Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Kode dalam sebuah teka-teki.


__ADS_3

"Kakak di serang sama orang, sayang."Jawab Ray.


"Kok bisa? kak Ray punya masalah apa sama mereka."tanya Ella.


"Hanya masalah kecil."Ray tersenyum kecil pada Ella.


"Beneran?"


Ceklek,


Pintu ruang rawat Ray terbuka.


"Hey bro, gimana, lo udah mendingan."ternyata itu adalah Satria.


"Lumayan."jawab Ray yang masih tampak lemah.


"Lo ngapa bisa di serang kayak gini, dah?"Satria menundukan dirinya di kursi samping Ray, karna Ella pindah ke sopa yang berada tak jauh darisana.


"Nanti gue jelasin."ucap Ray sambil melirik istrinya yang tengah bermain ponsel.


"Sekarang aja, dia kagak bakalan ngerti kok."Satria mengikuti arah pandangan Ray.


"Black Sky, yang nyerang markas."ujar Ray.


"Apa kesalah pahaman itu masih berlanjut?"


"Sepertinya begitu, Beni masih berpikir jika gue yang membunuh Beno. Dan dia ingin membalaskan kematian saudara kembarnya itu."jelas Ray.


"Sekarang Beni dimana?"


"Gue gak tau, yang gue lihat tadi sebelum gue pingsan. Dia dibawa oleh anggota Angel of Deat."


"Mereka yang nolongin lo?"


"Ya, jika mereka tidak datang, mungkin gue hanya tinggal nama."


"Mungkin dia sudah berpirasat, jika elo lagi dalam bahaya."ucap Satria tanpa sadar.


"Dia siapa?"Ray menatap lekat Satria.


"Ah, itu pemimpin AOD."Jawab Satria.


"Apa hubungannya sama gue, kenapa dia bisa berpirasat jika gue lagi dalam bahaya?"tanya Ray heran.


"Em, gue hanya nebak. Iya nebak doang."Satria menjadi gugup entah mengapa, belum lagi dia ditatap oleh Ella dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Lo gak menyembunyikan sesuatu kan dari gue?"Ray menatap tajam Satria.


"Kagak lah, emang apa yang gue sembunyiin."Jawab Satria cepat.


"Tapi gue heran."Ray nampak sedang berpikir.


"Heran kenapa?"tanya Satria.


"Kenapa suara ketua AOD, begitu pamiliar di telinga gue."


"Mungkin lo pernah mengenal dia sebelumnya?"

__ADS_1


"Gak lah, mana mungkin gue mengenal ketua AOD, yang begitu terkenal kuat dan paling di takuti itu, bahkan BD aja gak ada apa-apanya di bandingkam AOD."jelas Ray.


"Mungkin lo kenal sama dia, bahkan deket, tapi lo gak nyadar."lagi-lagi Satria berkata hal yang penuh teka-teki bagi Satria.


"Lo, ngapa sih? aneh banget. Dari tadi lo ngomong seakan-akan gue itu kenal dekat dengan ketua itu? tadi pirasat sekarang lo ngomong seolah lo memberi kode bahwa gue mengenalnya dekat."Ray menatap Satria penasaran.


"Kan gue bilang mungkin, Ray."


"Tapi, perkataan lo seolah memberi kode gue, Sat."Ray menatap manik mata sahabatnya itu, dia yakin ada yang di sembunyikan oleh Satria.


"Abang, aku laper. Kita kekantin yuk."suara Ella begitu melengking sehingga membuat kedua pria itu beralih menatap kearahnya.


"Yaampun kamu laper ya, dek. Ayok abang anter ke kantin."Satria buru-buru menghampiri Ella yang sedang menatapnya dengan tatapan yang hanya di mengerti oleh Satria.


"Ya sudah, lo anterin bini gue kekantin sana. Hati-hati jangan sampe lecet jagain bini gue yang bener."ucap Ray.


"Tanpa lo minta juga gue jagain, orang dia juga adek gue."Satria segera merangkul bahu Ella.


"Kak Ray mau nitip sesuatu."tanya Ella.


"Tidak, kamu aja makan yang banyak, ya."


"Ya udah, kalo gitu akunya pergi ke kantin dulu ya. Dadah kak Ray."Ella melangkah pergi keluar dengan dirangkul oleh Satria.


Setelah mereka pergi, Ray kembali merenung, dia nampak sedang memikirkan sesuatu.


"Siapa dia? mengapa dia begitu tidak asing buat gue? suara itu?"Ray mengingat sosok yang menyelamatkan nya tadi siang.


Dia bertanya-tanya dalam benaknya, apakah dia pernah mengenal orang itu? mengapa hatinya terasa begitu berbeda saat dia menatap orang itu? ada perasaan aneh yang dia rasakan. Sebenarnya siapa dia? dan apa maksud omongan Satria tadi, dia seperti sedang memberinya kode dalam sebuah teka-teki.


Ray juga mengingat Ragil, bagaimana keadaannya? bagaimana juga kondisi anggota BD? apakah mereka selamat? atau mungkin mereka tewas. Entahlah pikiran Ray begitu bercabang saat ini,


Ponsel Ray berbunyi menandakan ada pesan masuk.


