
Seminggu kemudian.
Kini Ray sudah kembali pulih dan bisa melakukan aktipitas seperti biasanya yaitu mengajar, begitu juga dengan Ella, dia sudah masuk kembali kuliah, karna sebelumnya dia cuti untuk menjaga Ray.
"Hai, Ell."sapa Yuda pada Ella yang tengah bersantai di perpus sembari membaca buku.
"Hai juga, Iyud."Ella melirik Yuda sekilas lalu kembali fokus membaca.
"Kamu lagi ngapain?"tanya Yuda basa-basi.
"Keliatannya lagi apa."ketus Ella.
"Baca buku,"
"Nah, itu Iyud tau. Kenapa nanya lagi?"delik Ella.
"Kamu kenapa gak ke kantin, Ell?"tanya Yuda mengalihkan pembicaraan.
"Lagi males makan akunya, Iyud."Jawab Ella.
"Gak boleh gitu, nanti kamu sakit. Kita ke kantin yuk, aku yang traktir deh."ujar Yuda.
"Akunya lagi males, Iyud. Bukannya gak punya uang."
"Bukan gitu maksud aku, Ell."
"Terus apa?"
"Em, aku cuma mau ngajak kamu makan bareng."ujar Yuda.
"Next time aja, ya Iyud."
"Sekarang gak bisa, ya?"
"Gak bisa, akunya pergi dulu ya, Iyud. Bay."Ella melangkah pergi meninggalkan Yuda..
"Kenapa sangat sulit sekali buat deketin lo?"lirih Yuda.
"Lo liat aja Ell, cepat atau lambat lo akan jatuh kedalam pelukan gue."sambung Yuda menyeringai.
Setelah keluar dari perpus, Ella pun pergi ke suatu tempat karna matkul hari ini telah selesai. Sebelumnya dia sudah berpamitan terlebih dahulu kepada Ray, kebetulan Ray juga akan ada urusan di luar, jadi dia tidak bisa mengantar Ella.
**************
Rayen POV.
Ray saat ini tengah berada di markas Angel of Deat, dia ingin mengucapkan terima kasih sekaligus ingin melihat keadaan para anggota Black Devil yang katanya dirawat di markas Angel of Deat.
"Silahkan masuk."ucap David tangan kanan Angel of Deat.
"Terimakasih,"Ray melangkahkan kakinya masuk kedalam markas yang begitu luas dan juga megah.
Ray menatap kagum isi bangunan itu, sangat rapih dan juga bersih, luas dan nyaman, di dalam sana Ray di sambut para anggota AOD, yang jumlahnya mungkin lebih dari ratusan.
"Silahkan duduk."David mempersilahkan Ray duduk di sopa ruang tamu.
__ADS_1
"Apa ketua AOD, sedang berada disini?"tanya Ray sambil menundukan dirinya di sopa yang begitu empuk.
"Beliau masih dalam perjalan."Jawab David singkat.
"Lalu, dimana keberadaan para anggota BD?"tanya Ray lagi.
"Mereka sedang beristirahat, hanya sebagian saja yang terselamatkan, sebagian anggota mu telah tewas. Dan kami juga sudah memakamkan mereka dengan layak."ujar David.
"Bagaimana dengan Ragil? apa dia selamat?"
"Dia selamat."
"Beni?"tanya Ray ragu.
"Dia masih hidup, dan dia juga telah mengetahui kebenarannya. Tadinya Quin ingin membunuhnya, tapi karna dia bersedia di ajak bekerja sama, jadi Quin masih membiarkannya hidup."
"Dia mengetahui kebenaran tentang apa?"Ray masih belum paham.
"Tentang siapa yang membunuh saudara kembarnya."
"Darimana kalian tau tentang itu?"
"Quin kami sangat hebat, jadi dia bisa mengetahui inpormasi apa pun secepat kilat, begitu pula dengan mencari bukti."
"Aku tidak tau, mengapa Quin mu bisa membantuku sampai sejauh ini. Tapi aku sangat berterima kasih atas semua yang telah kalian lakukan, aku tidak tau harus membalasnya dengan cara apa?"
"Kau bisa membalasnya dengan cinta."ujar ketua Angel of Deat yang tiba-tiba muncul di belakang mereka.
"Quin,"David langsung berdiri dan membungkukan badannya.
"Baik, Quin."David segera pergi meninggalkan mereka berdua.
