Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Terong


__ADS_3

**Warning, bocil menyingkir bahaya bisa kena mentalšŸ˜‡


Happy reading😘


Jangan lupa tap jempol, Comen and fav juga ya karya ini. Vote kalo ada, hadiah boleh juga biar makin semangat nulis nih otor gadunganšŸ¤‘**


_____________________________


Dinginnya malam begitu menyeruak menusuk ke permukaan kulit, sehingga membuat si bonar ikut terbangun juga karena kedinginan. Apalagi saat yang punya tubuh melihat Ella hanya mengenakan baju tidur tipis tanpa lengan sepaha, membuat si bonar kian meronta ingin berkelana menyusuri gua yang masih dalam proses perbaikan agar bisa di telusuri kembali.


"Malam ini abang sama kak Dalina, yang bakalan jagain twins, " ucap Ella karena Satria dan juga Dalina sedang menginap disini.


"Jadi kamu bakalan punya waktu dong buat kakak? " tanya Ray yang sudah diliputi gairah..


"Heem, tapi jangan macem-macem ya, kan masih puasa. " Ella menatap Ray seperti mengancam.


"Tapi, kakak udah gak kuat Sayang, " ucap Ray memelas.


"Tinggal tiga mingguan lagi kok, tahan ya," ujar Ella.


"Kakak udah gak tahan.... " Ray memeluk Ella dari belakang.


"Sian banget ci, suami aku. " Ella berbalik dan kini berhadapan dengan Ray.


"Yang... Plis, help. Kakak udah gak tahan, " lirih Ray.


"Making out, kocok, kocok aja mau, " tawar Ella.


"Mau Sayang, making out sembari menunggu making love tiba. " Ray mulai mengecup bibir ranum Ella.


Cup! cup! cup!


Ray menciumi seluruh wajah Ella, kemudian bibirnya kembali berlabuh di bibir Ella. Dia meraup lembut bibir itu secara perlahan kemudian menghisap nya rakus.


Eugh!


Desah itu terdengar mengalun kala bibir Ray turun menjelajahi leher jenjang Ella, Ray mengecupi leher itu dan juga menghisapnya. Dia memberikan beberapa tanda kepemilikan disana.


"Jangan mainin itu, nanti airnya keluar, " peringat Ella saat tangan nakal Ray akan menjamah sumber kehidupan si kembar.


"Tempat favorit kakak sekarang udah di kuasai twins, " ucap Ray kemudian dia kembali menautkan bibirnya pada bibir sang istri.


Puas berciuman, Ella pun langsung saja memulai aksinya. Dia langsung melepas semua pakaian Ray sampai polos tak tersisa, dia melihat si bonar yang sudah berdiri tegak dan menantang meminta untuk di tuntaskan.

__ADS_1


Shett ahk!


Ray mendesis kala Ella mulai menggenggam si bonar dan memainkannya dengan lihai, tangan Ella yang satunya bermain di dada bidang Ray, dia bermain dengan lihai dari dada lalu turun ke perut dan ke paha dengan mengusapnya lembut plus seksuall.


Akh!


Ray semakin menggila saat Ella bermain dengan lidahnya, dia menjilat puncak dada Ray dengan lembut kemudian dia turun kebawah untuk menyicipi si bonar yang sudah banjir air liurnya sendiri. Ella mengelap air liur itu sampai bersih lau dia sedikit menjilat titik sensitip si bonar yang mana membuat Ray semakin panas dingin.


Eugh!


Akh!


Sehtt!


Suara itu terus mengalun di malam yang semakin larut, mereka lupa jika kamarnya terhubung dengan kamar twins, memang pintunya terkunci, tetapi suara laknat itu masih terdengar ke ruangan samping dimana disana twins tertidur nyenyak setelah Dalina memberinya asi dari dot, tetapi Dalina dan juga Satria masih setia membuka mata karena suara itu sangat mengganggu dan juga meresahkan, membuat mereka kesal plus penasaran senikmat apa?


"Mereka ngapain sih, Yang? kenapa jam segini masih berisik? " kesal Dalina karena tak kunjung tertidur.


"Adek aku kayaknya lagi main kocok, kocokan deh, Beb. Karena kalo menjelajah gua kan gak mungkin, soalnya masih dalam proses perbaikan guanya, " ujar Satria yang mana membuat Dalina pusing dengan istilah yang di jabarkan oleh Satria.


