
Pagi harinya vanessa dkk bersiap untuk segera ke apartemen karena vanessa dan adisya akan mengunjungi V'LI CORPORATION karena jabatan sekretaris pribadi digantikan oleh adisya dan irene. Mereka segera turun karena akan sarapan.
"HALLOO PEMIRSAA INCESS CANTIK SARAPAN DULU YAA.." Teriak vanessa karena ketiga kakaknya belum turun.
"Princess kebiasaan kamu ini." Ucap ayah
"Kak nessa telinga dani sakit nih." Ucap daniar sambil memegang telinganya.
"Maaf boy, ketularan kak vinda." Ucap vanessa, vinda pun melotot ke arah vanessa.
"Kok jadi gue yang kena sih." Ucap vinda kesal
"Biasa aja itu muka minta ditimpuk pake piring." Ucap vanessa sambil mengangkat piring yang ada di depannya.
"Princess.." Ucap bunda. Vanessa segera menurunkan piringnya dan tersenyum lebar menunjukkan deretan giginya.
"Sorry yak vin." Ucap vanessa
"Hemm kebiasaan emang." Ucap vinda ketus
"Sudah makan dulu ya sayang." Ucap bunda kepada daniar dan vanessa juga teman-temannya.
"Baik bunda." Ucap mereka serempak.
__ADS_1
Mereka sarapan tanpa adanya ketiga laki-laki dirumah keluarga samudra. Karena vanessa dkk sedang buru-buru jadi mereka cepat-cepat sarapan dan pergi menuju ke apartemen. Setelah sarapan vanessa dkk segera berdiri.
"Bunda ayah kami pamit dulu mau ke apartemen." Ucap vanessa.
"Baiklah hati-hati ya." Ucap bunda
"Kak nessa, daniar boleh ikut gak?" Ucap daniar
"Loh kan dani nanti mau ikut ayah sama bunda ke reuni sma nya ayah." Ucap vanessa lembut.
"Oh iya hehe lain kali saja lah kak." Ucap daniar menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Vanessa pun gemas dan mengelus puncak kepala daniar.
"Baiklah kakak pergi dulu ya." Ucap vanessa lalu mengecup puncak kepala daniar.
"Ayah bunda kami pamit pulang ke apartemen, lain kali kami akan kesini lagi." Ucap vanya.
"Bunda irene ada satu barang buat bunda, irene harap bunda suka." Ucap irene lalu memberikan sebuah kotak bludru berwarna hitam. Saat bunda arun lihat isinya adalah gelang simple dengan 3 permata besar tetapi terlihat elegan.
"Irene sayang bunda sangat suka, coba bunda pakai ya." Ucap bunda arin lalu memakai gelang pemberian irene.
"Wah cantik ren, terimakasih ya nak. Sini peluk bunda." Ucap bunda arin. Irene pun segera memeluk bunda arin,tidak terasa irene menangis di pelukan bunda arin.
Bunda arin yang merasakan bila bahunya sedikit basah pun melepaskan pelukan dan menatap irene.
__ADS_1
"Sayang kamu jangan sedih." Ucap bunda arin
"Hiks.. dulu hiks.. Irene pernah janji sama ibunya irene suatu saat nanti hiks.. irene akan membelikan perhiasan yang ibu irene inginkan.. tetapi hiks.. sekarang beliau sudah tiada.. maka dari itu hiks.. irene berikan ini untuk bunda arin sebagai ucapan terimakasih irene karena sudah menganggap irene seperti anak bunda sendiri." Ucap irene sesenggukan. Vanessa,vanya dan vinda pun membiarkan irene, mereka paham betul nasib irene bagaimana.Ayah samudra yang melihat itu pun tersenyum.
Kamu sangat beruntung princess teman-teman kamu ini sangat baik. Batin ayah
"Ssssttt sudah ya irene dilarang nangis, sekarang irene juga putri bunda begitu juga dengan yang lain. Kamu jangan merasa sendirian karena ayah sama bunda pasti akan selalu ada buat irene. Begitu juga dengan orang tua irene mereka memang tidak ada di samping irene tetapi mereka akan selalu ada di hati irene." Ucap bunda arin lembut sambil mengusap pipi irene.
"Hiks.. irene minta maaf bunda hiks.. irene memberikan itu bukan bermaksut mengejek bunda karena irene tau bila bunda hiks.. bisa saja membeli semua perhiasan bahkan tokonya juga hiks.. maaf ya bunda harganya tidak seberapa." Ucap irene karena ia takut menyinggung perasaan bunda arin.
"Irene kamu tidak boleh bicara begitu, kami tidak pernah membanding-bandingkan status orang lain. Bagi kami semuanya itu sama tidak ada yang diatas tidak ada yang dibawah. Derajat semua manusia itu sama tidak ada yang beda." Ucap ayah lembut.
Beruntung nes lo punya orang tua sebaik mereka. Batin irene
"Walaupun harganya tidak seberapa bagi bunda ini sangat berharga karena ini pemberian istimewa dari irene." Ucap bunda lalu mengecup puncak kepala irene.
"Terimakasih bunda." Ucap irene lembut.
"Sama-sama sayang." Ucap bunda.
"Ehm.. permisi siapa di sini yang ngiris bawang ya, bi susi ngiris bawang kah." Ucap vanya mencairkan suasana.
"Maaf non vanya tetapi bi susi sama bi ira tidak mengiris apapun." Ucap bi susi diangguk i bi ira.
__ADS_1
"Hihi mellow banget, udah dong nangisnya ntar kan gak enak dilihatin orang. Masak pas jalan ke depan nanti tiba-tiba sroott." Ucap vinda sambil mencontohkan orang setelah menangis yang ingusan dan mengusapnya dengan lengan kemejanya.