
Ray tengah memandangi Ella yang sedang tertidur pulas, mungkin dia kekenyangan karna tadi dia memakan cimol dengan begitu banyak. Ya, tadi mereka berkeliling untuk mencari kang cimol dan untungnya mereka menemukan kang cimol yang jualan tidak jauh dari Apartemen.
"Selamat tidur sayang."Ray mengecup lembut kening Ella.
"Selamat tidur juga baby, sehat-sehat ya. Ayah udah gak sabar pengen ketemu sama kamu."Ray beralih mengelus perut Ella kemudian dia mengecupnya lembut.
Setelah itu Ray pun membaringkan tubuhnya di samping Ella, lalu ia memeluk erat sang istri. Tak lama dia pun menyusul sang istri menuju kealam mimpinya.
Keesokan harinya.
Ray terbangun terlebih dahulu karna ponselnya berbunyi, dia pun buru-buru mengangkatnya. Setelah selesai menelpon dia turun dari ranjang kemudian pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.
"Sayang bangun, ini udah subuh."Ray mencoel pipi Ella dengan tangan basahnya.
"Hm,"Ella menggeliat.
"Bangun, subuh keburu habis loh."Ray kini memencet pelan hidung Ella.
"Iya, iya."Ella bangun dengan mata yang masih terpejam.
Cup,
Ray mencium mata Ella yang masih terpejam.
"Buka matanya ntar nabrak."ucap Ray saat melihat Ella hendak turun dari ranjang dengan mata yang masih terpejam.
"Masih ngantuk."lirih Ella.
"Mau ikut gak?"
"Kemana?"
"Ada deh, sekarang cepat cuci muka sekalian ambil wudhu."ucap Ray.
Ella pun turun dari ranjang dengan di tuntun oleh Ray menuju ke kamar mandi. Setelah itu mereka pun shalat berjamaah, setelah selesai mereka pergi ke dapur untuk membuat sarapan.
"Kakak bantu ya."ucap Ray.
"Boleh."
Ray pun membantu Ella mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng, sementara Ella dia tengah mencuci beras untuk di masak di rice cooker.
Beberapa saat kemudian nasinya telah matang, Ella pun segera memasak nasi goreng itu dengan dibantu oleh Ray. Dibantu ngaduk dari belakang sambil modus si Ray mah. Dia memeluk Ella dari belakang dengan dalih ingin membantu mengaduk nasinya, tapi mulut berkumis tipis itu tidak bisa diam, dia terus saja mengecupi tengkuk belakang Ella sehingga membuat si empunya tidak fokus untuk memasak.
"Awas ah, kak Ray mah bukannya ngebantu tapi modus."Ella menyingkirkan tangan Ray yang nangkring di dadanya.
"Kan biar kamu semangat sayang."ucap Ray.
"Bukannya semangat, tapi bikin aku gak fokus tau ngak."Ella mematikan kompornya karna nasi gorengnya sudah matang.
Kemudian dia pun segera menghidangkannya di meja makan. Mereka makan dengan sangat lahap, nasi goreng buatan Ella ternyata cukup enak juga sehingga membuat Ray nambah lagi. Selesai makan mereka pun segera bergegas ke kamar untuk membersihkan diri.
__ADS_1
"Mandinya bareng yuk sayang."ajak Ray.
"Gak mau, kak Ray mah suka modus."cebik Ella.
"Kali ini enggak sayang, kakak cuma mau mempersingkat waktu aja. Soalnya kan kita sebentar lagi harus berangkat ke rumahnya Dela."ujar Ray.
"Rumah Dedel? emangnya Dedel udah pulang dari rumah sakit?"tanya Ella.
"Udah kemarin dan hari ini Dela sama Galang akan menikah."ujar Ray.
"Menikah? bukannya tiga hari lagi?"
"Pernikahannya di percepat, tadi subuh Galang nelpon ngabarin. Katanya orang tua Galang akan ada perjalanan bisnis besok ke luar negri, jadi pernikahan mereka di percepat jadi hari ini."Jelas Ray.
"Oh."Ella manggut-manggut.
"Jadi mau kan mandi bareng?"
"Iya deh mau, takutnya nanti telat ke nikahannya Dedel."
Akhirnya mereka pun mandi bersama, tapi tetap saja tangan nakal Ray tidak bisa diam dia selalu saja berkelana di bagian tubuh tertentu Ella, tapi dengan cepat Ella menepisnya sebelum sang suami berbuat lebih jauh, dia tidak mau terlambat ke acara Dela jika harus melayani Ray terlebih dahulu.
Setelah selesai mandi dan juga berganti pakaian mereka pun langsung saja meluncur ke rumah Dela, karna acaranya di selenggarakan disana, karna itu keinginan Dela, dia mau pernikahan yang sederhana saja tidak mau yang mewah-mewah apalagi di gedung. Tadinya Galang akan menyiapkan pernikahan mereka di gedung tapi Dela tidak mau, alhasil di selenggarakanlah di rumah Dela.
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai dirumah Dela, rumahnya di rias dengan sangat cantik meskipun tidak ada pesta dan tamu undangan. Hanya sahabat Galang dan keluarganya saja yang hadir. Untuk Dela hanya Ella saja yang hadir karna dia sudah tidak mempunyai siapa-siapa kerabat maupun keluarga. Orang tua Ella dan Ray juga turut serta datang kesana karna undangan dari orang tua Galang, jangan lupakan duo curut somplak siapa lagi kalau bukan Satria dan juga Rendi, mereka juga hadir tentunya.