"Mereka lagi bikin milk sake ya? tapi kenapa di kamar? " heran Dalina.


"Kok milk sake sih, Beb? " bingung Satria.


"Makin kacau, ini malah merambat ke alpukat lagi. Gini Beb, si Ell entu lagi ngocok terong, " ujar Satria.


"Ngocok terong? memangnya bisa? bukannya terong itu biasanya di balado ya, atau gak di panggang. Kenapa Ella malah di kocok? emang enak? " Dalina malah semakin bingung.


"Aih, susah bener sih jelasinnya. Masa iya kudu gue sebutin namanya, " lirih Satria.


"Yang, jawab dong? " Dalina terlihat cemberut.


"Nanti aku kasih tau ya, Beb. Tapi pas udah nikah, " tukas Satria.


"Sekarang aja, " paksa Dalina.


"Gak bisa, "


"Jelasin kenapa gak bisa? apa karna kamu takut kalo aku minta terong kocoknya Ella? " sergah Dalina.


"Bukan gitu, Beb, "


"Terus gimana hah? gini aja deh, kita bikin terong kocok sendiri. Aku mau denger, kamu teriak juga gak kaya Ray, " putus Dalina.

__ADS_1


"Eh, jangan. Bisa dipenggal Papi aku, Beb, " ucap Satria cepat.


"Aneh kamu, masa ngocok terong aja bisa di penggal, " cebik Dalina.


Ahk!


Lagi-lagi suara kenikmatan Ray terdengar ditelinga mereka, sehingga membuat Dalina semakin penasaran dengan yang di rasakan oleh Ray, sampai membuatnya berteriak seperti itu.


"Kamu penasaran kan, dengan terong yang aku maksud? " Satria mulai mendekati Dalina.


"I-ya, tapi kamu jangan gitu dong, Yang. Serem ih mukanya, " ucap Dalina saat Satria mulai mendekatinya dengan mimik wajah yang sulit di artikan.


"Bukankah kamu penasaran. " Satria semakin mendekat.


Wajah mereka kini sudah berhadapan, bahkan jaraknya hanya tinggal satu senti saja. Hidung mereka sudah menempel, Dalina pun sudah memejamkan matanya. Hembusan napas Satria begitu terasa menerpa wajah cantik Dalina, napas itu kian memburu saat bibir mereka sedikit lagi akan menempel dan....


Oek! oek! oek!


Baby Zura terbangun dan menangis saat Satria hendak mendaratkan bibirnya di bibir merah muda Dalina. "Hais, kenapa bangun disaat yang gak tepat sih," gerutu Satria yang kini sudah menjauh dari Dalina karena Dalina mendorongnya dan berlari untuk melihat Zura.


"Dikit lagi nempel tuh, apes banget gue. Baru aja mau nyicipin, ada aja halangannya. " Satria terus ngedumel dengan wajah yang di tekuk.


Eugh!


"Enak ya, lu Ray. Disana lo meresapi kenikmatan surga dunia. Sementara gue disini menikmati ke ngenesan tiada tara, " kesal Satria saat suara laknat itu kembali mengalun.


Back to Ray dan Ella.


"Em, Sayang. Lebih cepat, " ucap Ray kala dia sudah akan mencapai puncaknya.


"Shet, akh! " desis Ray kala tubuhnya semakin memanas.


"Ahk! akh! Sayang! nikmat sekali, akh! " Ray terus meracau kala kedua balon Ella menjepit si bonar dan juga memacunya dengan cepat.


"Sayang! akh! eugh! euhh! Ahk!"


"Shehh, nikmat, akh! " racau Ray kala dirinya sedang melakukan pelepasan.


"Woy! gempa woy! gempa! lailaha ilaloh! Ray, Ell, buruan keluar gempa! " Satria menggedor pintu penghubung ke kamar twins dengan begitu keras.


"Gempa kak Ray! " pekik Ella sembari melepaskan si bonar dari cengkraman balonnya.


"Bohong, Sayang. Jangan dengerin abang sableng kamu. Dia cuma ngiri, " ucap Ray yang terlihat lemas.

__ADS_1


"Dek, bayi lo mewek! buruan kemari! jangan ngocok terong alot mulu! " teriak Satria kembali.


__ADS_2