
Bocil di harap menyingkir😎
kawasan orang dewasa, bocil jangan ngintip ya, takut penasaran dengan rasa itu😁 rasa apa ya? rasa emm pokonya sulit di ucapkan dengan kata-kata.🙏🙈
"Eugh, emm. Ahhh, kak Ray."suara itu begitu mengalun indah di telinga Ray.
Mereka kini sedang berada di Vila keluarga Wardana yang dulu pernah Ella kunjungi sebelum mereka menikah. Ray membawa Ella kesana untuk mengajaknya berenang, tapi bukan Ray namanya jika murni hanya berenang saja.
Ray sengaja membawa Ella kesana guna kelangsungan hidup si bonar, karna pendirian Ella yang tetap kekeuh tidak ingin melakukan itu, ya itu nganu. Ray yang tidak mau pun berusaha mencari cara supaya Ella mengurungkan niatnya.
Dan berakhirlah di sini di kamar Vila yang cukup luas, Ray berusaha menggoda Ella dengan sentuhan tangan nakalnnya, dia berusaha memancing gelora nefsong Ella dengan gerakan lembut tangannya yang menyusuri beberapa titik area sensitip Ella.
"Ahhh, emmmm."lirih Ella merasakan nikmat pada bagian sensitip yang di sentuh oleh Ray.
Tubuhnya sudah memanas merasakan gelora yang ingin segera di tuntaskan.
"Apa kamu akan tetap menyuruh si bonar untuk berdiri tegak meminta ke adilan sekarang, hm?"Ray berbisik sembari menjilati kecil cuping telinga Ella.
"Ahhh, tidak. Sekarang aku mau menyuruh si bonar untuk menembakan lahar panas saja. Eummm, ahhh."ucap Ella di sela kenikmatannya karna tangan nakal Ray masih bermain di area gunung himalaya nya yang semakin memadat.
"Si bonar sangat siap sekali untuk itu sayang, dia juga ingin segera memuntahkan lahar panas yang sedari tadi di tahannya."ujar Ray sembari membuka ikat pinggang nya, lalu melemparnya ke sembarang arah.
"Wau, keras sekali."Ella langsung memegang tongkat bisbol yang baru saja keluar dari sangkarnya.
"Sok-soan tidak mau nganu, baru di keluarin aja langsung di embat."cibir Ray sembari mendesis, saat tangan mungil Ella mulai bermain di area si tongkat.
"Euhh, ahhh."de.sah Ray kenikmatan.
__ADS_1
Ella sangat suka sekali memainkan tongkat bisbol Ray, dia begitu anteng memainkan itu, jari-jari mungilnya menari dengan indah di tongkat bisbol yang sudah lembab oleh cairan bening yang terus mengalir tanpa di komando. Dengan adanya cairan bening itu membuat Ella semakin bersemangat untuk memainkannya, cairan itu membuar tangan mungilnya leluasa memacu dan juga menaik turunkannya di tongkat itu, semakin licin semakin mudah pula baginya membuat gerakan abstrak tapi lembut dan membuat si empunya semakin teransang.
"Ahhhhh, euhhh, ahhh, ahh. Sayang, emm. Nikmat sekali, akhhh."racau Ray dengan tatapan yang sudah berkabut gairah.
"Kakak, sudah tidak kuat, emm, ahhh, untuk menikmati tubuh mu, eughh."Ray langsung mengambil alih kendali.
Dia mulai membuka baju Ella satu-persatu sehingga menjadi polos, Ray meneguk salivanya kasar ketika melihat pemandangan indah yang begitu menyegarkan mata, gunung himalaya itu semakin hari semakin padat dan juga berisi seakan menantang dirinya untuk segera menjelajah gunung indah nan ranum tersebut,
Tanpa basa-basi lagi, Ray langsung saja meraup lembut puncak gunung himalaya yang sudah mengeras, dia menyesap lembut sembelah gunung himalaya itu, sebelahnya lagi dia mainkan menggunakan tangannya dengan mengelus lembut si puncak kearah kanan kiri seperti sedang menggosok kupon berhadiah, dia juga menggerakan tangannya dengan gerakan seperti membuat adonan cimol, tapi secara lembut dan juga beraturan.
"Emm, ahh, euhhh, emm, kak Ray, ahh."racauan itu semakin membuat Ray bersemangat.
