
Vinda berada di BL company bersama Irene. Vinda bingung karena Billy sudah bicara pada teman-temannya, sampai saat ini ia masih memikirkan keputusannya.
"Vin, lo masih mikirin perkara Billy?" Ucap Irene
"Iya ren." Ucap Vinda
"Terima saja Vin, gue yakin Billy orang yang tepat buat lo." Ucap Irene
"Tapi gue belum siap pisah sama kalian." Ucap Vinda
"Billy gamungkin nyuruh lo keluar dari BLS." Ucap Irene
"Dia emang ga nyuruh gue keluar dari BLS, tapi gue harus tinggal di negara I. Karena Billy akan pindah kesana." Ucap Vinda
"Apapun keputusannya, lo pasti tau cara ngatasinnya vin. Lo salah satu ketua BLS yang kuat." Ucap Irene
"Nanti malem kita kumpul aja gimana?" Ucap Vinda
"Boleh deh, mau kumpul dimana?" Ucap Irene
"Ke apartemen gue aja." Ucap Vinda
"Yaudah gue hubungin yang lain." Ucap Irene
Vanessa dan Satria menunggu Daniar keluar dari sekolah milik keluarga Samudra. Satria menunggu diluar mobil, sedangkan Vanessa berada di dalam sekolah karena banyak juga orang tua yang menjemput anaknya ke dalam halaman sekolah.
Vanessa melihat ibu-ibu yang menjemput anaknya sendiri dengan pakaian yang begitu heboh.
"Mbaknya jemput siapa ya?" Ucap salah satu seorang ibu dengan nada sombong.
"Mungkin jemput anak majikannya mom." Ucap seorang ibu yang baru saja datang menggunakan pakaian yang heboh dan kacamata hitam besar.
"Bener itu?" Ucap ibu itu. Vanessa hanya tersenyum menanggapi ucapan ibu-ibu itu.
"Ngasuh anak keluarga mana kau?" Ucap ibu-ibu lain
"Samudra." Ucap Vanessa
"Gajinya besar kah?" Ucap ibu-ibu yang lain
Oh God, mak-mak sosialita mulai berkumpul di gue. Batin Vanessa
"Bisu ya?" Ucap ibu-ibu lain
Gue di ospek 4 mak-mak anjrit. Batin Vanessa
"Besar kok gajinya." Ucap Vanessa
Tak lama kemudian Daniar pun keluar dari kelas lebih dulu.
"Kakak." Ucap Daniar
"Tuan muda Samudra, bisakah kau bilang pada ayahmu untuk mengganti baby sitter mu ini." Ucap ibu-ibu yang berkumpul disitu
"Dia bukan baby sitter saya." Ucap Daniar tegas
__ADS_1
"Baby sitter seperti dia tidak apa-apa jika ingin kamu rendahkan tuan muda." Ucap ibu yang lain
"Dia anak perempuan satu-satunya di keluarga Samudra, dia kakakku bukan baby sitter ku. Kekayaan kalian tidak setara dengan kekayaan kakak saya dan calon kakak ipar saya." Ucap Daniar tegas
Setelah mengatakan itu Daniar menarik Vanessa untuk pergi dari kumpulan ibu-ibu itu. Kumpulan ibu-ibu itu pun tercengang karena ucapan Daniar, memang benar kekayaan keluarga mereka belum ada apa-apanya dengan kekayaan keluarga Samudra.
"Siapa yang ngajarin Dani bicara gitu tadi?" Ucap Vanessa
"Kak Rino." Ucap Daniar
"Dani tadi bisa saja menyakiti hati mereka kan." Ucap Vanessa
"Dani tidak peduli, karena Dani tidak suka jika kakak Dani atau keluarga Dani di hina orang lain." Ucap Daniar
"Kakak tidak masalah dani." Ucap Vanessa
"Tapi Dani memang tidak suka kak." Ucap Daniar
"Terserah Dani, tapi tidak boleh terlalu sombong gitu lagi ya." Ucap Vanessa
"Terkadang kekayaan perlu disombongkan untuk menutup mulut orang-orang yang menghina kita kak." Ucap Daniar
Dewasa sebelum waktunya. Batin Vanessa
Satria sendiri yang menunggu di luar mobil pun ikut dikerumuni ibu-ibu. Banyak yang meminta foto pada Satria, tetapi Satria tidak merespon mereka. Ia memilih sibuk dengan ponselnya.
