
Bocil menyingkir, karna bab ini akan mencemari otak polos kelean๐๐
Baru saja mereka masuk kedalam apartemen, Ray langsung memeluk erat tubuh Ella dari belakang, dia menggulung rambut terurai Ella, lalu mencepolnya di atas. Kemudian dia mengecupi lembut tengkuk Ella sehingga membuat si empunya merinding.
"Emhh."
Tangannya mulai berkelana mencari sebuah gundukan untuk di jadikan pegangan tanpa menghentikan aktipitas sang mulut yang mengecupi tengkuk belakang Ella, dia memberi tanda kepemilikan yang begitu berjeher disana.
Tanggan itu menggenggam lembut dua benda kenyal yang selalu menjadi favorit, benda itu begitu lembut nan menggoda sehingga membuat Ray tak pernah bosan untuk menjamahnya. Perlahan dia mulai menurunkan resleting yang berada di belakang dress yang Ella kenakan sehingga membuat punggung putih mulus Ella terpampang dengan indahnya.
"Uhh, emm."desah merdu Ella keluar dari mulut mungilnya saat bibir berkumis tipis Ray menyelusuri punggung polosnya.
Ray mengecupi punggung itu sembari tangannya mengelus pelan area depan Ella yaitu bagian dada, Ray menekan-nekan lembut memilin tombol merah muda yang berada di dada Ella. Mengelusnya memutar kebawah keatas, juga menekan gemas gunung himalaya Ella.
"Eughh, uhhh, emm kak Ray. Ahh."suara merdu sang istri membuat Ray semakin bersemangat.
Tangan Ray beralih menyuri bagian bawah, dia mengelus perut Ella dengan gerakan memutar dengan dagunya yang ia sampirkan di bahu Ella sembari menggigit lembut leher bagian samping Ella karna posisinya masih memeluk Ella dari belakang.
Perlahan tapi pasti Ray membuat tubuh Ella polos seketika tanpa satu pun kain yang menempel di tubuhnya. Lekukan tubuh sang istri yang begitu berisi dan juga seksi membuat si bonar kian menegang minta keluar. Tak puas menatap tubuh itu Ray langsung saja menerjang tubuh polos itu dengan tangan dan juga bibirnya.
Bibir bermain di area gunung dengan menghisap lembut puncak gunung itu, tangannya berkelana di sekitaran lembah yang mengelilingi gua, tangan itu mengelus lembut kedua paha Ella dari luar kedalam, lalu tangan itu ia naikan keatas untuk bermain di area lembah yang nampak lembab. Dia juga memasukan jari-jemarinya kedalam dinding gua, dia memaju-mundurkan jari-jarinya di dinding gua yang licin itu, dia juga menggerak-gerakan keatas kebawah satu jari telunjuknya disana dengan gerakan cepat.
"Eumm, ahhh. Ahh, ahh, eugh kak Ray, ahh. Aku gak kuat, eughh."Ella menjambak kasar rambut ray yang masih menempel di dadanya itu.
"Keluarkan sayang."Ray beralih mengecup bibir yang sedang mengalun merdu itu.
Ray juga meraup lembut bibir Ella, menghisap pelan bibir merah muda itu dengan tangan yang masih berkelana di dalam gua.
__ADS_1
"Emm, emm. Eughhh."Ella mengerang kenikmatan saat cairan hangat menjalar keluar dari dalam guanya.
Ella memeluk Ray begitu erat, saat dirinya melakukan pelepasan yang pertama.
"Puas, hm."Ray mengecup bibir mungil itu kemudian dia menuntun Ella untuk duduk di sopa.
Ray memberi Ella minum, setelah itu dia langsung saja melucuti pakaiannya hingga polos tanpa sisa.
Si bonar yang berdiri tegak menantang membuat mata Ella yang tadi lesu menjadi berbinar.
Greep,
Tangan mungil itu langsung saja meraup si bonar yang telah berdiri tegak. Ray berdiri di hadapan Ella yang tengah duduk disopa sehingga membuat Ella mudah untuk memainkan benda kesukaannya.
