Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Ayam goreng apa jamu?


__ADS_3

Karna Wina tidak mengerti apa yang di maksud oleh Ella, akhirnya Ella pun ikut turun tangan untuk memasak ayam goreng yang ia maksud.


"Kasian ayamnya ih, pasti sakit kan rasanya di potong." gumam Ella yang masih terdengar oleh Wina.


"Kalo gak di potong gak bisa di masak dong Ell."sahut Wina yang tengah mempersiapkan bumbu.


"Iya sih, tapi kesian amat ya nasib jadi ayam. Lagi enak_ enak idup, eh di bunuh terus di makan ama manusia." ucap Ella sembari mencuci daging ayam yag telah ia potong.


"Udah nasibnya begono Ell mau gimana lagi, kalo ayam gak boleh di potong. kamu mau makan daging apa? Kodok."Wina memasukan para bumbu yang telah ia cuci kedalam blender.


" Kunyit nya agak banyakan ya Mam."ujar Ella.


"Kalo terlalu banyak enggak enak dong Ell, ntar rasanya bukan jadi rasa ayam goreng lagi, berubah jadi rasa jamu dah."ucap Wina yang berhenti sejenak dari kegiatannya.


"Kan mau bikin ayam goreng liper Mam, bukannya kalo orang liper itu badannya suka menguning? berati ayam goreng liper juga harus kuning." Jelas Ella.


"Haiss, jadi ayam liper itu ayam goreng bumbu kuning. Tapi gak usah banyak-banyak juga kunyitnya, dikit wae lah. Entar enggak enak gimana? kamu enggak mau makan ntar." Wina menghela nafas panjang.


"Aku bakalan makan kok Mam, beneran deh. Ayok tambahin lagi kunyitnya." perintah Ella.


Mau tak mau Wina pun menambabkan lagi dua ruas kunyit berukuran besar pada bumbu yang hendak ia blender sesuai dengan perintah Ella. Kemudian setelah dia selesai memblendernya dia pun langsung saja merebus ayam beserta dengan bumbu kuning tersebut sampai air yang ada di panci menyurut.


"Mamah udah udah ungkeb ni ayam. Tinggal kamu goreng ya, tuh minyak udah di wajan tinggal nunggu panas aja. Mama mau ke belakang dulu, mules." Wina berlalu pergi ke kamar mandi yang ada di sebelah dapur sembari memegangi perutnya.


Setelah Wina pergi Ella pun bersandar di tembok sembari menatap minyak yang sudah mulai memanas kayak hati author.


"Udah panas kali ya?"Ella mendekat pada wajan itu kemudian dia mengambil satu potong ayam dengan menggunakan capitan.


"Jangan meletup-letup kek hati aku ya, ayam baek."Ella memasukan sepotong ayam itu kedalam wajan.


"Huaa, udah di bilangin juga jangan meletup. Ini udah muncrat aja." teriak Ella saat minyak yang ada di wajan muncrat keluar sedikit karna Ella memasukan ayamnya dengan cara di lempar.


"Aku matiin dulu deh, biar enggak muncrat."Ella mematikan kompornya.


Kemudian dia mengambil panci berisi potongan ayam ungkeb ya lumayan banyak. Dia mengamati isi dalam panci itu dan sedikit berpikir.


"Kalo di goreng separoh-srpatoh pasti bakalan lama euy."gumam Ella.


"Aku tumpahin semuanya aja kali ya ke wajan, supaya cepet kelar terus bisa bobo cantik dah ama kak Ray."


Ella mengambil ancang-ancang kemudian dia menumpahkan seluruh ayam yang berada di panci beserta dengan airnya juga kedalam wajan. Untung saja apinya dia matikan, kalo enggak pasti muncrat dah tu minyak panas di kasih air.

__ADS_1


"Rebes dah, tinggal nunggu mateng." Ella menyalakan kompornya kembali.


Di dalam wajan itu terlihat bukan seperti sedang menggoreng, tapi membuat sayur ayam. Karna airnya lumayan masih banyak minyaknya juga ketiban sama ayam yang cukup banyak sehingga menggunung di wajan.


"Kok enggak kering-kering sih?" ucap Ella saat melihat ayam itu bukannya mengering tapi malah semakin empuk karna di rebus kembali, bedanya sekarang merebusnya menggunakan minyak seperti membuat sayur atau opor tanpa santan.


"Ell, udah belum goreng ayamnya?" ucap Wina yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Ayamnya enggak kering-kering Mam, kayaknya kudu di jemur deh biar kering ini mah." ujar Ella cemberut.


"Kok bisa." Wina melangkah menghampirinya.


