
Sesampainya di rumah, Ella langsung saja pergi ketaman belakang, dimana disana ada Satria dkk sedang bermain gitar sembari bernyanyi. Ella sudah tidak sabar ingin memberitahukan prihal bayi kembarnya kepada sang abang.
"Pelan-pelan sayang." Ucap Ray yang tengah menuntun Ella, karna dia berjalan dengan tergesa.
"Ini juga pelan kok." Ella melirik Ray sekilas.
"ABANGG." Teriak Ella saat dirinya sudah sampai di taman belakang rumah.
"Astaga Dek, jangan teriak napa. Gue kagak budeg." Pekik Satria.
"Abang tau gak..."
"Kagak."
"Ih kebiasaan maen potong aja, dengerin dulu ih." Kesal Ella.
"Iya paan?" Satria menyimpat gitar yang ia pegang di meja yang terbuat dari kayu.
"Aku hamil bayi kembar, bayi nya ada dua." Ujar Ella sembari mengangkat kedua jarinya.
"Serius lu dek? bayinya dua?" Kaget Satria.
"Iya bang, sepasang lagi." Ella tersenyum begitu bahagia.
"Hebat lo Ray, sekali jadi langsung dua. Top banget dah perkutut lu, thank udah ngasih gue ponakan dua sekaligus." Satria menepuk pelan bahu Ray.
"Sekarang aku kan udah punya anak, dua lagi. Terus kapan abang nikah? dulu kan abang pernah bilang ke aku, kalau abang akan menikah setelah aku punya suami yang bisa menjaga dan juga melindungi aku dan juga menyayangiku seperti abang. Kini tugas abang udah di gantiin sama kak Ray, ini sudah saatnya abang mencari kebahagiaan abang sendiri. Carilah pendamping yang bisa mencintai dan menerima abang apa adanya."Ucap Ella yang tengah duduk di samping Satria sembari menatap lekat sang abang.
"Adek kecil abang udah gede ya ternyata, ngomongnya aja udah bijak gini." Satria mengusak pelan rambut Ella.
"Abang seneng kamu udah nemuin kebahagiaan mu, mungkin sudah saatnya abang mencari pendamping, karna gak mungkin abang ngejomblo sampe tua. Setelah hati abang yakin, abang akan segera menikah." Satria menghela nafas pelan.
"Abang serius? Berati abang udah punya calonnya dong?" Pekik Ella.
"Serius lu mau kawin Sat? sape calonnya? punya cewek kagak bilang-bilang sama kita. Songong amat lu." Rendi yang tengah bermain game pun langsung menyahut kala mendengar Satria akan segera menikah, karna setaunya Satria belum mempunyai kekasih.
__ADS_1
"Nikah ngab, kawin mulu yang ada di otak lo." Sengit Satria.
"Lah, orang nikah pan ujungnya kawin." Ucap Rendi.
"Tapi orang kawin belum tentu ujungnya nikah." Timpal David.
"Pengalaman si Rendi itu mah." Ujar Ray.
"Wah, parah lo Ren, anak orang di kawinin doang kagak di nikahin. Bener-bener." David menggeleng.
"Males nikahin yang udah los dol."Ucap Rendi.
" Sian yang dapet bekas, kayak gua dong ori."Ledek Ray.
"Ngapa jadi bahas gue sih? Pan tadi bahas si bangsat deh perasaan." Cebik Rendi.
"Ah iya sampe lupa, kalian si rusuh mulu." Ucap Ella kemudian dia menatap Satria serius.
"Dek, jangan gitu ngapa natapnya. Berasa lagi di sidang gue." Cengenges Satria.
"Kalo udah fiks, gue kasih tau dah ya." Ujar Satria.
"Gak mau, pokonya kasih tau sekarang juga." Ella memaksa.
"Besok aja gimana? gue bawa dia kesini dah." Nego Satria.