"Tuh kak Satria juga dikerumuni gitu." Ucap Daniar
"Kakak bunuh mereka aja bisa ga?" Sambung Daniar
"Heh gaboleh gitu." Ucap Vanessa
"Minggir." Ucap Daniar
"Eh ada tuan muda Samudra." Ucap ibu-ibu yang berkumpul di dekat Satria
"Menjauh dari dia." Ucap Daniar
"Kenapa tuan muda?" Ucap ibu-ibu itu
"Dia calon kakak ipar ku." Ucap Daniar lalu segera masuk ke dalam mobil.
Satria dan Vanessa menatap Daniar yang langsung masuk ke dalam mobil. Satria mengisyaratkan pada Vanessa 'dia kenapa?' sedangkan Vanessa hanya menghedikan bahunya. Ibu-ibu yang mengerumuni Satria pun menatap Daniar walau sudah masuk ke dalam mobil.
Satria segera membukakan pintu untuk Vanessa, hal itu tak luput dari awasan ibu-ibu sosialita itu. Satria segera masuk ke mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan kerumunan ibu-ibu yang mengerumuni nya tadi.
"Dani kakak tadi bilang kan, jangan terlalu sombong." Ucap Vanessa
"Mereka berisik kak." Ucap Daniar
"Berisik, penjilat juga." Sambung Daniar
"Dani, lain kali jangan begitu ya." Ucap Satria
"Kenapa kak?" Ucap Daniar
"Besok-besok kalau mau gitu lagi, tunjukkin semua aset yang sudah kamu miliki di usia kamu yang sekarang." Ucap Satria
__ADS_1
Vanessa pun mencubit perut satria, karena ia tidak pernah mengajarkan Daniar bersikap seperti itu.
"Aaaaaaaawwwww sakit sayaangggg." Ucap Satria
"Jangan mengajarkan adikku hal-hal yang sesat kak." Ucap Vanessa
"Kalau kurang Dani bilang aja, kekayaan kakak masih banyak." Ucap Satria
"Kak." Ucap Vanessa yang melirik satria dengan tatapan tajam.
"Siap kak." Ucap Daniar
Vanessa hanya menghembuskan nafasnya melihat tingkah Satria dan Daniar. Vanessa membuka ponselnya, ia melihat pesan Irene.
Beberapa saat kemudian ponsel milik Satria pun bergetar, nomor tidak dikenal itu terus menghubungi Satria. Vanessa yang melihat itu pun diam saja.
"Angkat aja sayang gapapa." Ucap Satria
Vanessa pun menggeser tombol hijau ke atas, Vanessa sengaja tidak bicara karena ia ingin tau Siska akan bicara apa.
"Satria tolongin aku."
"Gue diganggu orang, plis kali ini aja tolongin aku."
"Satria kamu disana kan, tolongin aku, aku di apartemen dan ada orang yang gangguin aku. Bahkan sudah dua Minggu ini sat, plis tolongin aku."
"Aaaaaaaa satriaaaa tolongin huhu..."
"BERISIK." Bentak Satria
Vanessa menekan tombol merah, panggilan pun berakhir. Vanessa mulai memasang muka datar, Satria paham jika Vanessa marah padanya. Satria meraih tangan Vanessa, Vanessa memberikan tangannya tetapi muka dia menatap lurus ke depan. Satria melirik ke belakang, Daniar bermain game memakai earphone nya.
"Siapa?" Ucap Vanessa
"Siska." Ucap Satria.
Vanessa hanya berkata 'oh'
"Tetap kamu milikku sayang." Ucap Satria
"Selama ini kakak dekat dengan Siska?" Ucap Vanessa
"Tidak sayang." Ucap Satria
"Ehheemm cemburu nih." Sambung Satria
"Nggak." Ucap Vanessa
"Gemesnya kalo cemburu." Ucap Satria
"Apaan sih kak." Ucap Vanessa ketus
"Secantik apapun Siska,se bagaimana pun Siska, yang kuinginkan hanya kamu." Ucap Satria
"Shut up." Ucap Vanessa ketus.
"Ada yang cemburu hahaha." Ucap Satria
__ADS_1
Vanessa mengalihkan pandangannya ke jendela karena ia tersenyum mendengar ucapan Satria. Sebenarnya Satria tau jika Vanessa blushing tetapi ia diam saja.
Mulai tidak aman nih jantung gue. Batin Vanessa