Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
pemeriksaan kandungan.


__ADS_3

Hari ini Ella sedang berada di sebuah rumah sakit ternama, dia tengah melakukan pemeriksaan sekaligus USG untuk mengetahui jenis kelamin sang buah hati, Ray yang mendampingi Ella pun sudah tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin Baby mereka, begitu juga dengan Wina dan juga Rina yang ikut mendampingi Ella, kedua calon nenek itu begitu antusias, mereka sudah tidak sabar menanti kehadiran cucu pertama.


Ini adalah kali pertama Ella melakukan USG, karna dalam pemeriksaan sebelumnya selalu di lakukan di rumah besar keluarga Wardana oleh Dokter kandungan keluarga, baru kali ini Ella melakukan pemeriksaan ke rumah sakit lagi setelah dia mengetahui kehamilannya pada saat itu.


"Bisa di lihat di layar monitor, kedua bayinya sehat dan juga aktip." Ucap Dokter yang menangani Ella.


"Apa Dok? dua, bayinya ada dua Dok?" Kaget Wina sekaligus bahagia, sedangankan Ray dan Ella mereka hanya menatap layar monitor itu dengan perasaan yang sulit di jabarkan dengan kata-kata, Ray sampai menitikan airmata saking bahagianya.


"Iya bu, bayinya kembar. Apa sebelumnya belum pernah melakukan USG?" Tanya Dokter itu.


"Belum Dok, makannya saya kaget pas tau bayi nya ada dua. Pantas saja kandungan Ella terlihat lebih besar dari wanita hamil pada umumnya ." Ujar Wina.


"Win, cucu kita ada dua. Berati kita tidak perlu rebutan cucu Win." Ucap Rina bahagia.


"Kamu benar Rin, kita bisa gendong satu-satu." Wina juga begitu bahagia...


"Sayang, bayi kita kembar." Ray baru buka suara dengan raut wajah bahagia sembari mengusap airmatanya.


"Iya kak Ray, pantas aja berat banget." Ella tersenyum tipis.


"Jenis kelaminnya apa Dok?" Ray menatap sang Dokter.


"Sebentar ya." Dokter itu kembali menempelkan sebuah alat pada perut buncit Ella kemudian dia menggerakannya pelan untuk melihat jenis kelami dari kadua bayi itu.


"Wah, jenis kelaminnya sepasang. Laki-laki dan juga perempuan." Ucap Dokter itu dengan tersenyum.


"Kamu hebat Ray, bisa nyetak dua sekaligus. Mana sepasang lagi." Seru Rina dengan mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


Ray hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan mertuanya itu sembari mengelus sayang kepala Ella, dia begitu bahagia, sangat bahagia sehingga tak bisa ia jabarkan dengan kata-kata. Ray sangat bersyukur dengan anugrah yang tuhan berikan, kebahagiaan berturut-turut menghampirinya. Dari mulai kehadiran Ella, sampai kehadiran kedua buah hatinya saat ini.


Setelah pemeriksaan selesai, mereka pun segera bergegas pulang dengan hati yang bahagia dan juga senyuman yang tak pernah pudar dari bibir mereka.


"Terimakasih sayang." Ray mengecup tangan Ella yang tengah di genggamnya saat mereka sudah berada di mobil.


"Untuk?" Ella menatap lekat wajah tampan Ray.


"Untuk semua kebahagiaan ini, terimakasih karna kamu telah hadir kedalam hidupku. Terimakasih kamu telah merubah hidup ku yang kelabu menjadi penuh warna. Karna mu, aku tau apa arti sebuah cinta dan juga kebahagiaan, dulu aku tak percaya akan cinta, aku begitu tabu dengan yang namanya cinta dan kebahagiaan bagi ku semu. Hidup ku plat, datar tanpa cahaya menerangi, gelap tak tentu arah. Tapi semenjak kehadiran mu, semua itu berubah, kamu telah berhasil merubah hidup ku menjadi penuh warna dan juga kebahagian. I love you my litle wife."Ucap Ray sembari menatap lekat manik mata sang istri dengan penuh cinta dan juga binar bahagia.


"I love you too my lecturer my husband." Ella membalas tatapan Ray dengan senyuman manisnya.


"Win, popcron mana Win." Celetuk Rina yang berada di kursi belakang bersama dengan Rina.


"Lupa gak beli Rin, padahal enaknya nonton Derama entu sembari makan popcron ya pan."Wina menanggapi ucapan Rina.


"Jangan lupa minumnya soda, kalo gak ada minuman entar keselek lagi pan berabe." Ucap Wina yang bermain ponsel.


"Keselek kuaci, apa keselek rayuan gombal dengan seribu kata manis yang manisnya mengalahkan gula nih Win." Rina melirik kedua pasutri muda itu sekilas.


"Dua-duanya, tapi jangan terlalu manis Rin, entar diabet lagi."


"Kurang manis juga jangan, entar hambar kayak rasa itu."


"Sedikit asin rin rasa itu mah."


"Ck, emak-emak rempong ganggu aja. Iri bilang boss." Ucap Ella dari depan dengan sedikit kencang.

__ADS_1


"Apa sih Ell, orang kita lagi ngomongin Derama iya gak Win?" Rina melirik Wina.


"Hooh."


"Ngeles aja kek bajai. Mana bahasannya mulai menjerumus ke nganu lagi, dasar emak-emak." Cebik Ella dengan mendelikan matanya.


"Eh, sapa juga yang bahasannya menjerumus ke nganu. piktor mulu ih kamu mah Ell, keseringan di nganu mulu si." Delik Rina.


"Itu tadi, yang hambar, asin. Tu apaan?" Ella menoleh ke belakang.


"Keju, ih. Pan keju hambar agak asin, tapi gak ada manis-manisnya karna bukan le mineral. Kamu pikir apa hayo? ngeres ih." Rina menat Ella dengan tersenyum meledek.


"Dasar emak durjana, kenapa si? gak emak gak abang, semuanya ngeselin. Bikin aku esmosi aja bawaannya." Gerutu Ella kesal, sedangkan Ray dia hanya tersenyum tipis sembari melajukan mobilnya.


Jejak😘😘😘😘


Hai semua readers solehot, mampir di cerita temen otor yang kece badai dan super imut kek semut, manis tapi tak semanis gula. Ceritanya bagus, seru, menarik. Patut untuk kelean coba. Jangan lupa kepoin and cuss baca😍😍


Judul : Aku tidak Jelek ( Your'e so preetty)


Napen : Pipih permatasari.


Karena kecorobohan Aku yang berani mengungkapkan perasaannya terhadap Pimpinan Intern group membuat Aku di tolak mentah mentah, dihina sampai didorong masuk ke dalam kolam renang oleh seorang Juna Prakasa dan kekasihnya Olin Puspita. Aku pikir dia sama menyukaiku karena sudah berbuat perhatian lebih, ternyata dia hanya memanfaatkanku karena otakku pintar dan cerdas.


Akankah pembalas dendaman Aleena dan Veri berhasil membuat Juna berlutut dan menyesalinya?


__ADS_1


__ADS_2