Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Dosen oon


__ADS_3

Hari ini Ella sudah di perbolehkan untuk pulang, setelah melakukan beberapa rangkaian pemeriksaan. Kedua nenek muda begitu antusias membawa cucu mereka, bahkan Ella saja tidak kebagian menggendong babynya, dia hanya menggendong pas menyusu saja.


"Pelan-pelan jalannya, sayang." Ray menuntun Ella masuk kedalam rumah.


Kamar Ella sudah dipindahkan kebawah agar dia tidak capek menaik turuni tangga, kamar Ella di buat bersebelahan dengan kamar twins A, disana juga dibuat pintu penghubung antara kamar Ella dan juga kamar twins A.


"Kak Ray, aku mau mandi ya, gerah ih," ucap Ella begitu mereka sampai di dalam kamar.


"Kakak bantu ya?"


Ella pun menggangkuk, setelah itu Ray menuntun Ella dengan pelan menuju kamar mandi. Sesampainya disana, Ray langsung membantu Ella membuka kain yang di kenakannya satu-persatu.


Glekk,


Ray menelan saliva kasar saat tubuh Ella sudah toples, tempat favoritnya yang kini semakin membesar, membuat Ray panas dingin, ingin rasanya dia menyentuh benda bulat yang menantang itu, tapi apalah daya, buka puasa masih lama.


Glekk,


Lagi-lagi Ray hanya bisa menelan saliva kala matanya turun kebawah, disana terlihat lembah dengan rumput tipis yang begitu menggoda. Ingin rasanya Ray menjelajahi lembah itu, tapi dia harus menahannya untuk sementara waktu.


"Sabar, ini ujian," lirih Ray dengan jakun yang naik turun.


"Aku mandi sendiri aja," Ella segera masuk kedalam bathub saat dia mulai melihat gelagat aneh Ray.


"Kakak bantu gosokin ya," Ray mendudukan dirinya di pinggir bathub.


"Gak usah modus, gelagat kak Ray udah kebaca," delik Ella.

__ADS_1


"Hehe, kamu tau aja Yang. Pegang dikit boleh ya...," melas Ray.


"Gak boleh, kak Ray mah, bilangnya dikit tapi ujungnya merembet kemana-mana,"


"Itu kan karna tangannya yang nakal," kisah Ray.


"Malah nyalahin tangan, kan itu tangannya, aneh," gerutu Ella.


"Daripada ngejogrog disini ngeliatin aku mandi yang ujungnya kepanasan sendiri, mending kak Ray siapin cd aku deh terus pakein pembalut ya," ucap Ella.


"Pembalut?" ulang Ray.


"Ituloh yang sering aku pake pas datang bulan," ujar Ella.


"Oh, pembungkus apem. Ok, kakak siapin ya, nanti kalo udah mandinya panggil kakak aja ya," Ray melangkah pergi dari dalam kamar mandi.


Di dalam kamar, Ray sedang memilih cd yang akan di kenakan oleh sang istri, cukup lama dia memilih sampai akhirnya pilihannya jatuh pada cd yang berwarna merah menyala. Setelah itu, dia pun mengambil satu pack pembalut, dia membukanya dengan cara dirobek kasar.


"Masangnya gimana?" bingung Ray saat dia sudah mengampil satu picis pembalut, dia menatap cd dan pembalut itu secara bergantian.


Setelah berpikir cukup lama, Ray pun akhirnya membuka satu picis pembalut itu, setelah terbuka, Ray juga mencopot selembar pelindung yang melindungi bawah pembalut, tak lupa dia juga membuka lembaran tipis yang ada di sayapnya karna pembalut itu bersayap.


"Nah, beres kan." Ray menatap kagum hasil karyanya.


Ceklek,


Pintu kamar mandi terbuka,

__ADS_1


"Sayang... Kok gak manggil kakak, hm?" Ray langsung menghampiri sang istri.


"Aku bisa sendiri kok," Ella berjalan pelan untuk menuju ranjang dengan dibantu oleh Ray.


"Kakak udah nyiapin baju kamu." Ray menunjuk sebuah dress selutut berwarna biru muda yang berada di atas ranjang.


"Yang tadi aku bilang udah disiapin?" tanya Ella.


"Udah, sini kakak bantu pakein," ujar Ray.


"Mana sini aku liat?" Ella menatap Ray ragu.


"Ini," Ray menyerahkan sebuah cd mereh yang sudah di pasangkan pembalut.


"Astaga kak Ray!" pekik Ella.


"Kakak mau bikin rumput lahan aku rontok, hah?" Ello melotot kearah Ray.


"Eh, engga, nanti botak dong apemnya," jawab Ray cepat.


"Lalu ini kenapa nempelnya begini?" Ella menunjuk pembalut yang di pasang terbalik, dimana tempelannya berada di atas dengan sayap yang di tautkan dibawah sehingga pembalut itu menempel meski posisinya terbalik.


"Kan, biar nempel sayang. Bukannya itu tempelannya buat di tempelin ke apemnya biar gak copot," ucap Ray.


"Iya gaakan copot, tapi sekalinya di copotin rumputnya ikut ra'ib tak tersisa," kesal Ella.


"Dosen bukan sih? kelakuannya kok gini amat, apa keoonan ku dulu berpindah sama kak Ray ya? nular deh kayaknya, bisa gaswat ini, pan gak lucu dia jadi pak dosen oon," monolog Ella yang berjalan menjauhi Ray.

__ADS_1


__ADS_2