I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
Episode 42


__ADS_3

"Selamat datang para pecundang" ucap Harrison masih dengan gilanya tertawa dengan kencang, di sebrang sana semuanya sedang kacau mereka belum menyalahkan Mc mereka. Sedangkan Arsean belum juga datang ke tempat itu bagaimana mereka akan mengetahui tempat Harrison berada, yah polisi membutuhkan Samuel untuk melacak keberadaan si Harrison bagaimana pun mereka belum secanggih seperti Arsean dan Samuel yang dengan mudahnya mendapatkan skandal-skandal tentang Harrison yang selama ini polisi cari tapi yah nihil hanya ada berita positif tentang pria paruh baya itu.


...********...


Tentu saja semakin kacau di sana semakin senang Harrison melihatnya, "Kemana di brengsek itu, aaaaaaaaa memang para penghianatan itu sulit untuk di percaya" Nathan Garden komandan kepolisian termuda, usianya baru saja 32 tahun tapi sudah memimpin kepolisian.


"Mungkin mereka sedang dalam perjalanan komandan" Felix mencoba menenangkan komandannya itu, saat-saat itu semakin menenggang saat Harrison semakin terbahak-bahak ditengah tawanya "Kalian memang lecundang yang bodoh" suara itu menggema, Nathan mengepal tangannya sudah berapa kali si pengkhianat negara itu memanggil mereka pecundang ? "nyalahkan Mic, kita akan memulainya tanpa si sialan itu" Nathan memang aga kesulitan untuk mengendalikan dirinya sendiri jadi dia terus memaki walau mengetahui itu tidak boleh, yah tak ada yang bisa menasehatinya juga toh.


"Selamat siang, Mr. Harrison" Nathan bersama dengan Felix memutar matanya mendengar sapaan dari bawahannya itu, "ohhhhhh masih menyapa yah, Selamat siang juga nona" Harrison mengedipkan matanya seraya menggoda, "Bagaimana Mr. Harrison untuk yang kami tawarkan sebelum nya ?" yah mereka sudah menjalankan dan menjelaskan apa saja prosedur yang telah di ia langgar dan mereka juga melakukan penawaran "aku tidak yakin, bahkan komandan mu saja banyak diam", "Cukup" Nathan sudah muak sejak tadi rasanya Harrison terus saja menyudutkannya.

__ADS_1


"Apa kalian berhenti sampai di situ ? padahal disini ada sandraan yang harus kalian selamatkan bukan ? bagaimana kalian bisa di sebut sebagai penyelamat bahkan ketika kalian lebih cocok dengan sebutan pecundang" Nathan benar-benar tidak bisa menahannya lagi dia berjalan ke tempat negotiations itu dan mengambil mic "kau bisa diam tidak !" wajah Nathan sudah merah sekali dia terlalu menahan emosinya belum lagi dia mendapatkan tekanan dari pusat kemarin, dan sekarang kemana si arsean sialan itu "wah, kau terlalu serius ternyata" Harrison berjalan mundur dan berhenti tepat disamping vanilla dia menatap para polisi itu remeh.


"hi si bodoh, bagaimana rasanya di sekap disini ? Apa kau ingin aku membuka kan penutup mulut mu ini ?" Vanilla yang hanya menatap Harrison dengan mata merahnya tersirat betapa dendam nya vanilla pada Harrison "Oh kau terlihat begitu semangat, come on baby mereka tidak mungkin menemukan kita" setelah selesai mengucapkan kata-kata yang memuak kan bagi vanilla Harrison juga membelai pipi vanilla dan menarik lakban yang berada di wajahnya dengan kencang bahkan membuat beberapa polisi wanita ngeri melihat itu.


"Apa itu sakit nona ? maafkan aku" Harrison sepertinya dia sudah gila dia tertawa begitu kencang melihat vanilla sedikit meringis "lihat polisi itu hanya menontoni mu sayang, mereka tidak melakukan apapun bukankah mereka hanya pencundang ?" lagi-lagi itu yang diucapkan Harrison.


"tapi mengapa ? bukannya kita harus memikirkan cara lain komandan ?" Felix kembali mengutarakan di dalam pikirannya karena dia tau jika bukan dia maka siapa lain ? yang lain terlalu takut pada Nathan. "Jika kita memutuskan sambungannya bagaimana jika si gila itu membunuh wanita itu ? bagaimana jika nanti dia malah menjadi-jadi kita tidak tau kedepannya, maka dari itu kita harus mencari ide lain dari sekarang"


_________________________________________

__ADS_1


[Minggu, 14 Agustus 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah


Ig : Sfiranjk341


lanjut besok yah :) udah capek banget soalnya otaknya jadi susah mikir


Terima Kasih telah mampir :)

__ADS_1


__ADS_2