Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Pergi ke markas dengan Dela


__ADS_3

"Kak Ray besok mau ngajar enggak?"tanya Ella yang tengah duduk di pangkuan sang suami.


"Ngajar dong, kesian Kevin gantiin kakak mulu."ujar Ray.


"Em, besok aku berangkat ke kampusnya gak bareng kak Ray engga papa kan?"Ella menatap manik mata sang suami.


"Emang kenapa gak mau bareng kakak? hm."Ray menjawil hidung Ella.


"Aku besok mau berangkat bareng Dedel, jadi aku mau bawa mobil sendiri. Habis itu pulangnya kita mau pergi ke suatu tempat."ucap Ella.


"Mau pergi kemana?"


"Ada deh."cengenges Ella.


"Mau main rahasia-rahasiaan ya sama kakak."Ray menggelitik pinggang Ella sehingga membuat si empunya kegelian.


"Stop ampun kak Ray, iya deh aku kasih tau. Tapi stop dulu geli ih."Ella memukul-mukul pelan bahu Ray.


"Ayok bilang!"Ray menghentikan aksi menggelitiknya.


"Jadi besok itu aku mau ke markas, soalnya Dedel chat aku tadi, dia minta di ajak ke markas dia pengen tau markas gangster itu kaya apa. Dia kan udah tau semua tentang aku dari Galang."Jelas Ella.


"Ya sudah tapi hati-hati ya."Ray mengecup bibir Ella sekilas.


"Dan satu lagi, rencanya besok aku mau lepasin Yuda. Karna dari pantauan ku, dia sudah benar-benar berubah dan juga menyesali perbuatannya. Tapi aku tidak akan membiarkan dia lepas begitu saja, aku akan menyuruh AOD bayangan untuk tetap mengawasinya."ujar Ella serius.


Ray pun menggangguk, dia menyetujui keputusan sang istri. Mungkin itu yang terbaik, toh jika dia tetap menahan Yuda yang sudah benar-benar berubah dan juga menyesali perbuatannya, berati dia sama jahatnya dengan Yuda dulu. Kecuali untuk Rafly, dia tidak ada niatan sedikit pun untuk berubah bahkan setiap kali mereka berkunjung kesana Rafly selalu saja memberintak ingin membunuh mereka terutama Ray.


Malam semakin larut, merekapun tertidur karna sudah mengantuk. Ella tertidur di dalam pelukan hangat Ray yang mendekapnya begitu erat seakan takut kehilangan.


***************


Keesokan harinya.


Ella dan juga Ray tengah sarapan bersama dengan keluarga Wirawan. Disana terlihat ada Papih Ella Maminya dan juga Satria yang tengah menikmati sarapan yang tersaji, pagi ini sarapan terasa begitu ramai selain karna kehadiran Ray dan juga Ella, kehadiran Dalina juga semakin membuat suasana meja makan lebih ramai dan hangat.


Keluarga Wirawan sangat menerima dengan baik kehadiran Dalina kecuali Satria, mereka bahkan menganggap Dalina seperti anaknya sendiri, tapi meskipun begitu Dalina tetap ingin bekerja di rumah itu, tidak enak kan jika dia hanya menumpang saja. Alhasil Rina pun membiarkan Dalina melakukan beberapa pekerjaan rumah, tidak semuanya karna disana juga ada beberapa pelayan.


"Rasa makanannya kok beda dari biasanya ya Mih."ucap Satria yang tengah mengunyah.


"Kenapa? ini lebih enak ya?"Rina menatap sang putra yang sedang makan dengan begitu lahap.


"Iya Mih, eni bumbunya lebih kerasa pokonya mantep dah."puji Satria.


"Iyalah, kan Ini Dalina yang masak."


"Uhuk, uhuk."Satria seketika berhenti mengunyah terus terbatuk karna keselek.

__ADS_1


"Nih minum."Ella menyodorkan segelas air putih kepada sang abang.


"Pantes, makanannya kok aneh rasanya. Hambar kagak enak."ucap Satria setelah air di gelas itu tandas di minumnya.


"Cih, tadi katanya enak. Sekarang aneh hambar, dasar plin-plan."gerutu Dalina.


"Emang rasanya aneh, kek yang masaknya aneh pake banget."Satria bangkit dari duduknya kemudian melangkah pergi.


"Satria, habisin dulu makanannya."ucap Rina.


"Ogah, Mih. Takut keracunan."teriak Satria yang mulai menjauh.


"Pikasebelen wae tu anak,"kesal Rina.


"Mih, Pih. Ray berangkat dulu ya."ucap Ray menyela.


"Iya Ray. Hati-hati di jalan ya."ujar Andi.