Yup, ketua Angel of Deat adalah seorang wanita, dia yang telah menyelamatkan Ray. Meskipun dia seorang wanita, tapi dia sangat kuat dan juga kejam, dia juga sangat sadis dalam membunuh para musuhnya.
"Bagaimana kabarmu?"tanya ketua yang biasa dipanggil dengan sebutan Quin itu.
"Baik."Jawab Ray singkat, jujur saja dia merasakan gelayar aneh pada tubuhnya saat berdekatan dengan wanita ini.
"Bukan kah kau datang kesini ingin berterima kasih? lakukan lah."Quin menundukan dirinya di samping Ray.
"Terimakasih, karna kau telah menolongku."Ray menatap wanita yang masih mengenakan topeng untuk menutupi wajahnya itu.
"Berterimakasih lah dengan benar."Quin bergeser untuk mendekati Ray.
"Apa yang harus aku lakukan?"Ray juga menggeserkan tubuhnya untuk menghindari Quin.
"Cintai aku, anggap saja itu sebagai balas budi."
"Aku tidak bisa, aku sudah mempunyai istri."Jawab Ray cepat.
"Apa istri mu itu cantik?"
"Tentu saja, dia sangat cantik."
"Cantikan mana dia denganku?"tanya dia tersenyum tipis di balik topengnya.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa tau dia cantik apa engga, orang pake topeng begitu. Mungkin saja dia korengan makannya selalu memakai topeng."ucap Ray dalam hati.
"Hey, jawab aku?"
"Cantikan istriku."
"Jadi, menurut mu aku tidak cantik begitu?"dia berucap dengan nada yang kecewa.
"Aku tidak tau."jawab Ray jujur karna dia tidak mengetahui rupa orang yang berada dihadapannya itu.
"Maksud mu, kau tidak tau yang mana yang cantik atau tidak, begitu?"
"Bukan begitu, aku tidak tau karna aku memang tidak pernah melihat wajahmu Nona."ujar Ray.
"Ah, aku lupa jika aku sedang memakai topeng."ucapnya terkekeh.
Sekilas Ray menjadi teringat seseorang kekonyolan dan juga kekehannya sangat mirip sekali dengan seseorang, tapi itu tidak mungkin. Ray menggelengkan kepalanya.
"Maaf Nona, apa aku boleh bertemu dengan anggota ku sekarang."ucap Ray yang sudah jengah.
"Nanti dulu, buru-buru sekali."ucapnya lalu dia berdiri tepat dihadapan Ray.
"Apa kau tidak ingin menghabiskan waktu mu, denganku terlebih dahulu."Quin membelai lembut pipi Ray.
"Maaf Nona, jangan kurang ajar seperti ini. Saya sudah mempunyai istri."Ray menepis kasar tangan Quin.
"Aku tidak peduli, aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama mu saja, bukan untuk merebut mu."ucap Quin sambil tersenyum nakal di balik topengnya.
"Aku tidak sudi menghabiskan waktu dengan wanita mana pun, kecuali dengan istriku."ucap Ray tegas.
"Apakah ini cara mu berterima kasih?"Quin bersidekap dada.
"Aku akan membalas budi mu, tapi tidak dengan ini."
"Lalu dengan apa, hm?"dia menjawil hidung Ray.
"Apa pun, yang kau minta. Tapi bukan dengan cinta atau pun bercinta."Jawab Ray yang tampak emosi.
"Tapi yang ku inginkan hanyalah cinta dan juga bercinta dengan mu."ucapnya lalu dia duduk di pangkuan Ray dengan paksa karna Ray memberontak.
"Biarkan seperti ini."suara itu begitu erotis terdengar di telinga Ray, sejenak Ray terlena, tapi dia tersadar kembali dan langsung berusaha mendorong wanita itu.
Tapi tenaga wanita itu begitu kuat, Ray saja sangat bersusah payah untuk menyingkirkan dia dari pangkuannya. Ini orang apa sumo, kuat bener tenaganya, pikir Ray.
"Minggir kamu."geram Ray.
"Tidak mau."wanita itu langsung saja ******* bibir Ray secara paksa, repleks Ray mendorong wanita itu begitu kuat dengan seluruh tenaganya, sehingga membuat wanita itu terjungkal kelantai yang begitu dingin.
"Bapak dosen kenapa dorong aku, ****** akunya kan jadi sakit."teriak wanita itu.
Sejenak Ray mematung, apa ini? kenapa bisa? suara itu?
Tinggalkan jejak dong guys😊
Comen napa like juga😚😚😚
__ADS_1