"Astaga naga bonar." Wina menepuk jidatnya sendiri.


"Kenapa nama belalai Kak Ray dibawa-bawa sih Mam." gerutu Ella.


"Ell, eni sebenernya kamu mau bikin ayam goreng apa ayam sayur si?" Wina geleng-geleng kepala.


"Ayam goreng Mam, pan tadi aku udah bilang." Ella mengerucutkan bibirnya.


"Kalo mau bikin ayam goreng, kenapa ayamnya kamu bikin jadi pada renang gini si Ell. Mereka pan kagak kegerahan." Wina menatap sang menantu dengan heran.


"Kan tadinya biar cepet Mam, jadi aku tumpahin semua." cengir Ella.


"Lain kali aku masukin ama pancinya deh Mam." Ella malah menanggapi ucapan sang mertua.


"Sekalian kamunya juga masuk, biar mama godog kamu." Wina mengambil saringan kemudian dia mengangkat para ayam itu.


Ella juga tak tinggal diam, dia mengambil wajan baru kemudian dia isi dengan minyak yang cukup banyak. Tak lupa juga dia menyalakan kompornya. Setelah panas Wina pun memasukan sebagian ayam itu kedalam wajan.


Beberapa saat kemudian ayam goreng pun sudah siap, Ella yang sudah tidak sabar ingin menyantap ayam itu dia segera membawanya ke meja makan. Tak lupa juga ia memanggil sang suami untuk makan bersama.


"Mama gak ikut makan?" Ray menatap sang Ibu yang hanya memperhatikan saja.


"Mama udah makan tadi, kalian aja makan yang banyak ya. Terutama kamu Ell, kamu harus makan banyak supaya bayi yang ada di dalam kandungan mu sehat." Wina melirik sang menantu.


"Ay ay, siap Mamer."Ella berhormat dengan semangat.


"Uhuk." Ray langsung terbatuk kala satu suapan ayam goreng mendarat di mulutnya.


"Kenapa kak Ray?"Ella buru-buru menyodorkan air minum kepada sang suami.

__ADS_1


"Eh, ini ayam goreng apa jamu si?"ucap Ray dengan memeletkan lidahnya karna ayam itu lebih dominan rasa kunyit.


" Ini ayam goreng liper kak Ray."Ella sibuk mengunyah ayam goreng itu dengan lahap.


"Gimana gak berasa jamu, orang istri kamu minta masukin kunyit nya seabreg."sahut Wina.


" Ini enak banget ih kak Ray."Ella terus mengambil ayam goreng itu seperti orang kelaparan.


"Kamu makan yang lain aja Ray, kayaknya istri kamu lagi ngidam deh. Makannya ayam pengat kunyit begitu dia bilang enak."Wina menunjuk makanan lainnya yang di masak oleh pelayan.


Ray pun menurut, dia tidak lagi memakan ayam aneh itu. Ray menyantap makanannya sembari menatap sang istri yang terus mengambil ayam yang sangat tidak enan menurutnya hingga tandas tak tersisa.


"Kenyang hm?"Ray menatap sang istri yang tengah bersandar di kursi.


Ella hanya mengangguk saja, dia malas bicara karna kekenyangan. Ray pun kembali menyantap makanannya sampai habis, setelah selesai dia mengambil minum.


"Sayang.."


"Shut, istri kamu tidur."bisik Wina.


" Ya ampun, yang kekenyangan sampe ketiduran begini."Ray menghampiri Ella, kemudian dia menyibak rambut yang menutupi sebagian wajah istrinya.


"Bawa ke kamar, kasian pasti pegal tidur disitu."ujar Wina.


Ray pun mengangguk, kemudian dia menggendong sang istri ala bridal style menuju ke kamar mereka.


Jangan lupa tinggalkan jejak buat penyemangat otor yang baru bangkit dari kesakitan yang mendera tubuh bulat ini ya. Etdah lebay bet ya ni otor satu😆


Mampir juga nih di karya temen otor. Ceritanya di jamin seru dah nyok kepoinn.


Napen: isti shaburu


Karya: Romansa Dokter Ganteng dan Pelayan Cafe


Niat hati membantu Veronica sang pelayanan cafe cantik dan pendiam yang sedang kesulitan untuk biaya rumah sakit sang ibu dengan cara menikah secara siri.


Agam Arsenio sang dokter ganteng pujaan hati para dokter dan perawat serta pasien wanita malah jatuh cinta kepada Veronica.


Bagaimana kisah cinta mereka?


Apakah mereka akan menikah secara resmi?

__ADS_1


Natikan kisah gaje segaje-gajenya.



__ADS_2