Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Bikin pulau


__ADS_3

Dua pasutri muda kini sedang bermesraan di sebuah pantai nan indah, mereka tengah menghabiskan waktu weekend berdua tanpa sang buah hati. Mereka ingin melakukan rutinitas berdua setelah dua bulan belakangan ini mereka jarang punya waktu berdua karena sibuk mengurus baby.


"Pantai yang indah," ucap Dela sembari merentangkan tangannya dan menghadap ke laut lepas.


"Indah dan juga sejuk, sesejuk hatiku kala memandang wajahmu," tambah Galang yang kini sedang memeluk Dela dari belakang.


"Gombal," cebik Dela.


"Aku serius, Neng. Wajahmu membawa kedamaian dan juga kesejukan untuk hatiku. Apalagi senyumu, senyum yang bak magnet kebahagiaan bagiku, karena entah mengapa? setiap kali aku melihat senyumu, bibir ini selalu tersungging dengan sendirinya memancarkan binar senyuman," tutur Galang yang masih setia memeluk Dela.


"Perkataan mu sungguh membuat hatiku meleleh, akan tetapi, bunga yang hendak bermekaran dalam hatiku mendadak tertutup kembali saat aku memingat dirimu yang masih mencintainya." Dela berucap dengan nada kecewa.


"Hey, siapa bilang aku masih mencintainya? kamu tidak bisa menyimpulkan begitu saja tanpa kamu mengetahui isi hatiku yang sebenarnya," ucap Galang.


"Kalo begitu, katakanlah isi hatimu, agar aku tidak selalu berburuk sangka padamu," pinta Dela.


"Baiklah Neng Dela Apriliani, ku sayang. Dengarkan Aa Galang baik-baik ya. Di hati aku itu tiada lagi nama wanita lain selain dirimu, tidak ada dan takan pernah ada, selamanya hanya kamu dan tetap kamu belahan jiwaku ibu dari anak-anaku. Jadi jangan pernah meragukan perasaanku lagi,"tutur Galang.


" Terimakasih karna Aa telah mencintai aku dan juga maaf, karena aku sempat meragukanmu,"ujar Dela.


" I love you, istriku,"bisik Galang di telinga Dela.


" I love you too, suamiku," balas Dela sembari berbalik lalu dia memeluk erat tubuh Galang.


------------------+++


Cup, Ray mengecup lembut kening sang istri yang masih tertidur. Hari ini dia bangun sangatlah pagi sekali, karena dia ingin memasak nasi goreng sepesial khusus untuk Ella seorang. Ray, begitu antusias saat memasak, dia mempersiapkan bahan dan juga bumbunya sendiri tanpa dibantu oleh orang lain. Setelah selesai membuat nasi goreng, diapun langsung membawanya ke kamar.


"Bangun, Sayang." Ray menciumi seluruh wajah Ella.


"Emm." Ella terlihat menggeliat.


"Bangun," bisik Ray tepat ditelunga Ella.


"Udah pagi, ya?" Ella langsung mendudukan dirinya di ranjang.


"Iya, Sayang. Ini udah pagi." Ray mengusak lembut rambut Ella yang nampak berantakan.


"Ya ampun aku kesiangan! twins pasti laper!" pekik Ella sembari beranjak dengan terburu-buru.


Brukk!

__ADS_1


Kakinya tersandung selimut saat hendak turun dari ranjang, alhasil dia pun nyungseb dengan posisi sebelah kaki diatas dan sebelahnya lagi dibawah.


"Sayang... Kamu itu ya, selalu aja tergesa. Twins udah dikasih nen kok sama mamah dari asi yang ada di kulkas di angetin," ucap Ray sembari berjalan menghampiri sang istri.


"Jangan pegang! ngilu!" Ella menepis tangan Ray yang hendak membantunya naik keatas ranjang dengan memangku bokongnya yang masih menggantung di tengah-tengah.


"Pelan-pelan kok." Ray tetap membantu Ella untuk naik.


"Huaa, kak Ray. Iubang guaku sobeknya pasti tambah lebar ini, mana ngilu banget lagi, apa jangan-jangan jaitannya pada lepas?" ucap Ella cemas.


"Sini kakak periksa, takutnya lukanya tambah parah," ucap Ray sembari menurunkan celana Ella.


"Liat juga jaitannya, takutnya pada lepas," pinta Ella yang sudah membuka lebar-lebar kakinya untuk mempermudah Ray mengecek guanya.


