
Keesokan harinya, Ella dan juga Ray. kembali pada aktipitas masing-masing, Ray mengajar Ella kuliah.
"Yakin, sayang? gak mau bareng sama kakak."tanya Ray memastikan karna sedari tadi Ella gak mau berangkat bareng dia.
"Enggak, kak Ray. nanti ketauan orang kampus. lagian matkul aku masih satu jam lagi."Jawab Ella yakin.
"Yasudah, kakak berangkat duluan. ya."Ray mengusap pucuk rambut Ella.
"Iya, inget ya........."
"Iya, kakak inget. gak boleh nyapa, gak boleh sok kenal, harus diem-dieman. gitu kan?"potong Ray, karna sudah berulang kali Ella mengatakan itu.
"Sama satu lagi, deh."cengenges Ella.
"Apa?"
"Kakak, gak boleh ganjen nanti dikampus."perintah Ella.
"Emang kapan kakak ganjen? paling sama kamu doang."ucap Ray.
"Eh, iya ya. kakak kan dingin."ujar Ella.
"kakak berangkat ya, Asalamualaikum."Ray mengecup kening Ella.
"Waalaikum salam."Ella mencium tangan Ray.
Setelah itu, Ray berjalan menaiki mobilnya. lalu melajukan nya, perlahan dan menghilang dari pandangan Ella.
Setelah dirasa mobil Ray sudah tak terlihat, Ella beranjak darisana dan pergi menuju kamarnya. sesampainya di kamar Ella langsung mengubrak-ngabrik isi laci yang ada di kamar. entah apa yang dia cari.
"Dimana sih, naruhnya. kok gaada."gerurtu Ella sambil tangannya membuka satu-persatu lemari Ray.
"Aha, aku tau."ucapnya lalu beranjak keluar dari kamar dan menuju keruang kerja Ray.
Sesampainya disana, Ella langsung saja membuka laci yang ada dibawah meja kecil, kebetulan tidak dikunci.
"Yey, ketemu."ucap Ella girang.
Ternyata dari tadi, Ella mencari kunci motornya. yang dibawa Ray sebelum mereka menikah. Ella berencana pergi kekampus menggunakan motor sport kesayangan nya.
"Masa naik motor, pake baju beginian?"Ell memandang dirinya dicermin, dia menggunakna dres pink dibawah lutut.
"Ganti aja, ah."sambungnya, lalu dia bergegas pergi keruang ganti.
Sesaat kemudian, Ella keluar dengan mengenakan, tangtop warna putih yang dilapisi kemeja kotak-kotak warna merah hitam. yang tidak dikancingkan. bawahan nya, Ella mengenakan jeans hotpans diatas lutut yang warnanya hitam, tak lupa juga sepatunya snekers putih.
"Nah, ini baru cocok."ucapnya sambil menguncir rambut.
"Eh, kok leher belakang aku merah-merah sih? apa alergi tapi alergi apa?"dia mengamati lehernya. Ella pun melepas kembali kunciran rambutnya, dia memutuskan di gerai saja.
Setelah selesai bersiap Ella langsung turun kebawah.
"Mam, Ella berangkat kuliah dulu."ucap Ella menyalami tangan Wina.
"Hati-hati."ujar Wina.
"Iya, Mam. Asalamualaikum."
__ADS_1
"Waalaikum salam."
Ella berjalan keluar rumah, setelah sampai diluar. Ella masuk kedalam garasi lalu dia mengeluarkan motornya.
"Non Ella, mau berangkat kuliah ya?"tanya mang Udin supir keluarga Wardana.
"Iya, mang."Jawab Ella.
"Mari, mamang antar. tadi den Rayen sudah memerintahkan Mamang, untuk nganterin Enon."ujar Mang Udin.
"Gak usah Mang, akunya mau naik motor aja."ucap Ella.
"Tapi Non, nanti den Rayen marah."
"Gaakan Mang, kalo gitu saya fermisi. mau berangkat, babay mang Udin."ucap Ella sembari menyalakan motornya dan berlalu pergi dari sana.
"Gimana ini, nanti den Rayen marah."lirih mang Udin.
Beberapa saat kemudian, Ella sudah sampai dikampus. ternyata sudah banyak orang yang berlalu-lalang.
Ella memarkirkan motornya, lalu dia turun dari motor. banyak pasang mata yang melihatnya kagum Ella terlihat begitu keren hari ini. apalagi dengan Style yang dia kenakan. gerakan Ella turun dari motor dengan gerakan Slow motion dan itu sukses membuat kaum adam terpana.
"Hai Ell."sapa seseorang.
"Hay juga, Iyud."Jawab Ella dan ternyata itu adalah Yuda.
