
Setelah melewati berbagai Derama yang di ciptakan oleh Onah dan juga Satria, kini mereka sedang menikmati makan siang bersama dengan tenang, karna Onah sudah berpamitan pulang.
"Kamu nginep di sini kan, sayang?"tanya Rina saat mereka sudah selesai makan siang.
"Gimana kak Ray? kita menginap apa pulang?"Ella menatap kearah sang suami.
"Kakak sih terserah kamu aja mau nya gimana."Jawab Ray.
"Kalo gitu kita nginep aja ya."
"Boleh."
"Berarti kalian menginap di sini kan?"tanya Rina memastikan.
"Iya, Mih."Jawab Ella.
"Mamih senang sekali, akhirnya kamu menginap di sini juga."ujar Rina dengan binar bahagia.
************
"Ahkkk, SAKIT. Mengapa sakit sekali, akhhh kepala ku."teriak seorang wanita begitu kesakitan.
"Sesil, apa kepala mu sakit lagi?"tanya seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu Sesil dan yang tengah kesakitan itu adalah Sesil.
"Iya, Mom. Ini sakit sekali, akhhhh."Sesil menjambak rambutnya dengan kasar.
"Mommy harus bagaimana sayang? Mommy bingung. Kita sudah mengunjungi semua Dokter paling hebat di kota ini, tapi mereka semua tidak ada yang bisa mendeteksi penyakit mu."ujar ibu Sesil prustasi.
"Ahkkk, sakittt."teriak Sesil begitu menggema.
Ya, Sesil memang sudah sembuh dari gangguan ke jiwaannya dan dia berniat akan mencelakai Ella kembali, karna dia tidak rela Rayen di miliki oleh Ella si wanita telmi, hanya dirinya lah yang pantas mendampingi Rayen. Tapi karna niat buruknya itu dia harus merasakan sakit yang teramat di kepalanya, sakit itu begitu mendera tiada tara, karna Ray sudah menyeting chip yang berada di pil yang Sesil telan, supaya chip itu membuat Sesil tambah kesakitan bila dia terus saja memikirkan rencana jahat, semakin dia sering berpikir jahat, maka dengan otomatis chip itu akan memutus saraf-saraf yang ada di otak Sesil.
Cara Ray memang terbilang sangat kejam, tapi dia tidak mau ambil resiko dengan membiarkan Sesil terlepas begitu saja, Ray yakin Sesil akan kembali berniat menyakiti sang istri.
"Mom, tolong ini sakit sekali Mom. Akhhh. SAKITT."Sesil terus berteriak kesakitan.
"Mommy bingung sekali Sesil, apa yang harus Mommy lakukan? kamu itu sakit apa sebenarnya? mengapa tak ada satu pun Dokter yang bisa menyembuh kan mu. Apa kita cari orang pintar saja, mungkin saja kau di guna-guna."ucap Ibunda Sesil.
"Terserah mommy saja, aku sudah tidak kuat. Ini sakit mom."
**************
"Ada suatu hal yang ingin ku tanya kan pada mu."ucap Ella dengan begitu serius.
__ADS_1
"Hal apa sayang? sepertinya serius sekali."tanya Ray.
"Ini tentang adik Rafly, apa hubungan mu dengannya?"Ella menatap Ray dengan intens.
"Adik Rafly yang mana? memangnya dia punya adik? kok kakak tidak tau."ujar Ray.
"Apa kamu yakin tidak mengetahuinya?"
"Yakin, karna setau kakak Rafly itu hanya tinggal sendirian. Orang tuanya sudah meninggal."Jawab Ray.
"Jadi begini, Rafly masuk ke dalam gangster mu, karena dia ingin membalaskan dendam atas kematian adiknya yang di sebabkan oleh mu."jelas Ella.
"Kakak penyebab adik Rafly meninggal? kenapa bisa begitu? kakak saja tidak tau siapa adik Rafly, orangnya yang mana."heran Ray.
"Aku juga masih bingung dengan semua ini, tapi sebebtar lagi kita akan mendapatkan jawabannya. Karna aku telah memerintah para AOD bayangan untuk mempercepat penyelidikan ini."ujar Ella yang terlihat sangat dingin.
Ray sudah biasa dengan sikap istrinya yang sering ber ubah-ubah seperti bunglon. Kadang dia pecicilan, manja, kekanak-kanakan, konyol. Kadang juga dia terlihat, tegas, berwibawa dan juga mengerikan.
"Aku akan ke markas, apa kau mau ikut?"Ella menatap Ray dengan begitu dingin.