"Lembahnya terlihat masih sama, hanya saja rumputnya sedikit bertambah lebat." Ray menyingkap rerumputan itu agar bisa mencapai pintu gua.


"Masih sama Sayang dalem guanya, cuma ini kok agak lecet dan ada benangnya juga?" heran Ray.


"Aku kan abis ngelahirin, jadi ya lecet dan itu benang jahitan karena guaku robek pas ngelahirin twins makannya di jahit," jelas Ella.


"Aku kira kain doang yang bisa di jahit, ternyata gua juga bisa di jahit," ungkap Ray. "Eh, tapi ini gimana cara masukin ke mesinnya Sayang pas dijahit? apa di copot dulu? " tanya Ray.


"Ya, maaf Sayang. Aku pikir di jahitnya pake mesin, " cengir Ray. "Oh, iya. Kamu makan dulu ya, aku udah masakin kamu nasi goreng sepesial," lanjutnya.


"Kak Ray masak sendiri?" Ella menatap Ray tak percaya.


"Iya dong, khusus buat kamu," ucap Ray.


"Enak gak nih?" Ella memicingkan matanya.


"Cobain dulu, aaa." Ray mulai meyuapi Ella.


"Enak," ucap Ella saat nasi goreng itu mendarat du mulutnya.


Ray terus menyuapi Ella sampai nasi goreng itu tandas tak tersisa, Ella makan terlihat begitu lahap. Rasa nasi goreng itu cukup enak, apalagi di makan saat bangun tidur dengan disuapi orang tercinta.


"Tunggu-tunggu." Ella berhenti mengunyah saat di suapan terakhirnya.


"Kenapa Sayang?" tanya Ray.


"Aku kan baru bangun tidur, langsung makan dan gak cuci muka dulu apalagi gosok gigi. Ya ampun... Jorok banget sih aku," jawab Ella, dia baru tersadar saat dia memegang matanya yang masih ada belek.

__ADS_1


"Gak papa lah, Yang. Kan enak tuh nasi gorengnya jadi makin gurih karena campur air liur sisa menetes ke bantal." goda Ray.


"Aku gak ngeces, ya," delik Ella.


"Gak ngeces, sih. Tapi bikin pulau di bantal," Ray semakin menggoda Ella.


"Sebel ih, kak Ray godain aku mulu," cebik Ella sembari melangkah turun dari ranjang.


"Mau kemana, Sayang?"


"Mau jual pulau,"


___________________________________


Saat ini Ella sedang berada di kamar twins, dia sudah wangi dan juga segar walau tidak bersolek. Disana hanya ada Satria dan juga Dalina, karena orang tua Ray sedang pergi keluar untuk melaksanakan acara reoni bersama teman-teman sekolahnya dulu.


"Ceria bener yang terongnya abis di kocok," sindir Satria pada Ray yang tengah berjalan masuk kedalam kamar twins.


"Widih, tau ae lu. Ningtip ya?" tebak Ray.


"Kagak perlu ngintip, noh suara laknat elu sampe kedengeran kesini. Lo lupa kalo disini ada orang, hah? lo gak mikir kalo gue kepengen gimana? untung aja iman gue gak secetek mental si imin, kalo enggak, udah hilap gue buntingin anak orang," kesal Satria.


"Emang jelas banget kedengeran sampe sini?" Ray menatap Satria.


"Iya, bage. Untung anak lu gak sawan pas denger suara mengerikan bapaknya. Lain kali peredam suara aktipin tuh, biar jiwa lajang gue kagak meronta-ronta," ujar Satria.


"Kalian pada bahas apa sih? masih bahas terong kocok yang semalem ya?" tanya Dalina yang belum konek.


"Kadal tau?" Ella melirik Dalina malu.


"Tau, tapi aku belum pernah nyoba tuh terong kocok, kalo alpukat kocok sih pernah. Emang seenak apa sih Ell terong kocok itu sampe bikin Ray, berteriak begitu?" tanya Dalina polos.


"Gini kali ya kelakuan ku dulu, bikin orang pusing saking polosnya. Sekarang aku ngalamin pusingngnya di tanya orang polos," gumam Ella yang masih terdengar oleh Ray.


"Bentar lagi polosnya juga ilang kok Sayang, kalo udah sering di pilosin sama si Bangsat," bisik Ray.


"Kamu juga jadi gak polos lagi kan, karena sering kakak polosin," lanjutnya.


Tinggalkan jejak😘😘😘😘😘😘😘😘


 

__ADS_1


__ADS_2