"Kamu cantik banget, hari ini."ucap Yuda to the poit.
"Emang, kemarin-kemarin jelek gitu?"
"Oh,"Ella hanya ber oh ria.
"Btw, kamu kemana? kok empat hari ini gak masuk?"tanya Yuda.
"Ada urusan keluarga, kok Iyud tau? kalau akunya gak masuk."Ella menatap Yuda.
"Karna aku gak lihat kamu dikantin, yaudah aku tanya sama temen kamu, katanya kamu gak masuk."jelas Yuda.
"Dela?"
"Iya."
"Oh, yaudah. aku masuk dulu ya, Iyud. bay."Ella pergi meninggalkan Yuda.
Sesampainya dikelas Ella langsung duduk dikursi, paling depan dan sejajar dengan meja Dosen, kebetulan Dela juga duduk disana disamping Ella.
"Kamu kemana aja Ell? kok sampe gak masuk empat hari."Dela langsung bertanya pada Ella.
"Aku, ada urusan keluarga Dedel."Jawab Ella.
"Sampai empat hari?"
"Iya, soalnya ada acara nikahan gitu."jelas Ella padahal dirinya yang nikah.
"Oh gitu,"
"Makin cantik aja, lu Ell."ucap bagas temen sepakultas Ella, yang duduk tepat dibelakang Ella.
__ADS_1
"Dari dulu, akumah emang cantik, Babas."Ella melirik kebelakang.
"Bagas Ell bukan Babas. kenapa sih, elu tu doyan amat ganti nama orang."kesal Bagas.
"Suka suka akulah, orang ini mulutnya aku."ucap Ella sewot.
"Serah lu deh, dasar Munaroh."gerutu Bagas.
"Na.........."
"Kagak usah protes, lo aja ganti nama gue sembarangan. jadi gue bebas manggil elo apa aja."Bagas langsung memotong ucapan Ella, karna dia tau Ella hendak protes karna panggilan nya.
"Ih, dasar ngeselin."cemberut Ella.
"Kesel gak? kesel gak? kesel dong masa engga. haha, makannya jangan ganti nama orang sembarangan. kesel kan rasanya."ujar Bagas tertawa.
"Udah, deh Gas. gausah ledekin Ella mulu, liat noh. mukanya udah ditekuk kaya cucian kusut."ucap Dela.
"Dedel juga sama aja, nyebelin."cebik Ella.
"Lah, napa jadi aku Ell?"
"Haha, kena juga kan lu."ucap Bagas tertawa.
"Ka..........."
"Selamat pagi."omongan Dela terpotong oleh Ray.
"Pagi pak."Jawab mereka serempak.
" Baiklah, kali ini saya akan membahas, Statistika deskriptif. dan.. bla bla bla bla."Ray menerangkan materi tentang Manajemen bisnis.
Selama materi berlangsung, Ray sedikit tidak fokus. ingin sekali dia cepat-cepar mengakhiri materi kali ini. lalu menarik Ella kedalam ruangannya.
Bagaimana tidak, hatinya sangat panas karna sedari tadi dirinya berjalan dilorong kampus. semua mahasiswa sedang membicarakan anak baru yang bak bidadari turun dari motor dengan kulit putih mulus cantik seperti barbie. awalnya Ray tidak peduli. tapi saat satu mahasiswa yang menanyakan nama anak baru itu pada salah seorang mahasiswi. dan mahasiswi itu menjawab Stela anandira. itu kan nama istrinya.
Lalu dia buru-buru masuk ke kelas yang ditempati sang istri. amarahnya langsung memuncak tak kala melihat penampilan istrinya. dada berisi itu tercetak jelas dan menonjol karna Ella mengenakan tangtop yang sangat ketat, paha mulus istrinya terekspos begitu saja. dia tidak rela berbagi keindahan dengan yang lain. hanya dirinya saja yang boleh menikmati keindahan itu.
" Baik, materi kali ini selesai. dan Stela kamu ikut keruangan saya, untuk mengambil tugas yang harus kalian kerjakan."ujar Ray.
"Kenapa harus aku, bapak dosen. yang lain aja ya. akunya males."ucap Ella.
"Tidak ada penolakan, ikut saya sekarang."tegas Ray.
"Udah Ell, ikut aja. nanti pak Ray marah."ucap Dela.
"Iya, deh."Ella bangkit dari kursinya, lalu dia berjalan mengikuti Ray.
Sesampainya diruangan Ray, Ella hanya berdiri saja. sementara Ray dia duduk dikursi dengan menatap Ella tajam.
"Kamu tau, apa kesalahan kamu?"
Jangan lupa tinggalkan jejak😊
biar author semangan buar doubel up, ya.
Salam manis dari author Susi Similikity🙏
__ADS_1