Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Pelokor yang suka merebut isi kolor


__ADS_3

Setelah Ella memerintahkan para anggotanya untuk membawa Yuda ke markas dan juga membereskan para anggota Red Dragon sekaligus ketuanya. Dia pun beralih memerintah anggota yang lainnya untuk membereskan kekacauan di kampus. Dia juga menyuruh David untuk meretas seluruh remakan CCTV kampus supaya pertarungan dua kubu itu tidak meninggalkan jejak sama sekali.


"Rebes juga, sekarang kemana ya? makan ajalah di restoran yang lagi varel entu."gumam Ella sembari melangkah menuju parkiran menuju mobilnya.


Yup, sebelumnya Ella sudah meminta anak buahnya untuk mengantarkan mobilnya yang di markas ke kampus.


Ella melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia mengemudi sembari bernyanyi ria mengikuti musik yang sedang di putarnya.


Beberapa saat kemudian Ella telah sampai di restoran yang dia bilang viral itu, tempatnya lumayan nyaman pantas saja pengunjungnya banyak, pikir Ella.


Dia pun berjalan masuk kedalam restoran itu lalu dia memesan menu favorit disana.


"Bukannya itu kak Ray? dia sama siapa tuh?"gumam Ella saat dirinya melihat sosok sang suami tengah bercengkrama dengan seorang wanita cantik dan sepertinya mereka sangat akrab.


"Wah, sape tuh cewek? kayaknya dia demen dah ama laki gue. Kagak bakalan gue biarin pelokor yang suka ngerebut isi kolor masuk dalam rumah tangga gue."Jiwa bar-bar Ella keluar kala melihat wanita itu tersenyum begitu centil kepada Ray.


"Samperin kagak ya? tapi ini makanan pagimane keburu dingin? kalo kagak ntar tu pelokor ngerebut isi kolor gue dah."ucap Ella bimbang antara makanan yang menggoda selera atau Ray yang sedang di goda wanita.


"Makan dulu ah, menghadapi pelokor juga butuh tenaga."Ella menyantap makanannya dengan cepat.


Dia mengunyah sembari terus memperhatikan mereka berdua, wanita itu terus saja berusaha untuk menyentuh tangan Ray, tapi Ray selalu menepisnya dengan sopan. Wanita itu juga sengaja membuka kancing kemeje ketatnya, supaya belahan gunungnya jumbonya terlihat oleh Ray, dia sepertinya ingin menggoda Ray.


"Ck, tu tangan kagak bisa apa diem, culametan bener dah. Ntu juga balon udara ngapain di pamerin begitu kagak tau malu bener tu orang. Ingin rasanya gue tusuk tuh balon ganjen."gerutu Ella sembari meminum teh yang berada di hadapannya, setelah itu dia pun berjalan dengan tergesa menghampiri mereka.


"Permisi, maaf saya mengganggu. Perkenalkan saya Stela Anandira mahasiswinya bapak dosen Rayen."ucap Ella saat dia sudah berada di hadapan kedua orang itu.


"Sayang."Ray langsung mendongkak saat mendengar suara sang istri.


"Maaf bapak dosen, saya bukan Yayang anda. Tapi mahasiswi anda, jadi mohon untuk bersikap sopan."ujar Ella sembari duduk di kursi yang berada di hadapan Ray.

__ADS_1


"Adek, perasaan gak ada yang nyuruh kamu duduk deh. Kenapa kamu duduk."ucap wanita yang sedang bersama Ray itu.


"Memangnya disini ada larangan untuk duduk? tidak kan. Jadi bebas dong kalau aku mau duduk di sini."Jawab Ella songong.


"katanya mahasiswi, tapi tidak punya etika dan juga sopan santun."cibir wanita itu.


"Pintar sekali anda berbicara, apakah anda sendiri tau, apa itu yang namanya etika dan sopan santun."balas Ella sengit.


"Oh, jelas. Karna aku adalah wanita terpelajar dan juga anak dari pengusaha sukses juga terhormat."sombong wanita itu.


"Terpelajar apanya, jika kelakuan mu kek binatang kagak tau malu."cebik Ella.


"Apa maksud mu, bocah."marah wanita itu.


"Udah sayang, jangan berantem disini malu."lerai Ray.


"Bukan begitu, aku tidak membela siapapun, hanya saja ini di tempat umum. Malu di lihat banyak orang."ujar Ray.


