Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Gudang.


__ADS_3

Area ehem untuk para bocil skip aja yaπŸ™ˆ


happy reading sayangπŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•***


"Kak Ray sini bobo."ucap Ella karna Ray masih saja berdiri mematung sedari tadi.


"Bagaimana mau bobo, ini sakit tau Yang."Ray menunjuk sesuatu yang masing berdiri tegak.


"Sakit, ya?"tanya Ella menatap Ray kasihan.


"Banget."Jawab Ray.


"Yaudah, kak Ray boleh deh ituan. Tapi pelan-pelan ya, takut debay nya terguncang."ucap Ella yang membuat Ray tersenyum sumringah.


"Kakak janji akan pelan dan juga lembut."ujar Ray sembari naik keatas ranjang.


Dia mulai mendekati Ella, mengecup bibirnya, meraup bibir itu dengan lembut. Tangannya mulai ber geliya menyusuri setiap lekuk tubuh Ella, dari mulai mengelus kepala turun ke telinga hingga ke leher, lalu dia membuka kancing piyama Ella satu-persatu hingga nampaklah keindahan gunung yang masih tertutup penghalang, Ray pun segera membuka penghalang itu dengan gerakan cepat tetapi lembut. Setelah gunung itu terpampang sempurna tanpa halangan apa pun, Ray langsung meremas gunung himalaya itu dengan lembut, dia juga mengelus puncak gunung merah muda itu dengan gerakan memutar, sesekali dia juga menekan tombol itu.


"Emh, ahhh,"alunan itu terdengar begitu merdu di telinga Ray.


"Eughh, kak Ray ahh."Ella merasakan panas pada sekujur tubuhnya saat Ray beralih memainkan puncak gunungnya dengan menggunakan lidah.


Rasanya begitu nikmat tiada tara dan juga sulit di jabarkan dengan kata kata saat Ray menyapu lembut puncak gunungnya, tubuhnya meremang merasakan birahi yang begitu memuncak, apalagi tangan Ray ikut bermain di area lembah dengan rumput tipis itu dia mengelus dengan gerakan lembut dari bawah ke atas tanpa melepas tautan bibirnya dari puncak himalaya.


"Ahh, emm. Euhg, Kak, ahhh."hasratnya semakin meningkat manakala tangan nakal Ray sudah menyelusup masuk kedalam gua yang sudah lembab itu.


Ray mengubrak-ngabrik isi gua dengan lembut, dia mengelus hiasan yang ada di dalam gua dengan gerakan dari atas kebawah, satu tangan bermain di dalam gua, satu tangan nya lagi bermain di puncak gunung dan dia juga bermain di area leher putih mulus Ella, dia menjilat kecil disana dan juga meng.hi.sap lembut hingga menimbulkan bekas kemerahan di beberapa titik.


"Ohhh, setthh, eughhh, emmmm, ahhhh. Kak Ray."Ella merasakan ada sesuatu yang hendak menyeruak dari dalam guanya.


"Keluarkan, sayang."bisik Ray di telinga Ella sembari menjilat telinga itu, tangannya juga semakin menaikan ritme permainannya di dalam gua sana.


"Eughhhhh, Ahhhhhhhh. Akhhh, ahhh, euhhhhh."tubuh Ella bergetar hebat dia menjambak rambut Ray dia merasakan sesuatu menyeruak keluar dari dalam guanya, nikmat, satu kata yang ia rasakan saat pelepasan pertamanya.


"Puasss, sayang."Ray berbicara dengan nada sensual, yang dibalas anggukan oleh Ella.


"Sekarang saatnya si bonar bermain."Ray menuntun tongkat bisbolnya yang sudah menantang dia mengarahkannya kedalam gua yang sudah basah itu.


"Ohhh, masih sempit sayang. Ahhh."Ray merasakan tongkatnya terjepit nikmat kala tongkat bisbolnya sudah memasuki area gua, hangat ya di dalam sana begitu hangat.


Ray mulai memacu tongkat bisbolnya dengan gerakan pelan dan juga hati-hati takut si jabang bayi merasa terguncang oleh gempa buatannya itu. Dia memacu dengan begitu lembut, tangannya juga asik bermain di puncak gunung menekan-nekan tombol itu, mengelus pelan dari atas kebawah, memilin, memutarnya dengan lembut. Tak lupa juga bibirnya ia tautkan pada bibir ranum Ella, meraup bibir itu dengan lembut hingga mengekspor kebagian dalam mulut Ella, lidah mereka salit bertaut, membe.lit, mengecap satu sama lain.

__ADS_1


"Oh, yes, ah. oh, emm ahhh. Ah, ah, ah."racau Ray saat kenikmatan itu begitu mendera.


"Sayang, are you ok?"Ray memastikan kondisi istrinya.


