Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Masuk kuliah


__ADS_3

Setelah Zela pergi, Ella pun langsung saja masuk kedalam kamar. Sementara Wina membawa twins ke kamarnya untuk di tidurkan.


"Ngambek nih, pasti," gumam Ray yang terlihat menarik napas panjang, kemudian dia melangkah menyusul sang istri.


Di dalam kamar, Ella sedang bermain ponsel sembari bersila di atas ranjang. Ella tidak menoleh sama sekali saat Ray membuka pintu dan masuk kedalam. Ray tau bahwa istrinya sedang merajuk saat ini. Jadi dia harus menyiapkan seribu satu cara untuk membujuk Ella.


"Yang..." panggil Ray yang sudah berada di hadapan Ella.


Ella tidak menjawab, dia hanya diam membisu sembaru fokus kearah ponsel yang menayangkan video drakor. Dia tidak berkedip saat melihat adegan kissing di dalam video itu yang di lakukan oleh aktor kesayangannya.


Cup!


"Apasih? ganggu aja!" kesal Ella karena Ray mencium bibirnya.


"Kenapa kakak di cuekin?" Ray menatap lembut Ella sembari membenarkan rambut Ella yang berantakan.


"Aku kesel sama kak Ray, jadi selama ini kak Ray betah di kampus karena wanita itu," cebik Ella.


"Hey, siapa bilang? mana ada kakak betah di kampus. Yang ada kakak tu pengen cepet-cepet pulang karena kakak rindu kamu dan twins," ujar Ray.


"Bisa banget sih ngelaknya," delik Ella.


"Kakak gak ngelak Sayang, itu pakta."


"Kalo gitu, aku masuk kuliah lagi, besok," pinta Ella ketus.


"Memangnya kamu sudah sehat? Twins aja belum empat puluh hari."


"Sehat kok, pokoknya aku mau kuliah besok. Kalo gak boleh, berati bener kak Ray gak mau di ganggu karena mau berduaan sama tu ulet keket," kekeuh Ella memaksa.


"Hufhh. Baiklah, besok kamu kuliah lagi. Tapi ingat, jangan terlalu lelah. Karena luka di perut kamu belum sepenuhnya sembuh," peringat Ray.


"Ok, yang penting aku bisa ngawasin kak Ray sama tu ulet keket," ucap Ella sembari melangkah pergi ke kamar twins untuk menyusui mereka.


"Semoga saja wanita itu tidak berbuat ulah," lirih Ray yang mengingat kelakuan Zela yang nekat. Bahkan dia sering kali memperingatkan wanita batu itu.


**************************************


Keesokan harinya...


Pagi-pagi sekali Rina sudah datang kerumah mereka, dia begitu bersemangat untuk menjaga cucunya bersama dengan sang besan. Rina sangat senang jika Ella kuliah lagi, karena dia dan Wina bisa menguasai twins tanpa recokan dari Ella..


"Aku masih seperti gadis kok." Ella mematut dirinya di cermin.

__ADS_1


"Kembali polos, okelah. Kita bersandiwara lagi, Ell," monolog Ella yang sudah tampil cantik dengan pakaian khas Ella ngampus dulu.


Dia memang habis melahirkan, tapi badannya nampak masih seperti abg. Mungkin karena dia rajin perawatan dan menjaga pola makan. Meskipun dia sudah ibu-ibu, tapi pesonanya tidak kalah dengan para gadis.


"Sudah siap, Sayang?" Ray menatap istrinya.


"Siap," jawab Ella.


"Ya sudah ayok berangkat." Ray menggandeng tangan Ella.


Mereka pun berjalan keluar dari kamar, di ruang keluarga nampak ramai sekali. Disana ada Andi, Samsul. Rina, Wina. Satria dan juga Dalina yang akan menjaga twins. Ella tidak khawatir lagi untuk meninggalkan twins, karena banyak yang menjaga mereka.


Setelah berpamitan, mereka langsung berangkat ke kampus. Ella tidak membawa mobil, dia berangkat bersama dengan Ray. "Ayok turun," ajak Ray saat mereka sudah sampai di kampus.


Ella pun turun dari mobil lalu dia berjalan memasuki area kampus tanpa menunggu Ray, banyak sekali pasang mata yang menatapnya kagum. Penampilan Ella sama sekali tidak menunjukkan bahwa dia sudah mempunyai buah hati.



"Sayang, tunggu!" Ray tanpa ragu memanggil Ella sayang walaupun mereka berada di lingkungan kampus. Ray ingin menunjukan pada para pria yang tengah menatap Ella, bahwa Ella itu adalah miliknya.