"Tidak membela siapapun? itu artinya kamu juga tidak membela ku dan membenarkan tindakannya. Atau kamu suka di goda olehnya seperti itu? iya? Jawab Ray. Kamu suka kan melihat balon udara yang begitu menggoda itu?"Ella menatap Ray dengan begitu tajam.


"Tidak, aku tidak membenarkan tindakannya. Aku juga tidak suka di goda olehnya, sedari tadi aku juga sudah berusaha menghindar."jelas Ray.


"Hanya berusaha menghindar, kenapa kamu tidak pergi saja darisini hah? bukannya malah terus ngejogrog berduaan disini."kesal Ella.


"Karna dia adalah anak dari klien Papah, dia mewakili ayahnya untuk meeting dan pembahasan kerjasama perusahaan yang baru belum selesai, belum lagi membahas proyek yang akan di jalankan nanti. Tidak mungkin kan jika kaka pergi begitu saja."ujar Ray melembut.


"Ok, silahkan lanjutkan meeting kalian. Aku akan mengawasi kalian disini."ucap Ella dingin.


"Baiklah sayang ku, gemoy ku. Maafin kakak yah, kakak udah nyakitin hati kamu. Maafin kakak yang belum bisa menjadi suami yang sempurna."ujar Ray sembari mengecup lembut tangan Ella.

__ADS_1


"Hm."


"Ray, aku gak bisa jika meeting ada orang lain. Aku gak akan fokus, lebih baik bocah ini di suruh pergi aja."ucap wanita itu manja.


"Sorry Carla, dia bukan orang lain, tapi dia adalah istriku. Jadi dia akan tetap berada disini."ujar Ray.


"Kamu berubah Ray, kamu gak kaya dulu lagi, biasanya dulu kamu selalu menuruti keinginan ku. Sekarang kamu berubah pasti karna bocah ini kan?"marah Carla.


Carla Daifonga. Dia adalah anak dari rekan bisnis Samsul, mereka memang sudah kenal lama semenjak Samsul dan ayah Carla menjalin kerja sama, di saat itulah mereka sering bertemu karna ayah Carla selalu membawa Carla jika dia berkunjung ke kediaman Samsul. Ray memang dekat dengan Carla tapi hanya sebatas teman saja tidak lebih, Ray juga tidak mempunyai perasaan apa-apa terhadap Carla.


"Gue bukan bocah, Ray berubah juga bukan karna gue. Tapi Ray memang harus bersikap seperti itu, karna gue adalah istrinya. Sedangkan lo, elo hanya sebatas anak rekan bisnis Papanya saja. Camkan itu pelokor."Ella menatap tajam Carla dengan wajah penuh kekesalan.


"Elo emang istrinya, tapi Ray gak mencintai lo. Dia itu cintanya cuma sama gue."ucap Carla menggebu.


"Ck, pede sekali anda. Jika dia cinta sama lo, kenapa nikahnya sama gue bukan sama lo, hah?"ledek Ella.


"Ray, aku tidak mau melanjutkan meeting ini, jika bocah tengik itu masih berada disini. Aku akan bilang pada Ayah dan juga om, bahwa kamu tidak propesional dalam bekerja."Carla menatap Ray berharap Ray akan berubah pikiran dan akan menyuruh Ella pergi.


"Baiklah, jika kamu tidak ingin melanjutkan meeting ini lagi. Kita sudahi saja meetingnya dan silahkan kau adukan apapun pada Ayah mu atau pun Papaku aku tidak peduli. Ayok sayang kita pergi."Ray bangkit dari duduknya kemudian merangkul bahu Ella.


"Lepas, jangan sentuh aku. Aku masih marah sama kamu."ketus Ella sembari berjalan mendahului Ray.


"Gak sekalian mogok bicara?"goda Ray yang berusaha menyusul langkah Ella.


"Stop, jangan bicara lagi. Aku lagi gak mod bicara sama kamu."ucap Ella yang masih ketus.


"Sayang, kamu masih marah sama kakak? maafin kakak ya."tapi Ella tidak peduli, dia terus saja berjalan.


Ella membuka pintu mobilnya dengan kasar kemudian dia segera masuk dan mengunci pintu mobilnya saat melihat Ray hendak masuk. Dia pun langsung menjalankan mobilnya dengan sedikit ngebut meninggalkan Ray yang nampak prustasi.

__ADS_1


__ADS_2