Kini Ray beralih dari gunung menuju leher jenjang Ella, dia memberi beberapa stempel kepemilikan disana, dia juga menjilati lembut leher itu kemudian turun kembali kebawah menyusuri gunung dengan menggunakan lidahnya, kemudian dia menuruni lembah dengan menciumi lembut jalanan menuju kesana.
"Hay berudu, sebentar lagi RJ Papah akan menengok berudu, tunggu ya, sayang."Ray mencium lembut perut rata Ella.
"Bukan Papah, tapi Pipop, inget Pipop."koreksi Ella.
Setelah puas berbincang dengan sang berudu, Ray pun kembali melanjutkan aktipitasnya, dia mulai menyusuri lembah berumput tipis itu dengan menggunakan tangannya, dia mengelus lembut rumput itu kemudian tangannya turun ke paha yang begitu menggoda iman, dia menggerakan tangannya dari bawah ke atas dengan gerakan sedikit abstrak, tangan nakal Ray menari dengan lihai nya di atas paha Ella. Kemudian dia membuka perlahan paha itu supaya memberinya celah untuk menyelusup di antara kedua paha itu.
Ray mulai menciumi bagian luar gua yang sudah lembab, kemudian dia meneroboskan lidahnya untuk menelusur dinding gua, dia memainkan lidahnya dengan lembut disana. Dia juga membuka sedikit mulut gua guna menggapai sebuah hiasan yang bertengger di dalam gua itu, kemudian di menyentuh hiasan itu dengan mengenakan ujung lidahnya, dia memainkan ujung lidah itu dengan lembut, menggerakannya keatas lalu kebawah, seperti sedang menjilat eskrim.
"Emm, ahhh, ahhh, aku sudah tidak kuat. Eughh, euuhh, ahhh, ahh,."racau Ella saat merasakan sesuatu hendak keluar dari dalam gua nya.
"Keluarkan sayang."Ray beralih memainkan isi gua Ella dengan menggenakan jarinya.
"Eughhhhh, euhhhh. Ahhhhhh, ahhh, ahhh,"Ella telah mencapai puncak pertamanya.
__ADS_1
"Sekarang giliran mu yang beraksi, Bonar."Ray menatap tongkat bisbolnya yang telah begitu keras dan juga menantang.
Dia mulai mengarahkan tongkat bisbolnya ke mulut gua Ella, dia menekan sedikit demi sedikit supaya tongkat itu masuk dengan seluruhnya. Setelah si bonar masuk Ray pun mulai memacu si bonar dengan memaju mundurkannya secara perlahan, dia merasakan nikmat yang tiada tara saat si bonar masuk menjelajahi gua, rasa ini begitu sulit di deskripsikan dengan kata-kata, tapi sangat membuatnya melayang merasakan surga dunia yang begitu nyata.
"Ahh, ahh, ahh, ahh, ahh."
"Em, ahh, ahh, euuh, ahh, ahh."
Erangan panas itu memenuhi kamar Vila yang begitu sejuk dan juga sepi mendadak panas dan juga riuhh oleh suara indah mereka berdua yang mengalun mengiringi penyatuan kedua insan yang tengah di landa gairah dan juga cinta yang semakin hari semakin tumbuh besar di kedua relum hati pasutri muda itu.
"Kakak mau keluar, Akkhhh."erang Ray.
"Aku, juga. Eumm. Ahhhh."ucap Ella dengan mengerang kenikmatan.
"Eughhhh, Ahhhhh, ahhhhh."
"Eummm, ahhhhh, euhhhhh."
Keduanya sama-sama mengerang nikmat merasakan sesuatu menyeruak keluar bersamaan dengan rasa yang begitu nikmat sehingga membuat mereka ketagihan dengan rasa itu.
Haiss, otak suci author ternodai dengan adegan ehm kedua insan itu.😂
Hot gak sih? hot lah yah. kalo enggak mah tambahin balsem aja atau gak hot Crim biar makin hot😀
Bejanda kok, becanda suer dah✌
Tapi anggap aja beneran barang kali mau coba pake entu.
__ADS_1
Author mah gak maoo✌💃💃
Mangaf author lagi rada sengklek hari ini gegara gak kebagian kupon berhadiah😊😂