"Tentu saja mau ikut, apakah kita akan berangkat sekarang?"tanya Ray.
"Hm,"hanya itu yang keluar dari mulut Ella.
"Ayok."Ella sudah nampak siap dengan mengenakan pakaian serba hitam.
"Ah, iya. Ayok."Ray berjalan menyusul Ella yang telah berjalan terlebih dahulu.
Ray bingung dengan sikap Ella saat ini, kenapa Ella terlihat berbeda. Biasanya dia akan bersikap pormal dan juga dingin saat ada hal serius saja, tapi kenapa sekarang berkepanjangan? Ray terus memperhatikan wajah istrinya yang terlihat tidak bersahabat. Dia ingin bertanya, tapi nanti saja lah, nunggu waktu yang tepat.
"Lu mau ke kuburan dek? pake baju pada item semua."tanya Satria.
"Hm."Ella berjalan melewati Satria begitu saja tanpa melirik kearah nya.
"Napa tu bocah?"Satria melirik Ray yang berjalan di belakang Ella.
"Au, pms kali."ketus Ray.
"Mana ada orang bunting pms."gerutu Satria.
Kini mereka sedang berada di perjalan menuju markas, Ella terlihat masih sibuk berkutat dengan ponselnya, wajahnya pun terlihat masih dingin.
Beberapa saat kemudian mereka pun telah sampai di markas besar AOD.
__ADS_1
"Apa dia sudah sadar?"tanya Ella kepada David.
"Sudah."Jawab David singkat.
Ella pun langsung saja berjalan ke arah ruangan bawah tanah tempat Rafly di sekap.
"Apa kau sudah mengintrogasi nya?"tanya Ella kepada Ragil yang tengah menjaga Rafly di ruang bawah tanah.
"Sudah, tapi dia belum membuka mulut. Dia hanya diam saja seperti tak merespon ucapan ku."Jawab Ragil.
Sedangkan Ray dia hanya diam saja, jujur dia masih bingung. Mengapa Rafly bisa berada di sini? kapan istrinya itu membawa Rafly kesini? mengapa dia tidak tau? berbagai pertanyaan bersarang di otaknya.
Brukk,
Ella menendang kaki Rafly dengan begitu kuat.
"Jawab pertanyaan ku dengan jujur, apa hubungannya Rayen dengan kematian adik mu? mengapa kau menuduhnya, yang telah menyebabkan kematian adik mu?"Ella menatap Rafly dengan begitu tajam.
Rafly hanya diam saja, dia tidak menjawab ucapan Ella, dia hanya memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong.
"KAU PUNYA MULUT KAN? JAWAB AKU BODOHH."teriak Ella marah.
Rafly hanya menatap Ella sekilas, kemudian melamun kembali.
"Apa dia masih waras?"Ella menatap ke arah Ragil.
"Aku pikir, kejiwaan nya sudah terganggu. Makannya dia bersikap seperti itu."ujar Ragil.
"Apa yang terjadi kepada Rafly, mengapa dia menjadi seperti ini?"tanya Ray yang sedari tadi diam saja.
"Aku tidak tau, terakhir kali tadi aku bertemu dengannya, dia terlihat masih waras."Jawab Ella kemudian dia menatap manik mata Rafly, dia mencoba membaca pikiran Rafly lewat tatapan matanya.
"Oh, ternyata dia sudah gila, ayok kita tinggalkan dia."sambung Ella dengan seringai yang sulit di artikan.
Mereka pun keluar dari ruangan bawah tanah itu, kemudian mereka berkumpul kembali di ruang meeting AOD. Disitu ada seseorang yang baru yang tidak pernah Ray dan juga Ragil temui, dalam benak mereka bertanya-tanya siapa pria itu?
"Baiklah, perkenalkan dia Derby. Dia adalah ketua dari AOD bayangan. Disini dia akan menjelaskan hasil penyelidikannya tentang asal-usul Rafly dan juga kematian adiknya yang di sebut-sebut ada hubungannya dengan Rayen. Atau lebih jelasnya dia menuduh bawha Rayen lah penyebab kematian adiknya."Jelas Ella.
"Baiklah, Derby. Bisa kau jelaskan secara rinci hasil dari penyelidikan mu."perintah Ella dengan menatap kearah Derby.
"Baiklah, jadi begini. Sebrnarnya Rafly itu adalah.........."
Penasaran ya?
__ADS_1
Kalau penasaran tap dong jempolnya biar author lanjut lagi, tripell up. Ini kan udah udah dobel up😘😘😘