Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Bukit


__ADS_3

"Sebenarnya Rafly adalah kakak dari Anita, wanita yang dulu sering mengejar Ray saat dirinya masih kuliah. Dari hasil penyelidikan ku, dia berkali-kali menyatakan cintanya pada Ray, tapi Ray tidak meresponnya dari situ dia mulai prustasi, dia tidak terima dengan penolakan Ray, dia begitu terpuruk hingga dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menyayat pergelangan tangannya menggunakan serpihan kaca yang cukup tajam hingga menyebabkan urat nadinya terputus. Dia tidak selamat, karna dia banyak sekali kehilangan darah."Derby terlihat menghela nafas panjang.


"Setelah kepergian adiknya, Rafly mencari tau penyebab adik kesayangannya sampai mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis seperti itu. Dari situ dia tau bahwa penyebab adiknya bunuh diri, karna cintanya di tolak oleh mu. Dia pun mulai mencari tau tentang dirimu, supaya dia bisa masuk kedalam kehidupan mu dan membalaskan dendamnya. Rafly juga masih mempunya seorang ibu, tapi ibunya di rawat di rumah sakit jiwa, kejiwaan ibunya terganggu setelah kematian Anita, beliau tidak terima atas kematian putri bungsunya."Jelas Derby menyampaikan hasil penelusurannya dalam waktu yang singkat ini.


"Apa kau mengingat wanita itu?"tanya Ella kepada Ray dengan raut wajah yang dingin.


"Ya, aku ingat. Dia adalah mahasiswi baru di tempat kuliah ku dulu. Dia selalu mengikuti ku kemanapun aku pergi meskipun aku sudah menolaknya karna aku merasa risih, dia memang sering menyatakan cinta padaku, tapi aku menolaknya, karna aku tidak mempunyai rasa apapun padanya. Bukannya aku tega membuat dia sakit hati, tapi menurutku dia akan lebih sakit lagi, jika aku menerimanya tapi aku tidak mencintainya. Dia tidak akan bahagia bila hidup bersama orang yang tidak mencintainya. Aku tidak tau akan seperti ini jadinya, aku juga tidak tau bahwa perbuatan ku telah membuatnya nekat sehingga kehilangan nyawa."Jawab Ray dengan sangat merasa bersalah, dia merasa dia telah menghancurkan hidup seseorang, dia membuat Rafly hidup di penuhi dendam, dia juga membuat ibu Rafly menjadi depresi.


"Itu bukan salah mu Ray, wanitanya saja yang terlalu ter obsesi padamu. Lagi pula cinta kan tidak bisa di paksakan, seharusnya dia bisa berpikir seperti itu dan dia harus yakin bahwa ada cinta yang lain yang tengah menantinya, bukannya malah mengakhiri hidup seperti itu."ujar Ragil.


"Bener apa kata si Rigil, cinta tidak bisa di paksakan. Kita tidak harus melulu memiliki orang yang kita cintai. Seperti gue dong, gue mah bahagia aja meskipun gue gak bisa milikin orang yang gue cintai. Karna bagi gue kebahagiaannya lah yang nomer utama. Jika kebahagiaan dia bersama orang lain, bukan bersama gue. Gue bisa apa?"Timpal David sekaligus curhat.


"Curhat lu, bro?"ejek Ragil.


"Seperti itulah."


"Lalu bagaimana dengan Rafly? apa kamu akan terus menyekapnya?"tanya Ray kepada Ella.


"Untuk sementara aku akan tetap menahannya, sampai dia memahami, jika ini semua bukan salah mu. Ini semua sudah takdir, mungkin takdir adiknya memang harus seperti itu, tidak ada yang bersalah disini, aku ingin membuatnya sadar terlebih dahulu, aku ingin membuatnya lepas dari belenggu dendam tak berlasan ini."Jawab Ella dengan pikiran yang melanglang buana, masih banyak tugas dan masalah lainnya yang harus ia selesaikan, bukan masalah Rafly saja.


Cukup lama mereka berdiskusi, dari mulai masalah Rafly hingga masalah ketua Taiger Dark yang di prediksi oleh Derby akan segera menyerang markas AOD. Mereka harus mempersiapkan semuanya dengan matang, agar tidak banyak anggota yang gugur, karna serangan kali ini bukan lah serangan biasa, melainkan serangan besar-besaran dengan nyawa yang menjadi taruhannya.


Ella memerintah semua anggota AOD untuk berlatih lebih giat lagi, mereka juga harus mempersiapkan senjata yang memadai, racun pelumpuh saraf musuh pun tak luput harus mereka siapkan. Sementara Derby akan terus memantau pergerakan Taiger Dark agar mereka tidak kecolongan dan banyak korban yang berjatuhan, mereka harus benar-benar siap ketika penyerangan itu terjadi.