"I'm ok."Jawab Ella di sela kenikmatan yang tak bisa iya jabarkan.


Cukup lama penyatuan itu berlangsung, hingga Ray mendesis, sepertinya dia akan mencapai puncaknya.


"Setthhh, ahhhhh, kakak mau keluar sayang, eughhhh."leguh Ray.


"Ahhh, aku juga. Emmm."balas Ella.


"Ahhhhh, eughhhhhh, akhhhhhh."


"Euhhhh, ahhhhhhh, ahhhhh."


Mereka mengerang bersama mencapai kenikmatan yang tiada tara, kenikmatan yang sulit dijabarkan dengan kata-kata, tapi membuat mereka selalu ketagihan dengan rasa itu, rasa nikmat yang menggelora.


"Terimakasih, sayang."Ray mengecup lembut kening Ella lalu dia menggulingkan tubuhnya di samping Ella.


Ella tidak menjawab dia hanya mengangguk saja, karna selain lemas rasa kantuknya juga sudah tak tertahankan dia pun memejamkan matanya menuju ke alam mimpi, dan disusul oleh Ray yang kini memeluk Ella dari samping.


*******************


Mereka berdua sudah bersiap untuk pergi ke kampus, mereka juga akan berangkat bersama karna permintaan Ray, dia tidak mau terjadi apa-apa pada sang istri dan juga calon anaknya.


Setelah berpamitan pada Wina dan Samsul mereka pun berangkat ke kampus dengan menggunakan mobil sport Rayen yang berwarna biru, Ray memacu mobilnya dengan kecepatan sedang.


Begitu mereka sampai dikampus ternyata belum banyak orang yang datang, kampus terlihat masih sepi. Ella pun langsung turun dari mobil Ray dia langsung melangkah kedalam kampus setelah dia berpamitan dengan Ray.


"Hay Ell, kamu kok kemarin gak masuk? kemana?"tanya Dela begitu Ella sampai di ruangan tempatnya belajar, dia lansung menundukan dirinya di samping Dela.


"Kemarin aku gak enak badan, jadi aku gak masuk deh."Jawab Ella sambil tersenyum tipis.


"Tapi sekarang kamu gak papa kan?"Dela terlihat hawatir.


"Enggak kok, sekarang aku udah baik-baik aja."


"Syukurlah."


"Ell, aku boleh bicara sebentar gak sama kamu?"ucap Yuda yang baru saja masuk kedalam kelas Ella.

__ADS_1


"Maaf Yud, bentar lagi pak Ray datang. Lain kali aja ya."tolak Ella.


"Sebentar aja, Ell."pinta Yuda.


"Yaudah disini aja, kalau keluar gak akan keburu."ujar Ella.


"Gak bisa Ell, ini sangat penting disini banyak orang, pliss sebentar aja."mohon Yuda dengan wajah memelas.


"Baiklah, hanya sebentar saja tapi, ya."


"Iya, hanya sebentar."


"Mau aku temenin gak, Ell."tawar Dela.


"Maaf Del, aku perlu bicara berdua dengan Ella."ujar Yuda.


"Baiklah."


Mereka berdua pun pergi meninggalkan kelas,


"Yud, kita mau bicara dimana? kok kamu bawa aku kesini?"tanya Ella heran pasalnya Yuda membawanya ke area belakang kampus yang sangat sepi.


"Kenapa? kamu takut?"Yuda menatap Ella dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Enggak, hanya saja kita kenapa harus kesini?"


Tanpa menjawab, Yuda langsung saja menarik Ella kedalam gudang yang berada di belakang kampus, Yuda juga mengunci pintu gudang itu dari dalam, lalu dia membuang kunci itu kesembarang arah.


"Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu berbuat seperti ini Yuda?"ucap Ella geram.


"Aku hanya ingin memilikimu Ell, tapi kamu sangat susah sekali untuk di dekati, jadi dengan sangat terpaksa aku harus melakukan ini, memilikimu dengan paksa."Yuda menatap Ella dengan tatapan nafsu.


"Lo, gila."bentak Ella.


"Gue emang gila, karna elo yang membuat gue gila. Gue cinta sama lo Ell, tapi lo selalu saja menghindari gue."


"Itu bukan cinta, tapi obsesi. Mana ada cinta yang menyakiti, lo berbuat seperti ini sama gue, itu udah menunjukan bahwa rasa elo itu bukan cinta, tapi hanya obsesi semata."


"Gue gak peduli, yang jelas gue harus memiliki elo seutuhnya."Yuda berjalan mendekati Ella dengan tatapan bernafsu, dia memandang tubuh Ella dari atas sampai bawah dengan liar.


Dan.....

__ADS_1


Jejak sayang😘😘😘😘😘😘


__ADS_2