"Cepetan, panas." Ella yang sedang menunduk karena silau langsung berbalik kebelakang untuk menatap Ray.


"Ayok." Ray langsung menggandeng Ella begitu dia berada di hadapan sang istri.


"Ke kelas manajemen dong, Sayang," jawab Ray.


"Dosennya kamu lagi?" Ella menatap Ray.


"Iya, dari semester satu sampai delapan. Dosennya tetep aku kalau ngambil jurusan manajemen," ujar Ray.


"Oh, berati sekarang aku semester berapa?" tanya Ella.


"Semester dua."


"Gak bareng sama temen aku yang dulu dong masuknya?"


"Enggak, beda jam Sayang. Kamu barengnya sama yang semester dua."


"Kalo ulet keket, semester berapa?" Ella menatap Ray dengan mengintimidasi.


"Semester akhir, makannya dia lagi bimbingan skripsi sama kakak."


"Oh." Ella mengangguk.

__ADS_1


Ella kemudian berjalan terlebih dahulu setelah dia melepaskan tangan Ray yang menggenggam nya. Meninggalkan Ray yang terlihat menghela napas panjang, dia heran dengan sikap istrinya yang masih saja tidak mau menunjukan jika mereka adalah pasutri.


****""""****"*""*""*"


"Aku gak kenal sama mereka semua," gumam Ella saat dirinya sudah berada di ambang pintu.


"Hai semua," sapa Ella pada teman se pakultasnya.


"Hai juga," mereka mendongkak untuk melihat siapa yang menyapa.


"Kenalin, nama aku Stela Anandira. Mahasiswi lama yang kembali baru,"ucap Ella memperkenalkan diri.


" Hai Stela cantik, salam kenal. Namaku Diego." Pria yang sedang duduk tidak jauh dari Ella memperkenalkan diri.


"Aku Kiana saputri, salam kenal ya, Stela." Gadis yang berada di sebelah Diego juga memperkenalkan diri.


"Semoga kita bisa berteman baik, ya." Ella mendudukan diri di kursi yang kosong.


Yang lain juga ikut memperkenalkan diri setelah Ella duduk, mereka menyambut kedatangan Ella dengan baik. Terutama para mahasiswa yang nampaknya mereka mengagumi Ella jika di lihat dari cara mereka memandang Mimom muda itu.


"Selamat pagi," sapa Ray yang baru saja masuk dengan wajah datarnya.


"Pagi, Pak," jawab mereka serempak kecuali Ella.


"Pagi juga, bapak dosen." Ella menatap Ray dengan senyum manisnya.


Di depan sana Ray terlihat tersenyum tipis saat Ella menyapanya, dia sudah lama tidak mendengar panggilan itu. Ray jadi ingat ketika Ella pertama masuk kuliah dan menyebutnya dengan nama itu. Jika dulu dia sangat kesal, tetapi sekarang dia nampak bahagia saat mendengar panggilan itu.


"Ok, seperti yang saya katakan kemarin. Hari ini saya akan menerangkan sedikit apa yang di maksud dengan akutansi finansial," ucap Ray dengan tegas dan juga berwibawa, jangan lupakan wajah dinginnya yang selalu setia menemanunya kala mengajar.


Bla bla bla, Ray memberi penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh para siswa/siswi. Kali ini dia tampak bersemangat karena wajah cantik sang istri berada di hadapannya, meskipun dia juga kesal pada para siswa yang selalu mencuri pandang terhadap istrinya.


"Keuangan merupakan jantung dari perusahaan sehingga setiap transaksi yang terjadi harus jelas dan transparan. Hal ini akan memudahkan perusahaan untuk mengetahui jumlah omzet dengan tepat. Itulah mengapa akuntansi keuangan sangat diperlukan untuk kelangsungan perusahaan." Ray terlihat menarik napas panjang setelah mengakhiri penjelasan tentan akutansi finansial.


"Apa kalian memahami apa yang saya jelaskan?" Ray menatap kearah para siswa/siswi.


"Aku mengerti kok, tentang penjelasan bapak dosen. Tapi ada satu yang tidak aku mengerti," ucap Ella cepat.


"Apa? bisa di jelaskan?" Ray berusaha untuk profesional meskipun dalam hatinya was-was karena dia takut Ella akan bertanya hal yang tidak ada dalam pelajaran.


"Aku tidak mengerti, kenapa mata ini selalu terpaut padamu, bapak dosen. Entah mengapa mata ini selalu ingin menatap kearah mu," benar saja dugaan Ray, pertanyaan Ella tidak ada sangkut pautnya dengan materinya.


Kepoin yuk novel otor😘

__ADS_1



__ADS_2