"Iya Pih."


"Kamu gak bareng sama suami ksmu ke kampus?"Rina melirik sang putri yang masih mengenakan baju tidur.


"Aku berangkatnya nanti siangan Mih."Jawab Ella.


"Ya sudah, kakak berangkat dulu ya."Ray mengecup kening Ella.


"Iya, hati-hati."Ray mengangguk.


"Iya Ray."


Ray pun melangkah keluar daru dalam rumah, kemudian dia segera berangkat menuju kampus.


"Kamu siap-siap gih, nanti kesiangan ngampusnya."ucap Rina pada sang putri.


"Iya Mih."Ella melangkah pergi menuju kamarnya.


Beberapa saat kemudian Ella sudah keluar dari kamar dengan rapih. Kemudiab dia pamit kepada orang tuanya untuk berangkat, setelah itu dia pun berjalan menuju garasi untuk memilih mobil yang ia kenakan, sebenarnya dia inigin sekali menaiki motor tapi gak mungkin bisa di marahi habis-habisan dia sama Ray. Akhirnya Ella pun memilih mobil sport berwarna merah yang dulu jarang sekali ia gunakan.


Ella meluncur menggunakan mobil itu menuju kerumah Galang untuk menjemput Dela, setelah itu barulah mereka pergi ke kampus bersama.


Sesampainya di kampus Ella dan juga Dela pun langsung saja berjalan dengan tergesa menuju kedalam kelas mereka karna sebentar lagi jam pelajaran akan segera di mulai dan benar saja saat mereka sudah berada di ambang pintu mereka berpapasan dengan Ray yang hendak masuk juga.


"Hai bapak Dosen, mau masuk juga ya. Yodah aku duluan ya, yuk Del."Ella langsung menarik Dela kedalam.


Sedangkan Ray dia hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan sang istri apalagi saat melihat penampilan istrinya yang mengenakan pakaian serba hitam karna selesai ngampus dia akan pergi ke markas.


"Selamat pagi semuanya."sapa Ray begitu dirinya masuk kedalam.

__ADS_1


"Pagi pak."Jawab mereka serempak.


"Materi hari ini adalah materi lanjutan dari yang di terangkan pak Kemarin ya."Ray mulai menerangkam materi hari ini.


Setelah dia selesai menerangkan materi, dia pun membagikan beberapa tugas untuk di kumpulkan besok.


Satu jam telah berlalu.


"Ok, materi kali ini cukup sampai disini dan ingat tugas yang saya berikan harus di kumpulkan besok."ucap Ray.


"Baik Pak."


Ray pun melangkah keluar dari dalam ruangan itu sebelumnya dia melirik kearah sang istri sekilas.


"Kita langsung berangkat ke markas kamu Ell?"tanya Dela saat mereka sudah di parkiran.


"Iya, langsung kesana aja."


Mereka pun masuk kedalam mobil lalu Ella menjalankan mobilnya sedikit ngebut menuju kearah markas.


**************


"Ell, ini markas gangster itu ya?"Dela menganga melihat penampakan markas yang cukup menyeramkan baginya karna aura markas itu begitu mencekam.


"Iya, ayok masuk."mereka pun masuk kedalam.


"Hallo, Quin cantik cetar membahana ulala badai datang. Mana nih sambutannya."teriak Ella begitu memasuki markas.


"Berisik lu."cebik David yang tengah bermain game di ponselnya.


"Maen game mulu kerjaan lu. Kagak ada yang lain apa."cibir Ella yang menghampiri David.


"Kagak."David masih fokus pada ponselnya.


"Kagak sopan banget si, Quin dateng di cuekin."Ella merebut ponsel David kemudian mengutak-ngatik ponsel David.


"Loh, kok banyak poto aku?"pekik Ella kaget saat dia iseng membuka galeri ponsel David yang di kunci itu dan ternyata banyak poto dirinya disana dari dia SMP sampai kuliah.


"Anu, itu cuma apa ya."David lupa jika Ella bisa membobol pin ponselnya dengan mudah.


Jejak dong😚😚😚


Mampir juga kesini ya novel temennya otor di jamin seru deh😍


Nayra baru saja putus dengan sang pacar justru dipertemukan dengan seorang pria tampan yang menjadi guru baru disekolahnya.


Nayra lama-kelamaan mulai jatuh Cinta dengan sang guru, walau umur mereka bedah jauh, tapi Nayra tidak peduli dengan itu, dia tetap akan terus mengejar Cintanya dengan sang guru tampan tersebut.

__ADS_1


Akankah Cinta Nayra diterima? Atau justru Cintanya tersebut akan bertepuk sebelah tangan..



__ADS_2