Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Cara minum obat.


__ADS_3

***Jika suka dengan cerita ini, dimohon untuk like and komen setelah membaca ya!


Supaya apa?


Supaya otor makin semangat nulis!


Jangan pelit jempol, tap like, Vote and hadiahnya juga dong😍 mode ngarep on.


Dah, ah.


Happy reading all😍😍***


_________________________'


Para orang tua kini sudah kembali, mereka saat ini sedang bermain bersama twins A yang memang sudah terbangun dari tidurnya. Rina menggendong baby Zam, sedangkan Wina menggendong baby Zura.


"Hidungnya mirip sekali dengan Ray," ujar Wina sembari memperhatikan wajah baby Zura.


"Matanya juga," Wina menoel gemas pipi baby Zura.


"Pasti mirip Ray lah Tante, pan dia bapaknya, masa iya mirip kang kebun rumah," sahut Satria yang kebetulan berada di samping Wina.


"Sa ae, kamu Sat," Wina nyengir kuda.


"Baby Zam juga sangat mirip dengan Ray, lihat deh alisnya, persis banget seperti alis Ray." Rina juga memperhatikan wajah baby Zam.


"Iya Mih, dua-duanya mirip si Samurai. Lah kenapa kagak mirip elu ya, Dek?" heran Satria sekaligus mengejek.


"Nanti juga mirip aku kok, mereka kan masih bayi, jadi wajahnya masih berubah-ubah,"delik Ella.


" Kalo nanti gak mirip elu gimana?"tanya Satria.


"Bikin lagi aja, sampai ada yang mirip aku," ucap Ella enteng.


"Gimana mau bikin, loyangnya aja di perboden," ketus Ray yang wajahnya masih di tekuk.


"Kenapa lesu amat tu muka Ray? kayak orang habis kena phk aja," tanya Wina.


"Mam, kalo wanita abis ngelahirin itu di jahit semua ya?" Ray menatap ibunya.

__ADS_1


"Apanya yang di jahit semua?" Wina nampaknya belum konek.


"Itunya lah, Mam," jawab Ray ambigu.


"Nganu nya?" Wina ikutan ambigu.


"Hooh," Ray mengangguk lesu.


"Ya engga lah, Somad. Kalo di jahit semua, gimana caranya bini elu pipis? Mamah heran deh, katanya dosen, tapi kalo udah menyangkut begituan tu otak kenapa jadi bleng dah," Wina geleng-geleng kepala.


"Berati gak di jahit semua ya, Mam?" tanya Ray memastikan.


"Kagak Sarkowi, belet amat sih punya anak. Makannya punya otak jangan di taruh di dengkul," gemas Wina.


"Maklum Tante, otak si Ray isinya cuma gua, gua dan gua," timpal Satria.


"Diem lu Bangsat!"pelotot Ray.


" Mam, aku mau gendong dong, masa dari tadi Mamah mulu yang gendong,"ucap Ray sembari menatap putri cantiknya yang berada dalam gendongan Wina.


"Mamah belum puas, tuh gendong aja baby Zam." Wina menunjuk baby Zam yang di gendong Rina.


"Kamu setelah Papih ya, Ray. Papih juga belum gendong," ujar Andi.


"Papah juga belum, Mamah kamu masih gak mau ngelepasin baby Zura,"timpal Samsul.


" Yang... bikin lagi yuk? kalo begini caranya kapan kakak gendong?"Ray melirik sang istri.


"Ogah, ini juga masih sakit, ngilu lagi. Dipikir bikin bayi segampang bikin pempek apa?" delik Ella.


"Gampang lah, kamu tinggal nikmatin aja,"ucap Ray sembari mengedipkan matanya.


" Ekhem, tolong hargai kami disini masih ada orang. Kalian tidak sedang berdua,"Satria menatap kedua pasutri itu jengah.


"Oh, kalian orang. Aku pikir demit," ucap Ella santai.


"Ell!" Rina mempelototi Ella.


"Apa? aku kesel tau, Mih. Disini yang punya baby aku apa kalian sih?" gerutu Ella.

__ADS_1


"Kamu tu, gak bisa apa liat orang tua bahagia," kesal Rina.


"Makannya bikin baby lagi sono, biar gak nguasain baby aku mulu," ketus Ella.


"Emang kamu mau punya adek?"


"Gak!"


Hari sudah mulai menjelang sore, Dokter Vivi pun kembali datang keruang rawat Ella untuk memeriksanya dan juga kedua bayinya. Setelah selesai di periksa, Ella pun makan dengan di suapi oleh Ray, kali ini Ella juga kembali minum obat, seperti tadi pagi, Ella tidak bisa menelan obat itu. Ray kembali turun tangan, sekarang dia tidak memasukan obat itu kedalam mulut Ella, tetapi dia memasukannya kedalam mulutnya sendiri beserta dengan air putih, setelah itu Ray mencium Ella, dia mengalihkan apa yang ada di mulutnya kemulut Ella sampai Ella menelannya. Memang terbilang menjijikan, tapi bagi Ray itu adalah aktipitas yang sangat menyenangkan.


"Gila." Satria.


"Sontoloyo." Samsul.


"Anak ini," Wina.


"Cara minum obat yang baru, bisa di coba nanti." Andi.


"Bagus, cara ampuh untuk yang tidak bisa minum obat." Rina.


Para orang-orang itu memperhatikan kelakuan Ray yang sedang memberi Ella obat, Ray hanya acuh, dia seakan tidak melihat orang yang berada di sekitarnya. Untuk Ella dia sangat malu sekali tentunya.


"Kak Ray... Malu ih..." cemberut Ella.


"Kalo gak di gituin, sampai kambing bertelur pun itu obat gak bakalan ketelen," ujar Ray.


"Bener tuh kata Ray, kamu kan memang tidak bisa minum obat, jadi itu cara ampuh yang paling best lah," ucap Andi..


"Papih mau pas minum obat di gituin juga?" tanya Rina pada Andi.


"Mau banget Mih," seru Andi.


"Yodah nanti kalo Papih minum obat asam urat di gituin," ujar Rina.


"Asik, bakalan semangat minum obat nih," riang Andi.


"Tapi sama Satria," jlebb udah seneng malah nyungseb down.


Like, komen.😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2