Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Ini sangat menyakitkan tuhan.


__ADS_3

"Maksud lo, apa?"


"Jangan pura-pura gak tau deh, lo suka kan sama istri gue?"Ray menatap Galang nyalang.


"Ok, gue akui. Gue emang suka sama Ella, bukan hanya suka tapi gue juga cinta sama dia. Tapi sumpah demi apa pun Ray, gue gak ada niat sedikit pun buat ngerebut dia dari elo. Gue tau perasaan ini salah, gue juga gak mau memiliki perasaan terhadap istri sahabat gue sendiri. Tapi mau bagaimana lagi Ray? gue gak bisa memilih siapa yang akan gue cintai."Jelas Galang yang masih tampak lesu.


"Harusnya lo bisa menahan rasa suka lo, agar tidak berubah menjadi cinta."ucap Ray masih dengan wajah sinisnya.


"Kalau gue bisa, gue udah lakuin Ray. Tapi gue gak bisa, semakin gue tahan perasaan ini malah semakin besar Ray. Plis maafin gue, gue janji gue gak akan mengganggu hubungan lo sama Ella, gue tulus mencintainya Ray, jadi gue gak akan merenggut kebahagiaan nya. Dia bahagia bersama lo, cuma lo kebahagiaan nya."tutur Galang dengan hati yang berdenyut sakit.


"Udah lah, Ray. Maafin Galang, gue yakin dia gak akan membuat hubungan lo sama Ella hancur. Galang juga gak akan tega ngerebut Ella dari lo, kita kenal Galang bukan sehari dua hari Ray, dan lo tau kan bagaimana sipatnya, dia akan merelakan apa pun untuk orang di sayanginya. Bahkan dia akan mengorbankan dirinya dan juga kebahagiaan nya, untuk orang terdekatnya. Apa lo masih gak percaya sama dia."ucap Satria sembari menatap Ray.


"Gue bakal maafin lo, asalkan lo jangan pernah mendekati Ella, sebelum perasaan lo hilang sepenuhnya."ujar Ray.


"Ok, Ray. Gue akan menjahui Ella, selama perasaan ini masih berada dalam hati gue. Dan gue janji, gue akan berusaha untuk melupakan Ella."tutur Galang bersungguh-sungguh.


"Jadi gue mohon. Jangan pernah ada pertikayan di antara kita, apalagi hanya karna cinta dan juga wanita."ucap Rendi.


"Lo maafin gue kan Ray?"tanya Galang penuh harap.


"Hm."


"Kalian pada ngomongin apa sih?"celetuk Ella yang sedang bermain game kesukaannya di sopa.


"Ngomongin kambing bertelur."Jawab Satria asal.


"Dimana abang? akunya mau liat dong."ucap Ella sembari mematikan ponselnya dan menaruhnya kedalam tas slempang yang dibawanya.


"In your Dream."Satria mendelikan matanya.


"Ih, abang aku serius, dimana kambing bertelurnya? aku mau liat."rengek Ella.


"Eh, Markonah. Mana ada kambing bertelur, dari jaman purba juga kambing mah, beranak."kesal Satria.


"Tadi abang bilang lagi ngomongin kambing bertelur, berati ada dong kambing yang bertelur."ujar Ella.

__ADS_1


"Bejanda Ell bejanda gua, ngapa lu kagak bisa di ajak bejanda sih, otak lu kagak bisa bedain yang real ama yang kagak. Heran gue ngapa kalean berdua pada demen sih, ama ni anak? padahal dia selalu bikin pusing."ucap Satria sembari melirik Galang dan juga Ray.


"Karna dia lucu, imut dan juga menggemaskan. Semua yang terucap dari mulutnya, membuat gue terhibur."Jawab Galang tanpa sadar telah memancing kemarahan Ray kembali.


"Ekhem."Deheman Ray begitu mengintimidasi.


"Eh, sorry Ray gue keceplosan."Galang merutuki kebodohannya.


"Awas lo ya, kalau sekali lagi lo muji bini gue. Gue congkel tu ginjal."ujar Ray.


"Mati dong gue, Ray."


"Kagak, lo bakal jadi hantu."


"Sama aja ngab, jadi hantu kan mati dulu."cebik Galang.


"Kak Ray kenapa gitu, sih? lagian emang bener kata kak Alang. Akunya memang imut, lucu dan juga menggemaskan. Salahnya dimana coba?"sahut Ella yang melihat perdebatan kedua pria itu.


"Salahnya, karna tu orang udah lancang muji istri kakak."Jawab Ray.