"Dedel kamu cantik banget."ucap Ella yang sedang menghampiri Dela dikamarnya.
"Makasih Ell, ini semua berkat kamu. Kalau bukan karna bantuan kamu, kami berdua tidak akan pernah bersatu."ujar Dela sembari tersenyum tulus kepada Ella.
Mereka pun berbincang-bincang untuk mengurangi kegugupan Dela. Di luar sana sudah terdengar riuh, sepertinya acara ijab kabul akan segera di mulai.
"Sahh."
Terdengar suara lantang gemuruh dari luar, Merekapun bernafas lega akhirnya Galang telah resmi mempersunting Dela. Tak lama setelah itu Mamanya Galang pun datang untuk menjemput Dela. Dela berjalan keluar dengan di apit oleh Mamanya Galang dan juga Ella.
"Aku deg-degan nih Ell."lirih Dela.
"Rileks Dedel."ucap Ella.
"Iya, kamu rileks aja sayang. Lihat tuh Galang begitu terpesona sama kamu."ujar Mamanya Galang.
Dela pun mendongkak untuk menatap kearah Galang yang juga tengah menatap kearahnya, manik mata mereka saling bertemu sebelum akhirnya Dela memalingkan wajahnya.
"Ekhem, cantik ya bro. Tenang dia udah jadi milik elo se utuhnya."Satria menepuk bahu Galang yang masih terbengong menatap Dela.
"Hm."Galang berusaha menetralkan deru nafasnya.
Dela pun berjalan semakin mendekat dan kini dia sudah berada di samping Galang. Dela duduk disamping Galang dengan di bantu oleh sang ibu mertua karna gaun yang ia gunakan membuatnya kesusahan. Dela pun langsung saja menandatangani beberapa berkas yang berada dihadapanya, setelah itu dia mencium tangan Galang dilanjutkan oleh Galang yang mencium lembut kening Dela. Ada perasaan menghangat yang menjalar direlum hati Dela, dia tak tau itu apa. Yang pasti ia sangat bahagia.
"Dedel, selamat ya."Ella menghampiri Dela kemudian memeluknya.
__ADS_1
"Terimakasih Ell."Dela tersenyum dengan begitu ceria.
"Selamat juga ya untuk kak Alang."Ella beralih menatap Galang dan hendak menjabat tangannya.
"Selamat bro."Ray sudah terlebih dahulu menjabat tangan Galang yang hendak bersentuhan dengan tangan sang istri.
"Thank, bro."Galang tersenyum kaku pada Ray, rupanya Ray masih saja cemburu padanya.
"Semoga kalian berdua selalu di limpahkan kebahagiaan dan juga pernikahannya langgeng sampai maut memisahkan."ucap Ella.
"Terimakasih Ell."
Kini Giliran duo curut yang menghampiri mereka, mereka datang dengan membawa sebuah kotak yang lumayan besar sembari cengengesan,
"Selamay ya bro, bentar lagi perkutut lo bakal masuk sarang."ucap Satria sembari menjabat tangan Galang.
"Thank, semoga lo juga cepet nyusul."ujar Galang.
"Iye, tar gua nyusul kekamar penganten kalian ye."cengenges Satria.
"Nyusul naik pelaminan maksud gue."kesal Galang.
"Napa nyusul, orang gua udah naek pelaminan bareng kalian noh si Rendi juga."ucap Satria karna memang dirinya sedang berdiri di atas pelaminan sederhana yang berada di dalam rumah Dela.
"Serah."cebik Galang.
"Selamat ya buat adek.... Eh sapa sih namanya? gue pan belon tau."Saria melirik kearah Galang.
"Dela."Jawab Galang.
"Oh, Dela. Selamat ya Udel, semoga pernikahan kalian langgeng sampe kakek nenek. Eh sampe maut memisahkan deh, kalo sampe kakek nenek pan kagak lucu kalo kalian dah beruban lalu cere."ucap Satria sembari menyodorkan tangannya pada Dela.
"Terimakasih kak."Dela tersenyum tipis sembari bergumam dalam hati, rupanya kebiasaan adek sama kakak sama aja, sama-sama suka ganti nama orang sembarangan.
"Entu yang abang bawa apaan si?"tanya Ella penasaran dengan kotak yang dibawa oleh Satria.
"Eni buat si Galang."ujar Satria.
"Isinya apaan tuh?"Ray juga penasaran.
"Buka dong."tambah Ella.
"Anu, ini kagak boleh dibuka di mari buhaya. Ntar aja di bukanya ama si Galang iya pan Ren."Satria melirik kearah Rendi yang juga membawa sebuah kotak tapi agak kecil.
"Au, isinya aja gue kagak tau paan."ketus Rendi.
"Pan semalem kita bungkus bareng dodol."Satria menyenggol lengan Rendi sehingga kotak yang rendi bawa jatuh dan membuat isinya berhamburan.
Braakk,
"ASTAGA NAGA, entu apaan."pekik Ella.
__ADS_1
Sementara duo curut itu hanya cengengesan, sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Jejak😘😘😘