Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Apartemen.


__ADS_3

"Hay Dedel, kamu mau kemana?"tanya Ella tanpa canggung sedikit pun, karna dia memang berniat akan memberitahu Dela jika dirinya dan Ray sudah menikah.


"Aku mau ke perpus, Ell. Btw kenapa kalian bisa bersama?"heran Dela.


"Nanti aku jelasin deh Dedel. Tapi gak sekarang ya."ujar Ella.


"Kamu hutang penjelasan sama aku, Ell."ucap Dela dengan menatap Ella tajam.


"Iya Dedel ku yang comel. Dah ah aku mau pergi dulu, bay."Ella berlalu pergi meninggalkan Dela dengan masih dirangkul oleh Ray.


Mereka berjalan dengan santainya melewati koridor kampus yang masih tampak sepi, tapi ada juga beberapa anak-anak yang sedang bercengkrama.


"Kamu tunggu bentar ya, kakak mau menyelesaikan beberpa tugas dulu. Habis ini kita pulang."ucap Ray saat mereka sudah sampai di dalam ruangannya.


"Ok."Jawab Ella sembari menundukan dirinya di sopa.


Beberapa menit kemudian, Ella mulai merasa jenuh, dia pun bangkit kemudian dia berjalan pelan mengelilingi ruangan Ray, dia menilik seluruh isi ruangan Ray hingga matanya tertuju pada sesuatu yang begitu menarik perhatiannya dan langsung saja dia menghampiri nya.


"Kak Ray apa ini masih bagus?"tanya Ella sembari memegang sebuah kamera di tangannya.


"Bagus kok sayang, kenapa memangnya?"


"Aku mau dong di poto pake ini."ujar Ella.


"Boleh, nanti kakak poto ya."


"Berati habis ini kita jalan-jalan ya, terus poto-poto."


"Iya, ayok."ucap Ray yang sudah bangkit dari duduknya.


"Memangnya kak Ray sudah selesai?"


"Sudah."


"Ok, deh. Yuk kita lets go."


Mereka pun berjalan keluar dari ruangan Ray dengan Ella menenteng sebuah kamera di tangannya.


"Kita mau kemana?"tanya Ray saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"kemana aja, yang penting jalan-jalan."


"Gimana kalau ke apartemen kakak aja."tawar Ray.


"Emang kakak punya apartemen?"tanya Ella.


"Punya, gak jauh kok dari sini."Jawab Ray.


"Ya sudah, kita kesana aja aku juga penasaran sama apartemen kak Ray."ujar Ella.


Ray pun langsung saja melajukan mobilnya kearah apartemen miliknya, sepanjang perjalanan Ella terlihat sangat sibuk dengan ponselnya, entah apa yang sedang dia kerjakan. Ray hanya meliriknya sekilas lalu kembali fokus ke jalanan.


"Yuk turun, kita sudah sampai."Ella yang masih sibuk dengan ponselnya pun seketika menghentikan aktipitas nya.


"Udah sampai yah?"


"Iya, ayok."


Mereka pun turun dari mobil, lalu Ray menggandeng tangan Ella dan membawanya masuk kedalam gedung apartemen yang sangat mewah itu.


Ray membawa Ella naik kedalam lift, menuju lantai 16. Karna apartemen Ray berada sana.


"Wau, bagus banget kak Ray."ucap Ella kagum saat dirinya sudah sampai di dalam apartemen Ray.


Desain nya sangat elegan dan juga mewah, seluruh ruangan nya pun sangat rapih dan juga bersih.


"Kamu suka?"tanya Ray.

__ADS_1


"Suka banget."


"Bagaimana kalau malam ini kita menginap disini?"


"Tapi aku kan gak bawa baju ganti."ujar Ella..


"Pake kemeja kakak aja, kayak nya ada yang muat deh di kamu."ucap Ray.


"Iya deh, ayok cepet potoin aku. Nih kamera nya."Ella menyerahkan kamera yang sedari tadi di tentengnya kepada Ray.


"Iya sayang ku, sini kakak poto."Ray langsung mengambil kamera itu dari tangan Ella.


Setelah Ray siap untuk memotret nya, Ella pun langsung saja berpose.


"Siap ya?"


"Oke kak Ray, ayok poto."ucapnya sembari berpose.


Cekrek,



Ella terlihat sangat manis dan juga imut saat dia berpose dan itu membuat Ray jadi tersenyum sendiri saat melihat hasil jepretan nya.


"Kak Ray, aku juga mau poto kak Ray. Tapi pake ponsel aku."ujar Ella.


"Boleh, poto aja gratis kok gak bayar."


"Iya sekarang gratis, tapi nanti pasti suruh bayar pake nganu-nganu."cebik Ella.


"Tau aja kamu, ya."Ray tersenyum dengan begitu manis.


"Tau dong, itu kan kebiasaan kak Ray. Dah ah aku mau poto, kakak duduk ya di situ sambil pegang kamera pasti cakep deh."ujar Ella.


"Begini?"


"Nah gitu, siap ya. Senyum."


