
Kedua pria paruh baya tengah berkutat di dapur yang semula rapih kini menjadi berantakan tak berbentuk, kedua pria itu sedang memasak ayam goreng krispi yang di minta oleh Ella.
"Ndi," panggil Samsul.
"Apa?" Andi menoleh.
"Ayam goreng krispi itu pake tepung 'kan?" tanya Samsul.
"Kayaknya si, iya," jawab Andi.
"Pake tepung yang mana?" Samsul memperlihatkan tiga kemasan tepung yang dipegang nya.
Ada tiga jenis tepung yang dipegang oleh Samsul, tepung terigu, tepung kanji, sama tepung beras. Masing-masing tepung dikemas rapih dalam sebuah kemasan bermerek.
"Daripada bingung, mending pake semua aja, Sul," ujar Andi.
"Ok 'lah." Samsul menuruti apa yang di ucapkan oleh Andi.
Samsul mencampurkan ketiga tepung itu menjadi satu, kemudian dia aduk dan diberi bumbu yang telah diraciknya tadi. Untuk Andi, dia tengah membersihkan ayam yang akan di pakai untuk membuat ayam krispi.
"Udah jadi, Sul?"tanya Andi yang menghampirinya dengan membawa wadah berisi potongan ayam.
" Udah, tinggal dimasukin ayam nya."Samsul memperlihatkan tepung yang sudah di bumbui dan juga di kasih air.
Andi pun langsung saja memasukan potongan ayam itu kedalam adonan tepung yang telah dibuat oleh Samsul, kemudian dia memasukan nya kedalam wajan berisi minyak panas yang telah di persiapkan sebelumnya.
********************
"Sakit, gak?" tanya Ray yang tengah memijat kaki bengkak Ella.
"Enggak, cuma agak geli aja dikit," ujar Ella yang sedang tiduran dipaha Satria, sementara Ray memangku kakinya.
"Dek, badan lu makin bulet aja ya." Lagi-lagi Satria mengejek adiknya.
"Sat, kamu bisa gak sih sebentar aja gak ngeledekin, Ella," ucap Dalina yang duduk di samping Satria.
"Aku gak ngeledekin, Beb. 'Kan emang kenyataan kalo badan dia entu bulet," ujar Satria.
"Marahin aja, Kadal. Abang mah gitu, adeknya diledekin mulu bukannya disayang," cemberut Ella.
"Disayang kok nih, di sayang pan, heh." Satria mengelus kepala Ella secara cepat.
__ADS_1
"Ini bukan di sayang Bangsat, tapi di tindas."Ella menepis kasar tangan Satria yang mengenai wajahnya.
" Yuhuu, ayam goreng datang!"teriak Samsul yang menuju kearah mereka dengan diikuti Andi dari belakang.
"Yeee, ayam goreng aku!" girang Ella yang langsung bangkit dengan tergesa.
"Astaga Dek! bangun tu pelan-pelan napa, gimana kalo tu perut meletus coba!" omel Satria.
"Abang pikir perut aku balon apa, pakek meletus segala,"delik Ella.
" Mirip sih, abisnya gede bener tu perut Dek, mana moncrot lagi kek gunung mau meletus,"ujar Satria.
"Sakarep mu ajalah, Bang," ucap Ella yang sudah merebut piring berisi ayam dari Samsul.
"Kok bentuknya gitu si?"ucap Ray saat melihat bentukan ayam yang ada dipiring Ella.
"Iya ya, kok ini mirip pisang goreng ya kak Ray?" Ella menilik ayam goreng itu.
"Pisang goreng kebagusan sayang, ini tuh ayam goreng bantet. Udah bentukannya gak jelas, keras lagi kayak kehidupan." Ray membulak-balikan ayam itu.
"Udah tau kita gak bisa masak, ya gitu jadinya," cebik Samsul.
"Suruh Mama bikinin yang baru aja ya, sayang, kalo makan ini nanti gigi kamu rontok loh. Emang mau gigi kamu ompong, hm?" Ray mencoel pipi gembul Ella.
"Makannya jangan dimakan, ya?" pinta Ray.
"Ya udah deh, tapi Papih sama Papah yang makan ya. Aku mau liat," ucap Ella.
"Hah! kita yang makan?" pekik Andi dan Samsul bersamaan.
"Buahaha, rasain kalian. Makan tuh ayam goreng batu." Satria tertawa terbahak-bahak.
"Aduhh, hahaha. Awas Om, Pih. Nanti gigi kalian ompong, pan gak lucu pas senyum pasukan udara pada masuk. Hahaha, apalagi nanti pas ciuman, gimana kalo bibir pasangannya nyangkut tu di gigi ompong. Buahaha, gak bisa bayangin gue." Satria terus tertawa sembari memegangi perutnya.
"Abang juga makan!" perintah Ella.
"Eh, apa? kok gue jadi ikutan makan si Ell?" Seketika Satria langsung menghentikan tawanya.
"Siapa suruh ngetawain orang tua, dosa tau," cebik Ella.
"Eh, Maemunah. Lu juga nyuruh-nyuruh mereka dodol, itu juga dosa," balas Satria.
__ADS_1
"Aku gak nyuruh-nyuruh ya," belanya.
"Terus tadi apa?"
"Itukan cuma minta tolong, wlee."
"Ngeles aja lu kek bajai."
"Stop, jangan debat mulu. Migren Papih lama-lama," lerai Andi.
"Ayok buruan makan, ih." perintah Ella.
"Iya, iya."
Mereka pun mengambil ayam goreng itu masing-masing satu potong, kemudian mereka menggigitnya pelan, tetapi mereka kesusahan karna ayam itu keras plus alot. Ya kalian bayangin aja gimana jadinya tepung terigu, tepung beras sama tepung kanji menjadi satu.
"Eh, kok gini sih? udah keras alot lagi kek entu," gerutu Satria.
"Ini gak bisa dimakan, mestinya ini buat ngelempar tikus aja pasti menguik," ucap Andi.
"Buat mukul pala si Satria bisa nih, biar otaknya waras dikit."Samsul memencet-mencet ayam itu.
" Di pikir aku gila apa, Om?"ketus Satria.
"Kadang,"tawa Samsul dan Andi pecah.
Tap jempol,😘😘😘😘
Mampir sini yuk, dijamin ceritanya seru, sad dan juga penuh perjuangan untuk meraih cita dan menggapai mimpinya. pokonya ceritanya bikin baper, gereget sekaligus penasaran, cuss kepoin.
Judul : Gadis Pemimpi
By: Bhebz
Terlahir miskin dengan penampilan yang jauh dari kata cantik membuatnya rendah diri. Dia membatasi pergaulan dengan orang-orang di sekitarnya walaupun dia mempunyai banyak mimpi.
Perasaan takut dicemooh dan dirundung membuatnya menjadi anak rumahan. Hanya ibu dan ayah yang menjadi teman sekaligus sahabatnya, tempat berbagi cerita dan mimpi.
Hingga suatu peristiwa menyedihkan membuatnya meninggalkan istana dan sarangnya. Cangkang yang paling nyaman yang dia rasakan. Apakah mimpi-mimpinya akan menjadi nyata di luar sana?
Akankah dia berhasil mengubah takdirnya?
__ADS_1