I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
Episode 6


__ADS_3

Arsean menatap jenuh tumpukan yang harus ia tanda tangani sebelum itu ia juga harus memeriksa terlebih dahulu. “Vanilla buatkan saya kopi” ucap Arsean ketika Vanilla baru saja masuk kedalam ruang itu, Vanilla menarik nafas berat padahal ia baru saja masuk setelah pria itu menyuruhnya untuk membeli bunga yang berada di sebrang kantor milik Arsean.


“baik” terpaksa Vanilla menuruti ucapan Arsean ia menaruh bunga yang diminta oleh Arsean di atas meja dan berbalik menuju luar ruangan. Setelah selesai Vanilla segara kembali lagi keruangan Arsean, “taruh dimana ?” tanya Vanilla menatap datar pria yang tengah sibuk dengan berkas-berkas itu. Arsean yang mendengar pertanyaan Vanilla segera menatap wanita itu “taruh di meja saja” ucapnya sambil menatap sekilas Vanilla sebelum akhirnya Vanilla membungkuk. Vanilla yang setengah membungkukkan tubuhnya  karena meja itu hanya sampai lututnya terkejut di saat ada yang meraba bokongnya bukan hanya meraba saja, tapi meremasnya. Vanilla masih di posisi sama membungkuk ia menengok kearah belakang dan perlakunya adalah Arsean tentu saja Arsean emang siapa lagi di dalam ruangan itu.


“Yah..! apa yang kau lakukan ?” ucap Vanilla menatap berapi-api pada boss nya yang melakukan hal tak senonoh terhadapnya, “kau yang menggoda saya” ucap Arsean tepat di telinga Vanilla, pria itu menyamakan posisinya dengan Vanilla yang mana posisi itu sangat intim. Vanilla merasakan sesuatu di bok*ngnya, benda keras yang menempel di belakangnya . “oh sial menjauhlah” Vanilla menyikut Arsean agar pria itu menjauh darinya namun, sayang sekali bukannya menjauh Arsean malah semakin mendekat, merapatkan dirinya pada Vanilla.


Arsean menarik bahu Vanilla agar keposisi berdiri pria itu tidak langsung melepas Vanilla, dia masih menahan Vanilla. “Saya Pengen” bisik Arsean di telinga Vanilla sebelum akhirnya ******* dan Arsean menggoda, membuat Vanilla terbawa suasana oleh sentuhan Arsean. Dan entah bagimana sekarang sentuhan itu telah berpindah, Arsean mulai menciumi bibir Vanilla berpindah pada leher Vanilla. Arsean menyudutkan Vanilla di dinding memerangkap Vanilla dengan ke dua tangannya. Pandangan mereka  bertemu pandangan Arsean yang sudah gelap dengan nafsu dimatanya begitupun Vanilla yang sudah terpancing oleh reaksi alamiahnya.


“ja—jangan” tolak Vanilla saat Arsean ingin mengiuminya, Vanilla masih menahan kedua bahu Arsean pria itu tidak mendekatinya. Vanilla cukup sadar dengan apa yang akan dilakukan walau didalam dirinya juga menginginkannya. Arsean, lagi-lagi pria itu tak mengdengarkan Vanilla pria yang sudah dikuasai oleh nafsunya itupun kembali menjatuhkan bibirnya di tengkuk Vanilla. tak butuh lama untuk mengundang reaksi alamia Vanilla.


“kau munafik sayang” bisik Arsean dengan gerakan cepat Arsean menaruh kedua kaki Vanilla di pinggangnya dan menggendongnya menuju kamar yang tersedia di ruangan luas milik Arsean. “kunci pintu” tentu saja di kantor yang modern memiliki sensor suara.

__ADS_1


Sesampainya di kamar itu Vanilla segera di dorong hingga tidur terlentang, ia tak diberikan waktu untuk memberontak tentu Arsean telah memikirkan bagaimana reaksi wanita itu. Sentuhan itu dimulai dari awal kembali, ciuman dari pelipis turun menjamahi setiap inci di wajah cantik milik Vanilla. Tentu saja tangan Arsean ikut adil dalam adegan panas itu,  dimulai dengan meraba-raba tubuh vanilla,perut dan bahkan sekarang dia memegang bagian yang tidak boleh disentuh. Vanilla tak bisa berbuat apa-apa bahkan ketika ia akan mencapai pelepasanya, "sial" umpat Vanilla sedangkan Arsean hanya tersenyum puas dengan apa yang ia lihat.


“padahal kau bilang jangan, tetapi kau menikmatinya juga munafik”  cemooh Arsean tentu dengan senyuman miringnya yang membuatnya terlihat mengejek Vanilla, Vanilla memalingkan wajahnya dari Arsean menghindari tatapan langsung dengan pria. Vanilla kaget ketika Arsean memasukan ereksinya kedalam milik Vanilla, yang sialnya Vanila tidak tau kapan pria itu melepaskan pakaiannya dan kapan pria itu membuka pakaiannya sendiri. Vanilla cukup mengerang keras di saat Arsean mempercepat nya, rasa sakit masih terasa di bawah sana.


“lebih cepat” rasanya Vanilla ingin menyembunyikan mukanya saja, Arsean semakin mempercepat goyangan nya dan itu semakin membuat Vanilla ingin teriak karena keniikmatan yang tengah ia rasakan.


Aktivitas itu terus berlanjut sampai keduanya menyelesaikan nafsu masing-masing. Terlihat jelas wanita itu masih mengatur nafasnya yang masih cepat karena kegiatan yang baru saja ia lakukan dengan Arsean.


“kau benar-benar sialan Arsean, kau anggap aku apa hah ?” ucap Vanilla sebelum akhirnya air matanya terjatuh “selingkuhan, kekasih gelap atau apapun” ucap Arsean enteng Vanilla menengok menatap Arsean dengan amarah dari bawah namun pria itu tak menghiraukannya. “sialan” umpat Vanilla sebelum menundukan kembali kepalanya.


"Bisakah kau melepaskan aku saja ? Aku akan mengembalikan uang mu aku berjanji" masih dalam isak tanginnya, Vanilla merasa tersakiti ketika harga dirinya diinjak-injak hanya selingkuhan dan ia juga wanita yang di beli dari acara lelang menyedihkan.

__ADS_1


"Saya tidak yakin" Vanilla kembali menaikan kepalanya untuk menatap Arsean, dia bilang tidak yakin ? Akan hal apa "Apa yang tidak kau yakinin ?" Dengan rasa penasarannya Vanilla menanyakan hal itu.


"Saya tidak yakin kau bisa mengembalikan uang saya" Arin menatap Arsean dengan tatapan terluka dan kecewa yah Vanilla pikir pria ini, pria yang baik apa ternyata tidak apa semua pria didunia ini sama brengsek nya ? Mereka hanya memperlihatkan sisi baiknya jika ada sesuatu yang mereka inginkan. Vanilla mengahapus air matanya dan segera bangkit dari dekapan Arsean dia memunguti pakaiannya yang berserakan.


__________________________________________


[Jumat, 07 Januari 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah


Wtpd : Safira Auliya Hamidah

__ADS_1


Instagram : Safira19989


__ADS_2