I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 201


__ADS_3

Sudah tiga Minggu Vanessa diam di markas, hari ini ia berencana menemui keluarganya. Aldo ingin mengantar Vanessa tetapi ia ingin menemui keluarganya sendirian. Vanessa tau jika ketiga kakaknya masih mencari dirinya.


"Nes lo yakin ga diantar kak Aldo?" Ucap Sinta


"Gue yakin." Ucap Vanessa


Seluruh teman Vanessa sudah menerima kedatangan Sinta, bahkan selama 3 Minggu Sinta berada di markas BLS karena ia juga mengurus perusahaan ayahnya yang ada di negara A.


"Kalo lo kenapa-kenapa kak Aldo pasti posesif lagi sama lo." Ucap Sinta


"Cemburu lo?" Ucap Vanessa


"Dih, gue siapanya kak Aldo coba." Ucap Sinta


"Gue cuma gamau aja lo dikurung lagi sama dia." Sambung Sinta


"Gue bisa kesana sendiri, lagian keluarga gue sendiri kan." Ucap Vanessa


"Emm nes gue minta maaf ya." Ucap Sinta


"Buat?"


"Maafin kesalahan gue yang dulu sama nyokap gue, karena gue dan nyokap gue lo kehilangan mama kandung lo." Ucap Sinta


"Itu bukan salah lo, jalan takdir nya memang begitu. Lagipula aku sudah memiliki keluarga baru kan." Ucap Vanessa


"Besok sore gue harus kembali ke negara C nes." Ucap Sinta


"Ngapain?"


"Gue harus ngurus perusahaan yang disana." Ucap Sinta


"Balik kesana sama siapa?" Ucap Vanessa


"Sendiri lah." Ucap Sinta


"Sama gue." Ucap Aldo. Vanessa mengangkat satu alisnya


"Sinta balik sama gue, karena pekerjaan gue disini juga sudah selesai Nessa." Ucap Aldo


"Jadi kalian ninggalin gue?" Ucap Vanessa


"Gue akan sering-sering kesini nes, kan lo juga bisa main kesana." Ucap Sinta


"Kita akan sering main kesini Nessa." Ucap Aldo


"Udah kita-kita aja nih." Ucap Vanessa


Duh kak aldo plis, aku gamau jika perasaan ku semakin dalam padamu kak. Batin Sinta


Vanya,Viola,Vinda,Irene pun ikut bergabung karena mereka pulang ke mansion dan apartemen.


"Mau kita antar nes?" Ucap Vinda. Vanessa menggeleng kan kepala.


"Biarkan dia menemui keluarganya sendiri." Ucap Aldo


"Kan gue cuma nawarin emang salah?" Ucap Vinda


"Engga Vin, gue mau kesana sendiri aja." Ucap Vanessa

__ADS_1


"Biar diantar supir nessa, punggung kamu baru sembuh jangan bawa motor sendiri bahaya. Pundak kamu juga baru sembuh jadi jangan bawa motor atau mobil sendiri, ingat jangan terlalu lelah dulu." Ucap Aldo


"Posesif bener sih kak, lagian Nessa mau pulang bukan mau balapan." Ucap Viola


"Tau tuh, kek cewek sendiri aja." Ucap Sinta


"Vanessa adik gue, ya gue berhak lah posesif ke dia." Ucap Aldo


"Adik gaada hubungan darah." Ucap Vanya


"Ketiga kakaknya yang dimansion juga gaada hubungan darah dengannya." Ucap Aldo


"Lagian Vanessa diantar anggota BLS sendiri kali kak." Ucap Vinda


"Ya siapa tau anggota lo dendam sama ketua sendiri." Ucap Aldo


"Lagian kalau dendam ke Vanessa ya lebih salah dong." Ucap Irene


"Nah iya, orang Vanessa leader utama disini." Ucap Viola


"Yang ada tu orang dah hilang kepalanya." Ucap Vinda


"Leader utama pun kalau terluka ya tetap terluka." Ucap Aldo


"Dahlah capek denger kalian berisik, gue pulang dulu deh." Ucap Vanessa


"Hati-hati ya nes. Titip salam buat keluarga lo." Ucap Vanya, Vanessa hanya membalas dengan jempol saja.


