I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 58


__ADS_3

Sampai di dekat mansion vanessa dkk terkejut karena ada 4 orang berpakaian hitam bertubuh kekar yang berada di depan gerbang markas mereka. Vanessa menatap lekat jaket yang mereka pakai ternyata mereka adalah anggota Green Snake. Vanessa sudah naik pitam pun mengeluarkan aura hitam pekat di dalam mobil. Mobil yang mereka tumpangi pun berhenti agak jauh dari markas karena ingin tau apa yang di lakukan 4 orang itu.


"GREEN SNAKE." Ucap vanessa dingin dengan mata yang sudah berubah menjadi abu-abu. Teman vanessa sangat terkejut karena altar ego vanessa muncul.


Tanpa pikir panjang vanessa menyambar jubah dan topeng di dalam tasnya, ia selalu membawa 2 barang penting milik nya. Bila keadaan genting ia tidak perlu repot untuk memakai jubah dan topeng nya. Begitu juga teman-teman vanessa mereka langsung memakai jubah dan topeng mereka, vanessa turun lebih dulu dengan kedua tangan memegang double stik kesayangannya.


"Oh no, lia mengambil alih tubuh vanessa." Ucap irene


"Kita harus cepat karena bila lia sudah bertindak akan sangat susah menghentikannya." Ucap adis


Mereka pun menyusul vanessa. Vanessa berjalan dengan membawa double stik miliknya. Saat vanessa berada di dekat mereka, 4 laki-laki itu merinding tiba-tiba atmosfer di dekatnya sangat dingin.


"Kenapa kalian ke markas kami." Ucap vanessa datar dengan kedua tangan memegang double stik. 4 laki-laki itu terkejut karena ketua BLS sudah di hadapan mereka.


"Ka..kami me..ehmm kami mendapatkan tugas dari ketua untuk membawa kalian." Ucap salah satu dari mereka.


"Cih apa kalian pikir aku sudi datang kesana." Ucap vanessa tersenyum miring


"Serang dia." Ucap salah satu dari mereka. 4 laki-laki itu sudah mengepung vanessa, karena mereka mendapat perintah untuk membawa ketua BLS walaupun itu salah satu dari mereka.


Karena saat ini tubuh vanessa sudah dikuasai lia altar ego nya yang terkenal lebih kejam dan lebih bengis dibanding vanessa. Terkadang vanessa masih bisa mengendalikan altar egonya, tapi kali ini vanessa membiarkan lia yang melakukan tugas.


"Kalian pikir semua wanita itu lemah." Ucap vanessa menyeringai

__ADS_1


"Jangan banyak bicara nona." Ucap salah atau dari mereka.


Mereka menyerang vanessa secara bersamaan, dengan cepat lia berhasil menepis semua serangan dari mereka. Anggota Green snake mulai lelah karena gerakan mereka kalah cepat dengan vanessa.


"Sudah nyerangnya hanya segitu, dasar lemah." Ucap vanessa dingin. Tanpa pikir panjang vanessa mengarahkan double stik nya ke tubuh mereka.


Brakk...


Brakk...bugg bugg... krekk...


Aaaaaaa kakiku....


Brakk..brakk...plakk...krekkk....


Sringg...brakk... bugg..bugg..


"Sampaikan salamku kepada ketua kalian." Ucap vanessa lalu meninggalkan 4 orang itu. Salah satu dari mereka mencoba berdiri dan mengeluarkan pistol saat akan menarik pelatuk nya 1 panah menancap di pergelangan tangannya. Panah itu vanessa lemparkan tepat di pergelangan nya dan akhirnya pistol itu jatuh, laki-laki itu pun ambruk karena tepat pergelangannya mengeluarkan darah banyak.


"Sepertinya aku terlalu baik kepada kalian." Ucap vanessa dengan nada dingin. 4 laki-laki itu menelan saliva nya karena aura yang di keluarkan vanessa sangat kuat dan menyeramkan.


"Semua memanggil ketua BLS iblis cantik. Kuharap kalian tidak lupa bila aku tidak mudah mengampuni seseorang." Ucap vanessa lalu mengeluarkan katana miliknya.


"To..long.. ampuni kami nona, kami minta maaf karena mengganggu kehidupan nona." Ucap salah satu dari mereka dengan tangan menyatukan telapak tangannya.

__ADS_1


"Berdoalah agar aku mengampuni kalian." Ucap vanessa sambil berjalan menuju ke arah 4 laki-laki itu. Tanpa pikir panjang vanessa menebas tangan laki-laki yang berusaha menembak dirinya.


Sring..crashhh....


Aaaaaa tangankuuuu


"Itu hukuman yang pantas untukmu, aku sudah memberi kalian kebebasan tapi kalian meminta untuk dilenyapkan." Ucap vanessa. Ia pun memotong semua tubuh laki-laki itu dan mencabik-cabik tubuh nya kekarnya dengan katana miliknya. Lalu ia menebas kepala laki-laki itu dihadapan anggota green snake yang lain.


Semua yang melihat itu sangat ketakutan karena vanessa seperti binatang buas yang menghabisi mangsanya tanpa ampun. Vanessa memanggil viola,vanya dan vinda untuk mengeksekusi yang lain.


"Kalian lanjutkan saja setelah itu kirim mereka kembali ke tempatnya." Ucap vanessa lalu meninggalkan teman-temannya dan masuk ke dalam mansion. Vanessa segera menuju ke kamarnya sampai di kamarnya ia menatap cermin. Vanessa mulai bisa berinteraksi dengan altar egonya.


"Lia sudah cukup lo main-main." Ucap vanessa ketus


"Ya. Tapi nanti malam kita berbagi tubuh lagi, biarkan aku yang memimpin perang kali ini." Ucap lia


"Lo jangan ceroboh lia, strategi harus diatur dengan tenang bukan dengan amarah." Ucap vanessa


"Aku tau nes jadi berhentilah mengoceh." Ucap lia ketus


"Terserahmu sekarang biarkan aku yang menjalankan tubuhku." Ucap vanessa datar


"Baiklah tapi nanti malam aku yang mengambil alih." Ucap lia tersenyum miring.

__ADS_1


"Hmm." Deheman vanessa lalu ia pun kembali ke tubuhnya. Vanessa mulai menyusun strategi untuk menghancurkan markas Green Snake yang berada di negara F.


Sedangkan di luar mansion masih terjadi pertempuran. Viola,vanya dan vinda mulai mencabik-cabik tubuh anggota green snake dengan sangat cepat. Karena mereka juga sudah lelah bila menghadapi green snake yang tidak ada henti-hentinya mengusik ketenangan BLS. Ketua green snake tau betul bila BLS bukan lah musuh yang mudah untuk dilawan, karena semua anggota BLS melawan dengan cepat sehingga musuh dengan mudahnya bisa tumbang.


__ADS_2