Cekrek,



"Cakep, kak Ray manis deh bikin aku meleleh."ucap Ella sembari menatap hasil jepretan nya di ponsel.


"Udah pinter gombal ya, sekarang."Ray menarik Ella kedalam pangkuannya.


"Itu kan kenyataan bukan gombal, kak Ray memang manis."Ella menatap wajah sang suami yang begitu dekat dengan wajahnya.


"Masa?"Ray membelai lembut surai panjang sang istri.


Cup,


Ray mengecup bibir mungil Ella, kemudian dia meraup lembut bibir itu, Ella pun tak tinggal diam dia juga membalas ciuman Ray, cukup lama mereka berpangut mesra dengan tangan Ella yang di kalungkan pada leher Ray.


Kruyuk,


Bunyi perut Ella seketika menghentikan aktipitas mereka.


"Kamu lapar?"


"Hehe, iya. Akunya kan belum makan kak Ray."


"Kasian sekali sayang nya kakak kelaperan, kakak pesan kan makanan onlen saja ya."


"Emang disini gak ada makanan?"


"Kalau bahannya sih ada di kulkas,"

__ADS_1


"Ya udah, aku masak aja deh kalau gitu."


"Memangnya kamu bisa masak?"


"Tentu saja,"Jawab Ella.


"Bisa?"


"Engga."


"Haist, kamu ini. Mau masak tapi gak bisa masak."gemas Ray sembari mencubit pipi Ella.


"Kita pesen aja deh kalo gitu."


"Kan kakak bilang juga gitu tadi, tapi...."Ray tidak melanjutkan ucapan nya.


"Tapi kenapa kak Ray?"tanya Ella.


"Kakak kok pengen makan omlet ya, kayaknya enak banget apalagi di atas nya di kasih taburan sosis, beuhh mantap."Jawab Ray sembari menelan ludah nya sendiri saat membayangkan makanan itu.


"Kalau omlet sih aku bisa masak kak Ray, itu mah gampang. Aku bikinin yah."ucap Ella.


"Tapi kakak maunya Satria yang bikin."


"Abang yang bikin? dia mana bisa bikin omlet, bikin telor ceplok aja gosong."


"Tapi kakak maunya omlet buatan Satria, terus dia bikinnya harus pake daster warna pink dan juga kerudung merah, kakak mau lihat sendiri bikin nya."ujar Ray dengan menggebu.


"A-pa, kak Ray aneh deh. Mana mau abang pake daster, apalagi pake kerudung."Ella menatap Ray yang tengah menatapnya penuh harap.


"Pliss sayang, telpone Satria suruh dia kesini ya."mohon Ray dengan wajah memelas.


"Harus banget, ya? aku aja deh yang masak pake daster pink, abang gak mungkin mau."bujuk Ella.


"Gak mau, kakak mau nya Satria yang bikin, kakak pengen banget sekarang ayok sayang telpone Satria."ucap Ray dengan berkaca-kaca.


"Eh kok nangis sih, iya iya aku telpone abang."Ella menjadi panik saat melihat Ray yang sudah berkaca-kaca dan hendak menangis, karna Ella tidak pernah melihat suaminya seperti itu.


Ella pun langsung saja menelpone Satria dan untung nya langsung di angkat.


"Kenapa adek gue tersayang? tumben lu nelpone gue."ucap Satria di sebrang sana.


"Abang, aku boleh minta tolong gak?"tanya Ella ragu.


"Boleh dong, minta tolong apa?"


"Em, abang aku minta tolong beliin daster pink ya, tapi yang ukurannya agak besar. Sama kerudung merah juga ya, terus nanti abang bawa ke apartemennya kak Ray, abang tau kan apartemen kak Ray?"ucap Ella.


"Apa? beli daster? yang bener aja Ell. Masa lo nyuruh gue beli daster. Emang buat siapa sih?"tanya Satria heran.


"Udah, pokonya abang beliin aja. Terus bawa kesini ya, sekarang. Bay."Ella lasung mematikan sambungan telpone nya.


"Tuh udah, puaskan kan sekarang?"Ella menatap Ray sembari bersidekap dada..


"Iya puas banget, maacih sayang."ucap Ray dengan tersenyum begitu manis.


"Eh, kok dia jadi mirip aku kalau lagi bloon sih?"lirih Ella sembari melangkah kan kakinya menuju ke dapur.


"Kamu mau kemana sayang?"tanya Ray.


"Mau masak laper, bahan masakan di kulkas banyak kan?"Ella menghentikan langkahnya dan melirik Ray sekilas.


"Banyak kok, dua hari yang lalu kakak nyuruh Ragil buat belanja stok makanan. Karna kakak sudah berencana akan membawa kamu kesini."ujar Ray.


"Bagus deh, jadi nanti gak perlu belanja lagi kalau abang dateng kesini terus masak."ucap Ella sembari melanjutkan langkahnya kembali.


"Sayang ikut,"rengek Ray.

__ADS_1


"Etdah, ngapa dia jadi kayak bocah? salah makan apa gimana? herman aku."gumam Ella sambil menatap Ray heran.


__ADS_2