"Emangnya kalau udah jadi istri orang gak boleh di puji, ya?"tanya Ella.


"Tapi kenapa pemerintah, tidak membuat aturan larangan memuji istri orang?"


"Hayo, lo Ray. Kagak ada larangan dari pemerintah loh. Jadi elu masih bebas lang muji Ella, kagak ada aturan larangan dari pemerintah ini."goda Rendi..


"Aturan itu, lagi otw di buat."ketus Ray.


"Berati sekarang kak Alang masih bisa muji aku. Karna aturan itu belum launcing."celetuk Ella lagi.


"Stellaa."geram Ray.


"Apa?"Ella menatap Ray tanpa dosa.


"Malam ini kamu kakak hukum."ucap Ray dengan wajah yang memerah.

__ADS_1


"Ah, mau banget. Hukum aku kak Ray, hukum aku. Aku iklas lahir batin."Ella bergelayut manja di tangan suaminya, karna dia tau hukuman apa yang di maksud oleh Ray.


"Aneh lu mah, masa dihukum semangat."cibir satria.


"Karna hukumannya begitu nikmat, abang."ucap Ella dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Ngapa lu jadi genit dah? pikiran lu udah tercemar nih ama si Ray."ujar Satria.


"Emang gue virus apa?"ketus Ray.


"Kak Ray emang Virus, tapi Virus cintanya aku."ucap Ella.


"Lebay."ledek Satria.


Pemandangan itu masih sangat menyakitkan di hati Galang, ternyata menghapus rasa cinta tak semudah saat jatuh cinta. Galang harus menahan rasa sakit yang mendera di hatinya setiap kali melihat kemesraan Ray dan juga Ella.


Apa salahnya selama ini? kenapa tuhan menitipkan rasa itu untuk istri sahabatnya. Sebelumnya dia tak pernah jatuh cinta, tapi sekalinya jatuh cinta dia harus merasakan sakit hati juga.


"tuhan bisakah kau kirimkan cinta yang lain untuku, dan kau hapuskan rasa yang tertanam dihatiku saat ini. Ini sangat menyakitkan tuhan, sakit."lirih galang di dalam hatinya saat melihat Ella di dekap begitu erat oleh Ray.


Sebenarnya Ray juga merasa kasihan terhadap Galang, dia tau ini adalah yang pertama kalinya Galang jatuh cinta, tapi harus di patahkan saat itu juga. Ray tau hati Galang saat ini pasti sangat sakit melihat dirinya dengan Ella, tapi apa mau dikata, Ella adalah istrinya. Dia tidak mau Galang menyimpan perasaan terlalu lama terhadap Ella, dia ingin Galang segera melupakan Ella dan menggantinya dengan cinta yang lain. Ray ingin Galang merasakan sakitnya mencintai wanita bersuami, agar dia berusaha keras untuk melupakan wanita itu, agar dia tidak merasakan sakit lagi.


"Sorry Lang, bukannya gue tidak mengerti dengan perasaan lo saat ini. Tapi lo harus terbiasa dengan pemandangan ini, supaya perlahan-lahan hati lo mulai lapang dan menerima semua kenyataan ini. Gue harap secepatnya lo bisa ngelupain Ella."Ray menatap Galang iba, sebenarnya dia merasa kasihan dengan sahabatnya itu. Tapi Ray tidak mau Galang terus terbelenggu dengan perasaan yang salah.


"Gue harap lo bisa secaptanya ngelupain adek gue, dan juga mendapatkan cinta lo yang sesungguhnya."Satria menepuk bahu Galang.


"Semoga saja."lirih Galang.


"Lo pasti bisa, tapi gue heran dah, ngapa ya adek gue yang polosnya gak ketulungan itu bisa banyak yang suka? bukan cuma lo doang yang suka ama dia, noh temen kampusnya ada yang ngejar-ngejar dia."seloroh Satria.


"Mungkin, kepolosannya itulah yang menjadi daya tarik tersendiri buat dia. Karna jujur, setiap kali gue melihat tingkah polosnya, hati gue terasa bergetar, kadang gue jadi tersenyum sendiri karna tingkahnya."ucap Galang sembari menatap kearah sopa yang dimana ada Ray dan Ella.


"Tapi ada satu hal yang tidak kalian ketahui tentang dia, dan gue yakin kalian semua akan kaget, mungkin juga tidak akan percaya."ujar Satria misterius.


"Apa itu?"

__ADS_1


Tinggalkan jejak ya, guys😊


Like and Comen😘😘


__ADS_2