat Arsean memeluk pinggangnya. "Sepertinya kamu berharap saya cium" Arsean berucap didekat bibir Vanilla dan menatap Vanilla yang sama wanita itu tatap.

__ADS_1


Arsean menempelkan bibirnya pada Vanilla hanya menempelkannya saja, setelahnya ia menjauhkan wajahnya tidak terlalu jauh hanya berjarak beberapa inci saja. "Semangat dan hati-hati" Vanilla mengangguk, Arsean kembali mendekatkan wajahnya dan mencium kening arin. Vanilla terkejut dan dia merasakan banyak kupu-kupu yang berterbangan didalam perutnya, jantungnya berdetak karuan. Lama Arsean menaruh bibirnya dikening arin sampai mendengar suara deheman seseorang karena kaget keduanya menjauh arin yang mendorong Arsean dan Arsean yang langsung membalik tubuhnya. "Maaf mengganggu Mr. DeLucania, tapi ini penting" suara itu merupakan milik samuel yang tengah tersenyum mengejek dan mendekat pada dua sejoli itu.


"Jika begitu saya pamit Mr. DeLucania" ucap Vanilla dengan sedikit terbanta-banta. Dan Arsean yang masih membelakanginya hanya mengangguk keduanya terlihat canggung sedangkan Samuel tersenyum penuh kemenangan.


*****


Disinilah Vanilla sebuah rumah dengan 2 lantai yang jauh dari pemukiman namun dekat dengan sebuah pabrik yang sudah tidak terpakai. Mereka sedang berdiskusi akan melakukan strategi bagaimana untuk menaklukan mereka.


"Apa kalian sudah menyiapkan strategi yang akan kalian presentasi kan ?" Di tim ini arin sebagai pemimpin dibantu oleh leona dan Tomlinson untuk memberi arahannya.


"Bagaimana jika kita lanjutkan esok hari saja ? Hari sudah malam dan kita belum membagi kamar kita" jonn sudah sangat lelah maka dari itu dia menyetuskan itu, sejak mereka sampai mereka langsung membicarakan ini tanpa memikirkan kamar mereka.

__ADS_1


*****


Mereka sudah selesai Vanilla kebagian di lantai bawah, dia tiduran terlentang, lama berpikir tiba-tiba saja kejadian di ruangan Arsean itu melintas kembali di dalam otaknya hatinya kembali berdebar.


Jika dipikir-pikir itu pertama kalinya Arsean berlaku manis padanya, Vanilla melipatkan tangannya didadanya.


_____________________________________


[Senin, 24 Januari 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah

__ADS_1


Follow Ig : Safira19989


Follow Wtpd : Safira Auliya Hamidah


__ADS_2