"Beneran mau dibawa kesini?" Tanya Ella memastikan dan di balas anggukan oleh Satria.
Karna hari sudah semakin siang dan matahari semakin terik, Satria dkk pun berpamitan untuk pulang. Sebelum Satria pulang dia di ancam terlebih dahulu oleh sang adik, kalau dia tidak menepati janjinya untuk membawa sang kekasih besok. Maka Ella tidak mau lagi bertemu dengan Satria, dia akan ngambek sengambek-ngambeknya, begitulah kata Ella.
Setelah Satria dkk pergi, Ray pun membawa Ella menuju kamar mereka. Ella mendudukan dirinya kasur yang empuk, kemudian dia mengambil laptop yang ada di nakas lalu membuka dan menyalakannya.
"Lagi apa sayang?" Ray yang tadi kedapur dahulu langsung saja menghampiri Ella dengan membawa piring berisi potongan buah segar.
"Nonton Drakor." Jawab Ella yang tidak mengalihkan pandangannya dari laptop.
__ADS_1
"Apa sih serunya nonton Drakor? sampe segitu senengnya kamu nonton para pria cantik itu." Ucap Ray.
"Mereka tuh ganteng ih kak Ray, bukan cantik. Aku suka banget sama mereka, sampe aku rela bergadang demi nonton mereka yang euh qiut banget." Ella terlihat sangat gemas dengan tokoh pria yang ada di Drakor yang sedang ia tonton.
"Rela bergadang demi nonton mereka, sampai kesiangan masuk kuliah." Sindir Ray, dia mengingat masa itu. Dimana dia pertama kali bertemu dengan gadis polos yang kesiangan dengan alasan karna nonton Drakor.
"Kak Ray masih inget aja." Ella tersenyum malu.
"Inget lah, kakak gak akan pernah lupa sama mahasiswi yang selalu bikin kakak kesal setengah mati dengan semua tingkah polosnya." Ucap Ray.
"Tapi sekarang cinta kan?" Goda Ella.
"Bangett." Ray memeluk Ella dari samping.
Dobel up, tap jempolnya mana nih.😘😘
Mampir sini yuk cerita gak kalah seru, alur menarik dan juga membuat penasaran. Cuss ah kepoin😍
Judul : Duda VS Anak perawan.
Napen : Santi suki.
Blurb:
Yusuf, seorang duda beranak satu yang baru saja ditinggal oleh Aisha–istrinya yang meninggal karena kecelakaan. Dia harus membesarkan Asiah–putrinya– seorang diri karena ibunya harus merawat ayahnya yang sakit stroke. Yusuf dan Asiah tinggal di apartemen milik perusahaan yang khusus diberikan oleh Sarah, CEO sekaligus putri pemilik perusahaan tempat dia bekerja sebagai Direktur Keuangan. Yusuf juga bertetangga dengan Zulaikha, seorang siswi SMA yang kurang kasih sayang orang tua dan suka menggoda dirinya, tetapi begitu sayang kepada Asiah. Zulaikha juga selalu terang-terangan bilang cinta dan sayang sama Yusuf. Namun, Yusuf selalu menganggapnya angin lalu.
Asiah selalu dititipkan di sebuah penitipan anak yang merangkap dengan lembaga pendidikan anak dini. Di sana mereka bertemu dengan Bilqis, mahasiswi magang yang mengingatkan pada sosok Aisha. Membuat Yusuf mulai terpaut hatinya karena kealiman dan kelembutan sifatnya. Namun, cintanya mendapat pertentangan dari keluarga Bilqis karena statusnya duda beranak satu.
Bagaimana kisah Yusuf dalam membesarkan Asiah yang aktif dan sering membuatnya mati kutu?
Siapa yang mendapatkan cinta Yusuf?
Sarah anak perawan yang anggun dan cerdas? Zulaikha anak perawan penggoda dan jahil? Atau Bilqis anak perawan yang sholehah dan penyabar?
__ADS_1