Tangan mungil itu Ella mainkan dengan begitu lembut menyusuri batang keras di hadapannya, dia memaju mundurkan tangannya keatas kebawah seperti sedang mengocok milk sake. Mulut mungilnya ia gunakan untuk mengecupi lembut perut kotak-kotak Ray yang begitu menggodanya. Tidak hanya sampai disitu, Ella juga mengecupi dada Ray dengan abstrak hingga ke satu titik yang membuat desah Ray keluar dengan begitu merdu.
"Euhh, uhhh, ahhh. Sayang, terus emm. Akhh."desah Ray saat bibir mungil Ella mengecupi tombol kecil di bagian dadanya dengan tangan yang masih bermain di area batang keras.
"Ahh, sehh, ahh, eughh. Eum. Kakak gak kuat."Ray langsung saja menggendong Ella menuju kamarnya lalu Ray membaringkan Ella di ranjang apartemen yang begitu empuk itu.
Si bonar mulai ia arahkan pada sangkar hangat kesukaannya. Dia menekan si bonar dengan sangat lembut agar tidak menyakiti sang berudu. Setelah si bonar di lahap sempurna oleh gua Ella. Ray pun mulai menggoyangkan pinggulnya menari dengan indah seiring si bonar keluar masuk gua yang sudah becek.
Pinggang kuat Ray terus saja memacu si bonar dengan lembut, pelan dan juga hati-hati,. tapi cukup membuat si empunya gua merem melek kenikmatan.
"Ah, ah, ah, ah, ah. Emm, eugh. Ah, ah."suara Ella terus mengalun lembut selama si bonar berpacu menjelajahi kenikmatan gua yang masih terasa sempit itu.
"Emm, sayang. Gua mu selalu nikmat, ahhh. Eughh, euh, ah, ah. Nikmat, ah. Sekali, eumh."suara berat Ray terdengar begitu seksi di telinga Ella.
__ADS_1
Bibir mereka kini saling bertaut, menghisap mengecap lembut kenikmatan dari bibir satu sama lain. Lidah mereka saling berbelit dengan saliva yang saling bertukar tanpa menghentikan kegiatan si bonar di bawah sana.
"Em, euh. Kakak sebentar lagi sampai, ahh. Ah, uh, uh, eumh, euhh."eranga Ray dengan mata yang terpejam.
"Aku, juga, euh."Ella menatap lamat wajah sang suami yang sudah memerah dengan keringat yang bercucuran.
"Ah, ah, ah, eughh, eummh, Akhhh. Ahhhh."
"Hem, ah, eughh, Akhhh. Akhh. Uhhh, uhh."
Mereka mengerang saat rasa nikmat yang terasa menggelitik menyeruak dibawah sana bersamaan dengan cairan hangat yang mengalir di sana.
"Uhh, badan kak Ray kayak landak."ucap Ella yang masih berada di bawah kungkungan Ray.
"Eum, kenapa kayak landak?"tanya Ray yang masih betah dengan posisinya saat ini.
"Badan kak Ray kayak berduri gitu, noh rambut kecil di tubuh kak Ray juga berdiri kayak ada setan aja. Kak Ray merinding ya?"ujar Ella.
"Iya, tapi bukan karna ada setan. Tapi kakak merinding karna sebuah rasa yang begitu nikmat dan sulit di jabarkan dengan kata-kata."Ray menjatuhkan tubuhnya di samping Ella.
"Tapi rasa itu membuat kak Ray selalu ingin melakukannya, lagi, lagi dan lagi."tambah Ella.
"Betul sekali, lagi yukkk."Ray memiringkan tubuhnya menghadap Ella.
"Ogahhhhh."Ella langsung membelakangi Ray.
Hot gak guys,๐
__ADS_1
Hot lah ya, kan babang Ray udah jago sekarang, Ella juga. Tapi tetap hati-hati ya, takut si berudu minggat dari dalam ntar dia mikir akan ada tsunami karna gempanya begitu dasyat๐๐๐
Jangan lupa tap jempol๐ Comen and Vot tambah ke favorit juga ya jangan lupa๐๐๐๐