Dalam penyerangan ini Ray lah yang menjadi pemimpin, karna Ella tidak mungkin memimpin peperangan ini di kala dirinya berbadan dua, sebenarnya Ella masih sanggup mengikuti peperangan ini mengingat kehamilannya cukup kuat, tapi Ray bersikeras melarangnya karna dia tidak mau terjadi apa-apa terhadap Ella dan juga sang berudu. Dengan sangat terpaksa Ella pun menurut karna dia tidak mau jadi istri durhakim katanya,

__ADS_1


Setelah selesai berdiskusi, Ella pun mengajak Ray untuk pergi ke suatu tempat yang menjadi favoritnya dikala dirinya di terpa banyak masalah, tempat itu cukup tenang sangat cocok sekali untuk menenangkan diri.


"Indah sekali bukan."ucap Ella sembari duduk di atas batu besar yang terdapat di dinding bukit.


"Hm, indah sekali, suasananya begitu damai."ujar Ray yang duduk di belakang Ella sembari memeluk erat sang istri.


Siang yang menuju sore itu terasa begitu indah bagi pasutri yang tengah berpeluk mesra di atas bukit hijau nan indah itu, pemandangan terpapar luas ketika di lihat dari atas sana, pepohonan hijau yang tinggi menjulang menambah ke indahan bukit itu. Apalagi suasana siang yang menuju sore ini tidak terlalu panas, bisa di bilang cukup sejuk nan adem. Bukit itu memang sangat sepi karna jarang sekali orang berkunjung kesana, Ella sengaja memilih tempat ini sebagai tempat favoritnya karna dia begitu menyukai ketenangan.


"Aku harap kita akan selalu bersama hingga kita menua nanti."Ella menyandarkan kepalanya di dada bidang Ray yang duduk di belakangnya.


"Kita akan selalu bersama sampai menua, tidak ada yang bisa menisahkan kita, kecuali maut."Ray mengecup lembut puncak kepala Ella.


"Semoga semua masalah ini cepat berlalu, agar kita bisa menjalani kehidupan ini dengan tenang."lirih Ella.


"Aku akan berusaha mengatasi semua masalah ini dengan cepat, supaya kita hidup bahagia bersama berudu ini dan juga berudu lainnya nanti tanpa ada semua masalah yang membuat berudu-berudu kita terancam."Ray mengelus pelan perut rata Ella.


"I love you too, my teacher my husband."Ella mendongkakan kepalanya untuk menatap Ray.


Cup,


Ray mengecup bibir merah muda itu dengan lembut.


Mata mereka saling bertemu dengan tatapan mendamba dan juga penuh cinta, cukup lama mereka saling menatap satu sama lain, sampai mereka larut dalam pangutan mesra dengan penuh cinta, entah siapa yang memulai yang jelas mereka begitu menikmati tautan bibir di atas indahnya bukit yang di kelilingi rumput dan juga pohon hijau.


Kini posisi mereka sudah saling berhadapan dengan kaki Ella yang bertumpu di atas paha Ray, tautan bibir itu masih berlangsung, Ray memegang lembut ceruk leher Ella supaya dia bisa leluasa memperdalam ciumannya, Ella juga mengalungkan tangannya pada leher Ray sesekali dia juga menekan tengkuk Ray supaya dia mudah untuk membalas ciuman menuntut dari Ray.

__ADS_1


"Stop, ini di bukit."ucap Ella saat tangan nakal Ray mulai merambat kemana-mana.


"Nanggung Yang."Ray menatap Ella dengan kabut gairah.


"Hais, kak Ray ini tidak bisa di ajak romantis, kali-kali kita bermesraan tanpa nganu dong. Kayak orang pacaran begono, hanya sebatas pelukan dan ciuman tanpa nganu."ujar Ella.


"Orang pacaran tidak menjamin tidak melakukan itu, sangat minim anak jaman sekarang berpacaran tanpa nefsong, banyak tuh anak muda yang melendung belon nikah, itu tandanya pacaran mereka lebih dari sekedar pelukan dan ciuman."Jelas Ray dengan wajah memerah menahan gejolak karna si belalai sudah berubah menjadi tongkat bisbol.


"Tidak semuanya seperti itu, ada juga yang pacarannya no pegangan tangan apalagi ciuman."


"Di jaman moderen begini, jarang anak muda yang seperti itu."


"Hm, ya juga sih. Kak Ray mulai sekarang kita pacaran yu."ajak Ella.


"Pacaran?"


"Iya, kita pacaran. Kita hanya boleh pegangan tangan, pelukan sama ciuman aja. No yang lain, apalagi nganu."ujar Ella.


"Oh tidak bisa, bagaimana nasib si bonar kalo kayak gitu? bisa mati kelaparan dia."tolak Ray.


"Tapi aku mau seperti itu, aku sama kak Ray kan gak pernah pacaran. Jadi kak Ray gak boleh nolak."tegas Ella.


"Tapi, ini gimana?"Ray menunjuk sesuatu yang sudah berdiri tegak.


..."Biarkan saja dia berdiri tegak untuk meminta ke adilan."ketus Ella....

__ADS_1


"Sungguh teganya dirimu pada si bonar."


Tap jempol😘😘😘😘


__ADS_2