"Packing barang mu Sinta, kita pulang besok sore." Ucap Aldo


"Iya kak." Ucap Sinta. Aldo menuju ke kamar yang ia tempati yaitu kamar Adisya, sedangkan Sinta meminta untuk tidur bersama Vanessa.


"Sin, lo mau kita ajarin nembak ga?" Ucap Viola


"Gimana kalau kita main PS aja." Ucap Irene


"Setuju nih gue." Ucap Sinta


"Yang kalah coret tepung ya." Ucap Vinda


"Jangan tepung lah, sayang wajah cantik gue." Ucap Sinta


"Najis." Ucap Vanya


"Emang iya, perawatan wajah gue mahal masak mau dirusak sama tepung." Ucap Sinta


"Se mahal apa sih?" Ucap Vinda


"Sekali treatment bisa habisin 15juta." Ucap Sinta


"Gue bayarin sampe muka lo mulus lagi." Ucap Vanya


"Gamau, bedak aja deh ya." Ucap Sinta


"Yaudah bedak aja, kebetulan di kamar gue ada bedak bayi." Ucap Viola


"Lo punya bedak bayi buat apaan Vi?" Ucap Irene


"Oh gue buat pengganti deodorant, kan bedak bayi wanginya seger tuh." Ucap Viola

__ADS_1


"Pantes kak Mike suka ama lo." Ucap Vinda


"Ga usah bahas kak Mike Vin." Ucap Viola


"Lagian lo harusnya bersyukur kak Mike mau sama lo." Ucap Vinda


"Diem, mentang-mentang udah jadian sama Billy lo." Ucap Viola


"Jadi gak main PS." Ucap Sinta


"Jadi lah."


"Lo ikut van?" Ucap Sinta


"Ngga, gue ada janji buat nemenin Felisha jalan-jalan ketaman." Ucap Vanya


"Yah ga seru lo Van." Ucap Irene


"Sorry, gue udah janji ke Felisha." Ucap Vanya


"Yaudah gapapa, hati-hati ya Van." Ucap Viola. Vanya hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan markas.


----------


Mansion keluarga samudra


Dean dan duo R berada di ruang keluarga, mereka santai di depan televisi karena hari Minggu. Padahal biasanya mereka tidak bangun pagi, entah kenapa mereka kali ini bangun lebih pagi.


"Tumben kalian sudah bangun?" Ucap Bunda


"Morning bunda." Ucap mereka


"Morning too sayang." Ucap Bunda


"Tidak apa-apa, hanya mau mengubah kebiasaan aja sih bund." Ucap Dean


"Baguslah, kalau kalian menikah kan jadi kebiasaan bangun pagi jika hari Minggu." Ucap bunda


"Jangan bahas itu dulu dong bund." Ucap Reno


"Lagipula kalian sudah pas jika menikah." Ucap Bunda


"Usia Dean 27tahun, kalian berdua 24 tahun kan tidak masalah jika kalian menikah." Sambung bunda


"Tapi kami belum mau menikah bunda." Ucap mereka


"Belum mau atau belum laku?" Ucap Bunda


"Belum mau bunda, kalau laku mah yang ngantri ke kita banyak." Ucap Rino


"Jangan terlalu sombong." Ucap bunda halus


"Memang iya bunda." Ucap Reno. Bunda hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban anak-anaknya.


Saat mereka sedang bercanda, tiba-tiba penjaga mansion memberikan kabar buruk.


"Tuan nyonya saya minta maaf jika mengganggu waktu kalian." Ucap penjaga


"Ada apa pak?" Ucap Bunda

__ADS_1


"Tuan muda ditahan di depan nyonya." Ucap penjaga


"Apa?"


__ADS_2