+62843*****


"Kamu tenang saja, anggota BD sudah berada di tempat yang aman."


Ray membaca pesan singkat itu yang entah dari siapa.


"Siapa dia? kenapa dia bisa tau kalau gue lagi mikirin anggota BD."gumam Ray bingung.


Sugguh kepalanya begitu pusing memikirkan semua ini, Ray mungkin belum menemukan jawaban atas semua ini, tapi dia akan mencari taunya setelah dia pulih.


"Ray kamu baik-baik saja kan, Nak?"ucapan Wina membuyarkan lamunan Ray.


"Eh Mama, aku baik-baik saja kok."Ray menatap orang tuanya yang baru saja datang bersama dengan mertuanya.


"Syukurlah, kami sempat panik tadi, takutnya kamu terluka parah."ujar Rina tersenyum lega.


"Sebenarnya apa yang terjadi, Ray?"tanya Andi.


"Hanya masalah kecil, Pih."Jawab Ray.


"Masalah kecil apa? kenapa kamu bisa sampai seperti ini?"kali ini Samsul yang bertanya.


"Biasalah, Pah. Urusan anak muda."Ray tersenyum tipis..

__ADS_1


"Udah, jangan ditanya mulu Ray nya. Biarkan dia istirahat, kasihan."ucap Rina.


"Oh ya, Ray. Tadi Mamih ketemu Ella sama Satria, katanya mereka mau keluar sebentar ada urusan."sambung Rina.


"Mereka mau kemana, Mih?"tanya Ray.


"Mamih gak tau, mereka cuma bilang itu doang."Jawab Rina.


*****************


Disisi lain.


Seseorang dengan aura yang begitu menakutkan tengah menatap tajam seorang pria yang tengah terkapar lemah di dalam sebuah ruangan yang sangat gelap dan juga sangat berbau amis.


"Atas dasar apa, kau menyerang Black Devil?"tanya orang itu dengan tatapan mengintimidasi.


"Aku ingin membalas dendam, karna ketua Black Devil telah melenyapkan saudara kembarku."Jawab Beni dengan suara lemah,


"Apa kau yakin, bahwa dialah yang telah membunuh saudara kembarmu itu?"


"Aku yakin sekali, karna aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, dia tengah berada di samping saudara kembarku dengan memegang sebuah belati."


"Kadang yang kita lihat belum tentu adalah kenyataannya, jadi jangan kau simpulkan kejadian yang tak kau lihat dengan sepenuhnya. Berpikir lah dengan jernih, sebelum menyimpulkan sesuatu."orang itu berjalan kearah Beni dengan memutar-mutarkan pistolnya.


"Apa kau tau, siapa aku?"orang itu berjongkok di hadapan Beni.


"Kau adalah iblis."Jawab Beni lirih.


"Wau, bukankan iblis itu adalah kau? karna kau ingin membunuh orang yang tidak bersalah."orang itu mencengkram kuat dagu beni.


"Dia memang pantas mati, karna dia adalah pembunuh. Dan kau, kau telah menggagalkan rencanaku."Marah Beni.


"Sudah ku bilang dia bukan pembunuh."orang itu semakin memperkuat cengkramannya hingga membuat Beni meringis.


"Dave, bawa rekaman itu kemari."perintahnya.


Dave pun membawa sebuah laptop yang berisi sebuah rekaman.


"Kau lihat dan perhatikan dengan seksama."orang itu membuka laptopnya lalu menaruhnya di hadapan Beni.


Beni pun memperhatikan dengan seksama isi dari rekaman CCTV tersembunyi yang berada di markas Black Sky terdahulu,


Disana terlihat dua kubu yang saling menyerang, di antaranya ada Beno yang tengah bertarung dengan ketua Taiger Dark, disana Beno terlihat sangat kewalahan dengan serangan ketua Taiger Dark, Beno mulai lengah hingga dia tidak menyadari jika lawannya tengah bersiap untuk menusuknya,


Beno tumbang karna sebuah tusukan belati yang begitu tajam, tak hanya sampai disitu ketua Taiger Dark juga terus menusuk Beno berkali-kali hingga dia tewas. Setelah dia tewas ketua Taiger Dark pun membawa semua anggotanya meninggalkan tempat itu, dan tak berselang lama Ray pun datang karna sebelumnya dia di telpon oleh Beno untuk meminta bantuan pada dirinya. Karna memang BD dan BS sangat dekat bahkan mereka sering bekerja sama, tapi sungguh sial saat Ray mencabut belati yang menancap di perut Beno, Beni datang dan dari situlah awal mula dendam Beni di mulai.


"Sekarang kau tau kan, siapa yang telah membunuh saudara kembarmu."orang itu menatap Beni deng.an bersidekap dada.


"Jadi, bukan dia pelakunya."lirih Beni.


"Ya, kau telah membalas dendam pada orang yang salah."


"Aku memang bodoh."rutuk Beni.


"Ya, kau memang bodoh."


"Kalau begitu, bunuh saja aku, agar aku bisa menyusul saudara kembarku."

__ADS_1


"Tidak semudah itu, aku mempunyai penawaran yang menarik untukmu."


Comen dong😊 masukannya buat author pemula ini. Like juga ya😘


__ADS_2